Showing posts with label dudul. Show all posts
Showing posts with label dudul. Show all posts

Thursday, March 24, 2011

Note Untuk Maria Mercedes

Jumat, 25 Maret 2011

 

Alhamdulillah kemarin siang kami berlima bisa ngumpul lunch bareng lagi. Siang sehabis ngaji tarjim, aku, Mbak Cindy dan Mbak Mona menyusul Bunda Agustin dan Mbak Sishiel yang sudah menunggu di Sutos. Kebetulan minggu itu Mbak Shiel dan Mbak Mona ulangtahun, jadilah kami yang  lain sudah menolak membayar dari awal. Akibatnya, kami yang tidak mau membayar ini kudu rela dipelototin Mbak Sishiel tiap kali menunjuk gambar  masakan yang berharga mahal di buku menu. Padahal kami baruuuuu saja menunjuk, belom order *nangis geru-geru*.

Wkwkwkwk. Bercanda kok. Kami akhirnya mendapat semua menu yang kami inginkan kok. Hehehe.

Kalo obrolan sudah berjalan, perut dan rahang pun mulai kaku karena tertawa. Mentertawakan siapa lagi kalau bukan diri kami sendiri. Dan ada bagian obrolan yang siang itu membuat kami asli meledak gak karuan sampai perut kaku mulas tak tertahankan.

Entah siapa yang memulai bercerita dan apa pencetus cerita ini mengalir, aku sudah lupa. Kalau nggak salah waktu itu Bunda Ag menceritakan pengalamannya ketika dulu masih bekerja kantoran. Dia bercerita bahwa kalau ada customer datang dan duduk didepanya, maka tugasnyalah untuk menyambut dengan sapaan “Selamat Pagi (atau siang, atau sore), ada yang bisa saya bantu??” plus senyum loplinya itu.

Nah, kebetulan hari itu tidak ada satupun customer yang datang, tetapi banyak sekali customer yang menelepon. Sehingga praktis seharian itu kata-kata yang bunda sering keluarkan dari mulutnya adalah “Halooooo??” sampai berpuluh kali. Sorenya, tiba-tiba saja ada satu customer yang datang dan ketika duduk di depan meja bunda, kontan bunda menyambutnya dengan sapaan yang latah : “Halooooo??”

Wahahahaahahahah

Kita jadi ingat cerita waktu Mbak Sishiel menggiring anak-anak nonton bareng film Karate Kid dulu. Seperti biasanya, dengan lugasnya Mbak Sishiel memberikan pesan pada anak-anak sebelum film dimulai. Tapi kali ini ada yang aneh dalam pesannya.

Mbak Shiel :  “Anak-anak, nanti kalau ada adegan kekerasan atau ciuman gitu, semuanya cepat-cepat tutup mulut kalian yaaa”

Anak-anak : Iya Buk....*patuh tapi tak urung wajahnya pada bingung*

Mbak Shiel : :”Eeehhh kliruuuu....tutup MATA maksudnyaaaa hihihihihihi”

Baru deh anak-anak bisa ketawa. Huahuahuahuahuahahahah! *bogem mb Shiel*

 

Bicara soal telepon dan kesalahpahaman, tiba-tiba saja Mbak Mona bercerita tentang kebiasaan generasi-generasi manula di tempat asal suaminya. Kata Mbak Mona, ada kakek-kakek yang terbiasa rapi jali ketika bertemu dengan seseorang ataupun menjamu tamu yang datang kerumahnya.

Nah, suatu kali ketika si kakek sedang bersantai dirumah, tiba-tiba handphonenya berbunyi. Dia angkat handphone, ternyata dari seorang kenalannya. Baru saja mengucap salam, si kakek permisi dulu kepada si penelepon. Dia meminta si penelepon menunggu dan jangan menutup teleponnya karena ada hal penting yang harus dia lakukan. Ternyata si kakek buru-buru pergi masuk ke kamarnya, mengganti baju dengan pakaian yang rapi, menyisir rambutnya serapi mungkin, setelah itu baru mengambil kembali teleponnya untuk meneruskan pembicaraan. Huahuauahuahua aku yang keluar rumah saja nggak pernah rapi, asli malu deh ama integritas si kakek ini. Salut Kek! Wkwkwkwkwkw!

 

Yang paling bikin kami berlima ngakak, Mbak Mona kemudian bercerita tentang telenovela.

Jaman dulu kan lagi musim tuh telenovela berseri macam Isaura, Maria Mercedes, dan lain-lain itu. Nah saat mengikuti jalannya cerita-cerita itu, banyak sekali ibu-ibu yang jadi lebih semangat shalat tahajjudnya. Semangat puasa Senin-Kamisnya. Semangat beribadah deh pokoknya. Dan alasan yang mereka kemukakan adalah ini...

“Pokoknya kita mendoakan Maria Mercedes supaya pas serialnya tamat nanti, dia bisa menikah dengan Jorge Luis”

Whuakakakakakakakakakakakakakakakak!!


Wednesday, April 28, 2010

Mesin Cuci Cap Ulang Tahun

Mumpung masih emosi, aku tulis aja NOTE nya sekarang *hahahahah*

Secara aku ultah gitu ya, kalo inget wajah-wajah yang dulu pernah kuusilin, masuk akal dong kalo beberapa hari sebelum hari H aku udah meningkatkan kewaspadaan?? Kemarin sempat pasang status di facebook :

Sungguh aku tak mau GR, tapi mengingat semua wajah yang pernah kuusilin dimasa lalu itu, aku memang sudah sepantasnya SIAGA 1 menjelang hari besok itu. WASPADALAH! WASPADALAH! **Wawa MODE: ON**

Dan yang paling menyebalkan, semua orang nuduh aku GR!!!

Nah... Hari ini hari H....

Pagi-pagi tadi waktu morning routine berdua Mas Iwan, aku sempet cerita soal sms Mb Shiel yang tumben-tumbennya ngajak lunch, minta ditraktir lagi!! Padahal setiap dia ngajak makan, itu berarti ya dia yang traktir, kok ini aneh pake minta traktir segala?? Curiga dong....??

Lunch-nya baru nanti siang, jadi sekarangpun aku blum tau kelanjutan acara lunch itu nanti gimana wkwkwk

Habis akuk cerita soal sms mb Shiel, eh tiba-tiba ucluk-ucluk meluncurlah pengakuan dari MI. “Sebenarnya mb Levie tadi mau kasih surprise, dateng kesini dari Jakarta”

Hah??? Tuh kan???? *makin gak terima dibilang GR* Trus?? “Tapi gak jadi karena mendadak ada tugas kantor yang nggak bisa ditinggal.” Lanjut Mas Iwan.

Campur aduk deh aku. Antara mewek terharu dengan perhatian dan surprise mb Levie, juga seperempat nyukurin dia yang akhirnya batal surprisin aku *hihihihi* haduuhhhh suasana hatiku udah makin nggak enak aja, musti siap-siap kayaknya seharian ini bakalan dudul.

“Makane thooo, dadi uwong ojo usil-usil! (Makanya, jadi orang tuh jangan usil-usil!)” kata MI sambil uyek2 kepalaku yang udah mulai panas oleh curiga.

Jujur, aku juga nggak bisa nggak curiga sama dia. Terbukti sudah beberapa kali dia bikin surprise buat aku, bersekongkol dengan teman-temanku (lirik mb Maya, mb IYa, mb Levie, Wawa, Kak Mia, Titin, eh kok banyak ya?? uurrghhH!!). Apalagi pagi ini Mas Iwan terlihat sedikit terlalu maksa untuk antar anak-anak sekolah.

Rumah pun sepi setelah anak-anak berangkat...

Beberapa teman telpon, ucapin selamat ultah, doa ini itu (subhanallah, aminn atas semua doa yang indah itu), kemudian datanglah panggilan telepon itu...

Ngaku dari HE, toko elektronik langgananku. Nanyain soal mesin cuci yang kubeli sebulanan yang lalu. Soal kekurangan pembayaran.

Nah, waktu itu memang sempat ada kesalahpahaman antara aku dan pihak HE.Aku membeli mesin cuci merk dan type tertentu, tetapi rupanya pihak HE mengirimkan type yang salah, yang sebenarnya lebih mahal harganya. Hal ini baru mereka ketahui dua minggu kemudiannya ketika stock opname, dan setelah dua minggu itu mereka meminta aku memilih: mengembalikan mesin cucinya untuk ditukar dengan type yang kupesan (lebih murah), atau membayar kekurangan harga type itu (yang 400ribuan lebih mahal).

Suatu malam tim pengiriman mereka mengetuk rumahku. Sambil membawa mesin cuci baru type yang lebih murah, mereka berniat MENUKARnya dengan mesin cuci yang dirumahku. Sempat terjadi sedikit otot2an waktu itu (padahal aku orang yang paling deg2an lemes kalo diajak otot2an), karena ternyata setelah dua minggu itu terjadi penurunan harga. Ketika aku beli, type yang kuambil berharga Rp. 4.050.000 sedangkan type yang ternyata (salah) mereka kirim berharga Rp. 4.450.000. Nah dua minggu kemudian ketika kesalahan itu terdeteksi, harga sudah turun. Type yang kuminta berharga Rp. 3.500.00 dan type yang mereka kirim (yang sekarang ada dirumahku) berharga Rp. 3.800.000.

Dudul kan??
Waktu aku beli, aku sudah membayar senilai Rp. 4.050.000, tetapi dua minggu kemudian kalau mau mempertahankan mesin cuci yang ada dirumahku aku harus menambah Rp. 400ribu lagi untuk sebuah mesin cuci yang SAAT ITU hanya berharga Rp. 3.800.000????

Aku tentu menolak dan membuat tim pengiriman itu puyeng juga (walopun dia manggut2 mengerti melihat alasan dan posisiku). Untunglah masalah kemudian terselesaikan ketika manager (atau supervisor *lupa*) mereka menelepon.

Aku bilang aja “Ya kalo Bapak mau mengambil lagi mesin cuci dirumah saya, ya silahkan saja, cuman itu sudah dua minggu dipakai, sudah jadi barang bekas. Bapak mau?”

“Hah? Mesin cucinya sudah dipakai Bu??” katanya dari telepon seberang, terdengar kaget.

“Ya iyalah Pak!! Begitu datang ya sudah langsung dipakai wong saya beli itu karena punya saya yang lama emang udah rusak!” Gimana sih??

Fakta bahwa barang yang diinginkannya kembali sudah berubah menjadi barang bekas, akhirnya membuat si manager itu memutuskan untuk menyelesaikan masalah mereka secara intern saja, tidak melibatkan aku sebagai customer. Keputusan yang bagus!

Kembali ke panggilan telepon di hari ulangtahunku... Si penelepon mengaku sebagai manager baru, yang baru beebrapa hari bekerja, dan memutuskan untuk MEMBUKA kembali kasus salah kirim itu. Dia terang-terangan langsung memintaku untuk datang ke kantor HE dan melunasi KEKURANGAN PEMBAYARAN mesin cuci punyaku!

Yang membuatku tertarik pertama kali adalah suara peneleponnya. Sangat tertarik, seperti suara yang kudengar tiap pagi. Lalu kuintip lagi nomornya di id caller, 829xxxx. Nomor landline, bukan handphone. Aku apal banget tiga nomor awal itu, tiga nomor yang menggambarkan daerah darimana panggilan telepon dibuat. Aku apal karena nomor rumah mertuaku juga sama. Nomor kantor Mas Iwan juga sama. Nomor sekolah anak-anak juga sama, semua berawalan itu dan semua berada di kawasan yang berdekatan. Ini membuatku makin yakin dengan suara penelepon, karena nomor-nomor di Graha Pena pasti juga berawalan itu (karena tempatnya berdekatan dengan rumah mertuaku dan kantor suamiku dan sekolah anak-anakku kann???).

Belum semenit eyel2an dengan si penelepon, 90% aku yakin bahwa aku dikerjain Gokil HardRock FM yang kantornya ada di Graha Pena! Dan itu suara si Ivan penyiar! Gimana aku nggak apal wong tiap pagi aku denger??

Kuladeninlah dia *hahahaha* sambil membayangkan adegan aku cubit2 dan gablok2 Mas Iwan. Si Ivan rupanya tau aku sudah curiga, apalagi waktu dia tanya alamat lengkapku (mau ambil mesin cuci katanya, dan menagih udang sewa pakai mesin cucinya Rp.25.000/hari), dan aku malah nyolot “Alamat saya kan sudah ada disitu, ngapain Bapak pake nanya???”

“Alamat lengkap maksudnya.”

“Itu sudah lengkappppp!!!” teriakku.

Hahahahaha. Yang tadinya 90% yakin kalo aku dikerjain, langsung bulat jadi 100% kalo ini memang telepon usil! Apalagi nada suara penelepon tiba-tiba berubah, dan dia nggak panggil aku “Ibu” lagi.

“Eh kalo gitu kita ketemuan di mall aja yuukk?? Atau nanti saya kerumah kamu untuk ambil mesin cucinya??”

“Datang ajaaaaa!! Tapi aku nggak jamin bakalan bukain pintu yaa??!!”

“Gak papa, nanti saya buka baju kamu saja disitu”

Huwauhwuahuwhauhwuahauhuaw
DuduL!!!

Setelah terjadi baku hantam dan telepon ditutup. Aku langsung telepon Mas Iwan. Langsung ngomel-ngomel sedangkan Mas Iwan Cuma bales “I love You...muach... I Love You.. “

Kata-kata MI selanjutnya lah yang bikin aku mendadak berhenti ngomel dan langsung pengen PUP.

“Telepon Mbak Maya sana gih, dia juga berhak atas omelanmu itu”

*****S P E E C H L E S S**********




***
Ternyata, saat itu semua teman yang berhasil dihubungi Mb Maya, mendengarkan LIVE dari radio. &#$(@&*#()!*@!(*_(@#*@#. Yang didalam dan diluar negeri semua ikut mendengarkan LIVE.

DuduL ya!! Kata Mb Maya, Bunda Agustin yang dirumah (ternyata) gak punya radio, bela-belain nyalain mobil di garasi Cuma untuk dengerin radionya. Hahahahahah. Kezia dan Mb Mita yang di benua barat bahkan mendengarkan lewat streaming online juga loh! Astaganaga, jam berapa itu disana?? kalian pasti melekan sampe dini hari ya!!!

*takjub*

*gemess*

*terharu*

*sayang sama semua*

*pengen peluk semua*

*terakhir, mewek deehhh*

T_T


Oya, dan yang paaaling penting, AKU NGGAK GR!!!!

*gengsi bener dibilang GR*

:-P


:::::.....
Rekaman Gokil nya masih ada di MI, yang pingin mendengarkan ntar ya insyaAllah di upload ;-)
:::::.....

Monday, April 12, 2010

Ohh Listen To The Radio


Setiap berkendara sendirian, selain suara murattal dari pemutar CD, teman yang kerap menemani tentu saja radio. Frekuensi berapanya tergantung mood saat itu tentu saja. 

Entah kenapa, aku lebih menikmati radio daripada misalnya CD lagu koleksi sendiri. Mungkin karena kalau mendengarkan koleksi CD sendiri, list lagunya sudah bisa ditebak, sedangkan mendengarkan radio menyimpan potensi “kejutan” yang tersendiri. Kita akan merasa surprised ketika tiba-tiba terlantun lagu favorit lama yang populer waktu kita masih ABG dulu. Atau mungkin karena dari radio kita tidak hanya mendapatkan hiburan (musik), tetapi juga informasi yang seringkali menarik dan up to date.

Tergantung mood saat itu, tapi toh ada beberapa saluran radio yang paling sering kupasang di mobil. Itupun kalau aku sedang menyetir sendirian, dimana hakku untuk memilih apa yang diputar di mobil sepenuhnya ada padaku. Kalau ada suami dan (terutama) anak-anak, rasanya tak ada pilihan lain yang lebih kuinginkan selain melihat mereka gembira bisa mendengar apa yang mereka mau.

Kalau pas suami yang berada di belakang kemudi, radio favoritnya dia adalah saluran PAS (FM 104,3). Radio bisnis, tentu saja. Dan walaupun aku selalu memproklamirkan diri sama sekali bukan orang bisnis, tapi tak urung terkadang aku menemukan banyak hal menarik dari radio ini. Kadang cerita falsafah-falsafah dan tips bisnis yang disampaikan Tanadi Santoso, atau Tung Desem Waringin, atau James Gwee sangat bersifat universal. Pada beberapa cerita yang melibatkan karakter binatang sebagai analogi, Abe dan Bea bahkan menyukainya. Kalau anak-anak sudah menemukan cerita bisnis fabel begini, pasti dudul jadinya karena mereka inginnya cerita itu diulang lagi “Aku mau denger lagi!!” Lah, mana bisa, ini kan radio???

Kala sendirian, aku paling suka dengerin Metro Female  (FM 88.5). Pertamanya dulu suka karena saluran ini hampir 80 % berisi lagu, enak-enak pula. Diputarnya berbarengan di jam-jam aku menyetir sendirian pula. Pulang ngedrop sekolah anak-anak atau ketika berangkat menjemput. Tetapi kemudian aku makin suka karena info-info yang disajikan di saluran itu. Menurutku secara umum Metro Female adalah saluran khusus wanita yang paling bisa kunikmati. Nggak terlalu nyablak, nggak terlalu criwis, nggak terlalu ‘gaul’ dan juga nggak terlalu kemayu.  Daripada membahas mode dan pernik penampilan, mereka cenderung mengedepankan info yang lebih dalem, misal soal kesehatan, riset-riset terbaru dan lain-lain.
Seperti kemarin, aku sempat mendengar info tentang sebuah hasil riset di Kelley University di Indiana. Riset itu melibatkan dua kelompok partisipan yang diminta untuk memasukkan tangan mereka kedalam bak berisi air dengan suhu biasa, kemudian secara tiba-tiba memindahkan tangannya kedalam bak berisi air panas. Kelompok yang satu diminta untuk diam saja tanpa mengeluarkan satu patah kata pun sebagai reaksinya, sedangkan kelompok yang kedua diijinkan untuk MENGUMPAT. Ternyata hasil risetnya mengungkap bahwa kelompok yang diijinkan mengumpat ternyata bisa lebih lama bertahan di bak air panas itu daripada kelompok yang diam. Akupun jadi bertanya-tanya, adalah reaksi lain yang lebih efektif daripada mengumpat???

Kalau suasana hati sedang kurang ceria, aku tinggal switch  saja saluran radio ke HardRock Surabaya (FM 89,7). Sudah pada tahu dong dimana-mana radio HardRock itu seperti apa? Ancuuurrr!! Semua penyiarnya rata-rata juga ancuuurr!! Makanya kalau pas rada gloomy dan garing kurang bersemangat, aku selalu pantengin saluran ini. Apalagi pagi-pagi selalu ada penyiar Meiti disitu. Aku suka banget si Mei ini hahaha. Dia bukan hanya lucu dan gokil tapi juga kreatifnya nggak ketulungan. Suka menceploskan ide yang asli out-of the box banget. Bikin aku njeplak nggak keruan dengernya.

Seperti kemarin, ini Cuma satu contoh keciiilllll saja (satu saja) dari kegokilannya, dia pas on-air bareng penyiar cowo (lupa deh namanya, entah Ivan entah siapa ya). Trus mereka lagi seru ngomongin soal pernik-pernik pesta pernikahan. Salah satu yang menjadi omongan adalah make-up pengantinnya (khususnya pengantin wanita). Kata orang, perias yang bagus adalah perias yang bisa dandanin pengantin wanitanya sampe ”manglingi”....alias bikin pangling. Semakin tamu-tamu pangling lihat si penganten wanita, maka boleh dibilang perias itu makin ahli dan “sangar’ dalam mengerjakan tugasnya.

Nah si Meiti bilang, kalo begitu aja sih gampang.... Bahkan dia bilang kalo nanti dia menikah, nggak perlu itu sewa perias mahal-mahal paku juta-juta bahkan puluhan juta, apalagi pake puasa mutih 40 hari 40 malam segala. Kalo mau bikin pangling tamu-tamu sih gampang urusannya. Dia bakalan bisa tuh bikin dirinya sendiri manglingi di hari pernikahannya nanti. Caranya???

“Gampang!! Aku tinggal pasang kumis dan jenggot palsu di wajahku aja! Dijamin semua orang (bahkan suamiku) akan pangling lihat aku!!”




Sunday, April 4, 2010

[Cerita DuduL] Bicara Resiko Bisnis, MELIHAT Memang Beda Dengan MERASAKAN

Gara-gara komen di salah satu status teman, aku jadi teringat cerita ini...

Suatu kali, beberapa tahun yang lalu kami sedang menginap akhir minggu di Danau Sarangan. Menginapnya rame-rame bersama keluarga besar juga.  Nah ketika malam tiba, biasanya kan banyak yang nyamperin ke villa tuh, entah sekedar nawarin jualan sate kelinci, wedang ronde.....atau jasa pijit!

Selama ini, kalo sate kelinci dan wedang ronde kan selalu disambut antusias tuh sama semua orang, nah kalau jasa pijit beda, kebetulan kita belum pernah sekalipun nyoba pijit kalo menginap di Sarangan.  By the way, kita disini maksudnya ya Mas Iwan, karena kalau aku kebetulan nggak suka pijit, mungkin karena dirumah sudah jadi tukang pijit buat suami dan anak-anak kali ya hehehe.

Selain liburan bersama keluarga besar, weekend itu juga dimanfaatkan Kakung (bapakku) untuk meeting dengan beberapa kepala cabang yang juga datang dengan keluarga mereka. Malam itu meeting baru saja selesai,  suasana pun hangat dan bersemangat, pokoknya penuh dengan falsafah bidang usaha. Kerja keras, pantang menyerah, strategi bisnis dan sebagainya itulah. Mungkin karena ini juga akhirnya banyak orang yang ikut terpengaruh.

Ada seorang kakek tukang pijit yang dari sore sudah nyanggong disitu. Tidak juga menyerah menawarkan jasa pijit kepada siapa saja yang kebetulan lewat didepannya. Tetap duduk dengan santun dipinggir teras, diluar ruangan utama yang dipakai meeting. Mungkin dia ikut mendengarkan isi meeting, atau mungkin dia malah terinspirasi oleh meeting itu. Buktinya, dari sore sebelum maghrib, sampai saat meeting selesai dia masih betah loh tetap duduk disitu! Padahal waktu itu jarum jam sudah nyaris menunjukkan angka 10 malam!

Dan Mas Iwan rupanya sudah lama memperhatikan si kakek. “Hebat loh si kakek, pantang menyerah bener...mental usahawan sejati tuh...” komentarnya. Berpikir sebentar, kemudian dia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukannya ditempat itu sebelumnya. Si kakek boleh saja terinspirasi oleh meeting business yang tadi kebetulan dia dengar di ruang rapat, tapi rupanya Mas Iwan juga sangat terinspirasi dengan kegigihan si kakek.

“Aku mau minta pijit dia aja ah!”

Mas Iwan memang suka dipijit, jadi aku pun nggak berasa gimana-gimana dengan keputusannya itu. Diapun beranjak menghampiri si kakek yang tentu saja langsung berwajah ceria seketika. MI kemudian mengajak kakek masuk ke salah satu kamar yang paling pojok dan paling belakang dari villa. “Biar tenang dan nggak keganggu anak-anak yang pada nganciil itu” kata Mas Iwan sambil ‘cuma’ berpesan supaya aku bikinkan teh panas buat dia dan si kakek.

Waktu beberapa puluh menit kemudian aku mengantarkan 2 gelas teh panas ke kamar itu, MI sedang tidur tengkurap, dan kliatan rileks banget. Matanya sudah sayu pertanda dia bisa sewaktu-waktu ketiduran. Wah, rupanya oke juga nih si kakek, buktinya MI sampai terkantuk-kantuk begitu.

Sejam berlalu, lalu MI pun keluar kamar dan menghampiri kita yang sedang ramai mengobrol di ruang utama. Wajahnya cerah sekaligus rileks. Sambil merentangkan tangan, dia mulai melakukan strategi mouth-to-mouth untuk mendukung bisnis si kakek.

“Uenakkk lohh pijitannya!!! Aku sampai ketiduran nggak keruan tadi. Ada yang mau dipijit lagi?? Mumpung mbahnya masih disini?? Mas?”

Melihat MI begitu puasnya dipijit (sungguh iklan yang menggoda), salah seorang kepala cabangnya Kakung, sebut sama Mas R, rupanya tertarik untuk mencoba produk yang ditawarkan. “Bener enak mas? Kalo gitu aku coba ah!”  dan Mas R pun ngeloyor masuk ke kamar yang didalamnya masih terdapat si kakek, yang pasti berwajah ceria lagi karena sambil menunggu customernya tadi  ambil uang untuk membayar, eh ternyata ada customer baru lagi yang datang.  “Business is gooooddd...” begitu mungkin pikirnya, mirip salah satu dialog di serial Godfather, wkwkwkwk.

Adegan berikutnya, kutulis berdasarkan cerita dari Mas Iwan.

Jadi setelah ambil uang di kamar kami, MI balik ke kamar pijit untuk memberikan uangnya kepada si kakek. Apa yang ditemuinya ketika dia sampai di kamar itu, kemudian disadarinya tak lebih adalah sebuah resiko dari sebuah keputusan bisnis yang tadi diambilnya. Ya, seperti sudah disadarinya bertahun-tahun, semua keputusan bisnis pasti mengandung resikonya sendiri-sendiri.  Dan dalam analisa memperhitungkan resiko (sebelum mengambil sebuah keputusan), selalunya seorang businessman harus bisa mengandalkan ‘feeling’nya.  Itu, Mas Iwan juga pasti sudah lama paham.

Masalahnya, sometimes ‘to feel’ is something way different than ‘to see’ ....

Mas Iwan, ketika balik ke kamar pijit itu, jelas-jelas melihat Mas R sedang asyik dipijit dengan posisi tidur telungkup, punggung terbuka tak berbaju, wajahnya rileks dengan mata merem, persis seperti yang dilakukan Mas Iwan sebelumnya ketika dia sedang dipijit. Yang tadi pasti luput dari pandangan MI, adalah apa yang dilakukan si kakek tukang pijitnya....

Sebentar-sebentar, sekitar 10 detik sekali, sambil terus memijit punggung Mas R, si kakek terlihat mengarahkan telapak tangannya ke arah mulutnya sendiri. Rahangnya terlihat bergerak-gerak, macam gerakan mengunyah tapi juga mengumpulkan sesuatu. Suatu cairan lebih tepatnya, mungkin cairan ajaib  yang kemudian dia tumpahkan dengan lembut dan tanpa suara ke telapak tangannya. Yup, langsung, fresh from the mouth.  Cairan yang (kalau melihat ekspresi Mas Iwan sihhhh) tadinya pasti (pasti!) dikira semacam minyak urut oleh MI.

*berdoa sungguh-sungguh semoga para pembaca tidak ada yang sedang atau mau akan makan ketika membaca tulisan ini*

Oya, soal ekspresi Mas Iwan itu, terus terang aku juga kehabisan kata-kata untuk menggambarkannya. Yang jelas aku hanya merasa kasihan pada Mas R, itu saja... :-D



Sunday, March 7, 2010

Tentang BULU KETEK

Dari statur facebook ku pagi ini :


Tadi iseng melempar pertanyaan ke anak2...

"Semua yang diciptakan Allah nggak akan sia-sia. Kira-kira untuk apa Allah menciptakan BULU KETEK ya?"

Dan Abe pun menjawab...

"Supaya bulunya bisa dicukur, dikumpulkan, trus dipake untuk bikin kumis palsu!"

*mendadak mual*


Friday, February 26, 2010

Cewe Pintar

Status Facebookku pagi ini :

Tadi ngobrolin berita soal cewe2 lugu yg mau aja 'diculik' cowo2 yg cuma kenal di facebook.

"Beaaa, pokoknya Bea harus jadi cewe yang pintar dan bisa berpikir, jangan pernah mau diboongin dan dikibulin cowo2...okay??"

"Okay Buk!!".....toss!!

Tapi kemudian Bea mengerutkan wajah dan bertanya lagi dengan ironis "Kalo ya...ng ngibulin Mas Abe?? Gimana Buk??"...

**Ibuk speechless 2 menit karena faktanya Abe sering sekali ngusilin dan ngibulin adeknya, sementara Bapak ngakak karena faktanya sering ngibulin dan ngusilin Ibuk juga**

Akhirnya, kujawab saja "Cowo yang boleh usil ngibulin Bea cuma Mas Abe dan Bapak saja, kalo yang ngibulin yang lain, jangan mau ya Beaa!!"

Jawaban yang aneh...



 

:::...

Wednesday, February 24, 2010

[Kopdar DuduL] Part 3 : Behind The Note

Tahu kan apa yang khas dari film-film Jacky Chen?? Yup, tiap film selesai, selalu ada cuplikan adegan-adegan salah yang lucu dan tidak masuk kedalam film. Anggep aja NOTE ini begitu, berisi sempalan beberapa adegan yang bikin njeplak selama kopdaran weekend kemarin di SUB yang belum ketulis di note-note terdahulu.

***
Sabtu malam, waktu ngumpul di House of Wok, kita berdelapan foto bersama. Supaya frame cukup, maka kami harus duduk berjejer dan berdempetan. Ceklak-ceklik beberapa menit, kemudian mas2 pelayan yang kita maintain tolongpun menyerahkan kamera kepada kami yang masih duduk berjejer panjang.

Lamaaaaa berlalu… Nggak ada yang berdiri. Tampaknya semua kompak nggak ingin melepaskan rasa hangat yang timbul dari acara duduk berdesakan berdempetan itu. Hampir semua diam sepanjang waktu yang lumayan lama itu. Sampai kemudian lama-lama mulai muncul celetukan "Kok panas ya??" disusul teriakan “Wooii kok panas yaaa…sumuukk sumuukk!!” disusul yang lainnya “Gerah rekk…panaasss!! Agak kesanaan doong!!”

“Panaassss disini panaasss!!”

Hahahahaha emang enak ya ndusel-ndusel begitu… Hahahaha!


***

Malam itu, kami semua mengajak anak-anak. Dan House of Wok kupilih karena tempatnya deket banget sama Timezone. Akibatnya, kami semua tanpa terasa diporotin habis-habisan tanpa ampun malam itu, oleh siapa lagi kalau bukan anak-anak kami.

Semua berangkat ke Timezone dengan kartu dan uang untuk mengisinya. Kami para ibu, sedang seru-serunya tuh kopdaran. Beberapa saat kemudian, Abe kembali mencariku “Ibuukk, minta uangnya lagi.”

Okelah, aku kasih lagi… Emang idenya anak-anak biar nggak “terbengkalai” selama nungguin emak-emaknya kopdar.

Beberapa detik kemudian Shafa juga kembali menemui Mb Agustin, dengan alasan yang sama. Mbak Agustin, seperti juga aku, nggak punya pilihan lain selain memberikan begitu saja apa yang diminta anak-anak..

Lalu AmeL datang… “Kartunya Kak Khanza sudah habis bukkk” sambil tangannya tarik-tarik baju mb Sishiel. Nasib mb Shiel pun sama dengan aku dan bunda… Begitu juga yang terjadi dengan mb Cindy, mb Olive…

Tak lama kemudian, Bea datang diikuti AmeL… “Ibuukk….kata AmeL aku harus minta uang lagi Bukk…”……**kasih uang ke mereka dengan puyeng** …lalu ada lagi yang datang…lagi…si anu…si itu… lagi dan lagi…

Lamaaaa, ketika kita akan pulang, baru kemudian bunda AG nyeletuk. “Kayaknya selain kita yang bergembira disini, anak-anak yang disana tuh gembira bukan main juga deh… Aku udah habis buanyak loh tadi itu..”

“Aku juga!!”

“Hahahahaha iyaaa emang dasar nih anak-anak”

“Ya Allah ho’oh!! Aji mumpung bener ya mereka! Biasanya 25 ribu udah pada puas loh maen. Lebih dari itu kita udah tereak2 ‘Nggak boleh, udah berlebihannn!!’ Ini tadi berapa kali coba kita keluarin duit??”

Oalaahh… Sungguh mereka ternyata adalah anak-anak yang pintar membaca peluang… *keluh*


***

Ini cerita dari mb Shiel. Malam Minggu itu, Mb Maya dan Mb Levie kan menginap dirumah Mb Shiel. Tengah malam, ketika semua dirumah itu sudah tertidur, hanya tinggal mereka bertiga yang masih melek. Muncullah ide cemerlang untuk upload foto pake piyama masing-masing. Karena ada yang tidurnya bercelana pendek dan bersinglet saja, dan juga ingin fotonya berkesan “mendalang semalam suntuk” maka dipakailah 3 helai kain batik sebagai wardrobe.

Mulailah ketiga beduL itu umek, sibuk mengatur dan melilitkan kain-kain batik itu dalam berbagai model. Ujung ini diikatkan ke ujung itu melingkar ke leher. Yang situ disilangkan ke bahu. Yang satunya dilingkarkan ke kepala. Umeeeekkkk lamaaa sampai akhirnya mereka sudah duduk berjejer rapi, memegangi setiap ujung kain dengan kedua tangan mereka, dan bibir sudah senyum siap pose menghadap kamera. Kemudian, mendadak mereka sadar…

“Lahhhh….TRUS SIAPA YANG MOTRET KITA???”

Hahahahahah! DuduL!!!

Mau bangunin siapa juga kasihan kan, masak bangunin tengah malam hanya untuk motretin??

"Kan bisa tuh, kamera disetting motret sendiri??"

"Bisa! Tapi aku gak bisa caranya!!"

"YM IYa aja yok, tanya..."

"Apa sih namanya itu?? AUTO JEPRET ya??" Wakakakakaakakak hadoh Gustiiii istilah macam mana pula ituu??? AUTO JEPRET???? *njepret mb Maya pake karet gelang*

Akhirnya, seperti yang sudah kita lihat, foto mereka bertiga diambil dengan metode self-shoot dan segala model lilitan kain batik yang dibuat dengan ketelitian dan keumekan yang tinggi tadi, tinggallah kenangan karena tangan yang tadi dipakai untuk memegangi kainnya, terpaksa harus dipakai untuk memotret. Cape dehh….. :-D


***


Waktu paling seru dari acara wiskul seharian di Hari Minggu itu tentu saja pas di mobil. Didalam mobil meriah pol, ngobrol apa aja bahkan saking banyaknya bahan obrolan, seringkali satu topik blum tuntas dibahas, eh sudah ganti topik lainnya.

Mba Itho, yang merasa banyak ketinggalan berita2 penting, ngobrol sambil pantengin BBnya, loncat FB sana-sini, sampai kemudian tiba-tiba dia tanya :

“ Kalo yang namanya IYa itu laki-laki apa perempuan sehhh???”

**glodhak**

Nggak ada yang mampu menjawabnya, kita hanya bisa saling pandang dengan tatapan tak percaya. Sementara orang lain masih saling pandang, Mb Itho meneruskan pertanyaannya. “Itu yang namanya Hari Hari itu kan??”

Mb Maya ternyata cukup sabar dan cukup cepat kembali kealam nyata untuk menjawab. Emang ada yang namanya Hari, tapi Hari Mawardi. Kalo IYa itu emang namanya IYa Harry, Harry itu nama suaminya.

“Jadi IYa itu perempuan ya??” semua masih membisu tak percaya, hanya cekikikan mb Itho sendirian yang terdengar.


***

Masih soal Mb Itho. Waktu dia datang menemui kita, dia bawa tiga pak oleh-oleh berupa singkong manis. Oleh-oleh itu katanya dia bawa dari Malang kemarinnya, padahal waktu itu kan dia belum tahu kalo ada 3 beduL ini yang datang ke SUB?? Dasar mb Itho, dengan lugu bin inosen diapun menjelaskan dengan gamblang…

“Sebenarnya ini oleh-oleh buat mertuaku sihh… Malah aku sudah bilang ke mertuaku semalam, kalau aku bawa oleh-oleh singkong manis dua pak, dan sudah aku masukkan di kulkas dirumah beliau, gitu. Tapi trus tadi KUAMBIL AJA LAGI dan kubawa buat kalian. Hihihihi. Aku udah bilang kok sama ibu mertuaku, Maaaaa singkongnya kuambil lagi ya Maa… Hihihihi”

Semua gubrax, dan hanya cekikikannya mb Itho yang terdengar… Trus aku lupa siapa, tapi ada yang tanya “Lah, ini kok kamu bawa 3 pak?? Yang satu pak punya siapa?”

“Sebenarnya buat bapakku sih, tapi nggak papa kok…Hihihihi..”

Semua : **melongo**


***

Soal oleh-oleh, ada yang duduL lagi…

Saking sempitnya waktu, dan terlalu banyak tempat makan yang ingin didatangi, kita-kita tuan rumah sampai nggak sempat mikirin dan diskusiin masalah oleh-oleh buat 3 tamu ini. Padahal biasanya itu seperti wajib kami lakukan kalau ada yang datang. Mba Maya dan Mba Levie kan pengen banget tuh bawa lontong kikil dari SUB, nah akhirnya kita antarlah mereka berdua kesana untuk beli bungkus. Meri waktu itu masih sibuk ikut yang lainnya makan sate klopo yang tempatnya memang berdekatan. Pulang dari situ, Meri sempat membungkus beberapa tusuk sate, buat dimakan di kereta katanya.

Waktu kita sampai di Stasiun Gubeng, aku jadi teringat waktu Meri datang kemarinnya. Dia itu bawa banyak oleh-oleh buat kamu semua. Bener-bener segambreng karena ada kripik balado dan serba-serbi makanan dan souvenir dari Padang, ada juga bakpia yang dia beli di Jogja.

Hatiku langsung kecut nggak rela melihat dia hanya bawa seporsi sate klopo ditangannya. “Ya Allah Merrr…kita bener2 nggak siapin oleh-oleh buat kamu nih ternyata… Gimana dong???” raungku panik.

“Ahh gak papa Mbaa…lagian aku anak kost juga, nanti malah repot kalo bawa2 banyak makanan” jawab Meri. Yahh pastilah kalo kami di posisinya akan jawab gitu.

“Iya ya Mer, aduh kamu mau apa?? Mumpung disini nih..” Mb Sishiel ikut bingung sambil elus2 bahu Meri.
“Bener mbaaa gak papa, gak usahhhh”

Mb Sishiel, kemudian datang dengan ide paling duduL yang pernah kudengar…

“Atau kamu mau mentahan uang aja Mer?? Nanti kamu bisa beli apa aja yang kamu mau di Jogja pake uang itu. Mau Mer??”

Ampun Gusti… **tutup muka dengan kedua telapak tangan**


***

Oya, dalam perjalanan ke Stasiun Gubeng untuk mengantar Meri pulang itu, ada yang duduL juga… *hahahaha baru inget aja aku udah pengen ngakak*

Hari Minggu pagi itu kan kita rame-rame telepon Mb Mita di SEATTLE. Satu per satu kita ngobrol sama Mb Mita, tentu dengan gaya kita sendiri-sendiri. Paling mules tuh dengerin Mb Shiel ngobrol sama Mb Mita, pake bahasa Sakerahan, dan sudah seperti kami semua duga, dua orang itu paling betah ngobrolnya. Setelah semua mendapat giliran ngobrol, mb Shiel sekali lagi minta ngobrol lagi sampai lumayan lama.

Nah, semalam sebelumnya kan Mb Shiel emang nyaris nggak tidur kan?? Waktu kita semua di Juanda mengantar mb Maya dan Mb Levi, aku suka banget motret2 wajah mb Shiel yang udah sendu dan kucel minta disetrika itu. Hahahahah kalo kurang tidur ternyata dia itu lucu banget!!

Selesai di Juanda dadagh2 sama Mb Maya dan Mb Levie, kita pun langsung menuju ke stasiun Gubeng, mengantar Meri. Di perjalanan dari Juanda ke Gubeng, Mb Shiel ijin untuk tidur sebentar di mobil. Semua kompak menyuruh dia tidur, karena perjalanan Juanda-Gubeng cukup jauh juga, sekitar sejam. Maka Mb Shiel-pun sandaran, dan langsung tertidur.

Beberapa puluh menit kemudian dia kriyip-kriyip bangun… “Ahhh lumayann sempat hilang tidur…” dengan wajah yang masih error diapun kembali ikut ngobrol dengan kita.

Tiba-tiba, sekonyong-konyong dia menegakkan badannya dari sandaran, trus dengan mata menyala-nyala dan ekspresi bersemangat tinggi, dia mengabarkan sebuah berita penting kepada kami (semua yang di mobil itu). Sebuah berita yang (dari ekspresi mb Shiel) tampaknya harus segera dia sampaikan, karena kita semua belum mendengarnya, dan harus mendengarnya karena berita ini sangat penting!

“Ehhhh tau nggakk!?!??!? …..TADI PAGI KITA SEMPAT TELPON MITA JUGA LOOHHH!!!!”

Kami : **pingsan**

Mb Sishiel shock sebentar melihat wajah pingsan kami semua, lamaaaa baru dia sadar setelah nyawanya sudah ngumpul kembali. Keinginan kami saat itu cuma satu : melempari dia dengan apa saja yang ada disitu.


***

:-D

***

[Kopdar DuduL] Part 2 : Kisah mb Levie, si Poni dan Suamiku (lagi) :::..

***

Senang rasanya berdua bersama Meri disini, didalam toilet (pilihan tempat yang aneh). Kami cekikikan mengingat bagaimana dulu dia pernah pake mukena dan ngendon didalam toilet, dalam rangka ekting jadi HANTU TOILET dalam rangka member surprise ke Mb Irmaes, tapi berakhir duduL karena yang lari ketakutan dengan busa masih diwajah (krn belum selesai cuci muka)adalah mbak-mbak karyawan mall yang kebetulan masuk situ. 
Akhirnya jadi ngobrolin mb Ulik juga yang waktu itu jadi Partner-In-Crime Meri. Dan kalo sudah mendengar kata-kata mb Ulik, nggak ada itu critanya aku nggak ketawa. Duh, kangen banget deh sama mba beduL satu itu…..hihihihhii…..
  Keluar dari toilet di Sutos kitapun kembali ke House of Wok, tempat semuanya berkumpul. Barusan mb Itho mengabarkan kalau dia nggak jadi bisa datang karena jalanan banjir. Sore itu memang hujan lebat. Ya udahlah Mer, besok siang kan kita masih ngumpul lagi, nanti surprise buat mb Itho dikasihkan besok aja…belum ada yang upload foto kopdaran kita juga kan…

Sesampai di HoW, mataku menangkap seseorang yang membelakangiku, sedang ngobrol dengan Mb Shiel. Wait, aku rasanya kenal pinggang itu….dan potongan rambut itu sepertinya baru kulihat beberapa waktu yang lalu….?? Dan ada poni!

Kesadaran menghantam kepalaku bahkan sebelum aku melihat wajah wanita itu. Kalau ada pelajaran yang kudapat dari acara surprise2an yang selama ini terjadi, itu adalah bahwa tak ada yang tak mungkin untuk terjadi. Itu jelas-jelas Mb Maya!! Aku berteriak2 dalam hati, tapi mulutku gak bisa bersuara, hanya bola mataku yang berputar-putar tak percaya sambil liat dia. Aku hanya bisa melipir kesamping untuk menunjukkan kecuekanku, angkat Rayya (si kecilnya mb Olive) yang kemudian meronta minta diturunkan. Setelah Rayya turun, aku berdiri berbalik untuk memeluk (atau mencekik??) tetapi yang kuhadapi bukan wajah berponi mb Maya…
Tapi Mb Levie!!!!!

Ya ALLAHHHH!!! Mb Levie langsung nguyek2 peluk aku yang masih melongo…. Dan sejurus kemudian dia melihat Mb Sishiel…. Tahu sendiri kan mereka ini belum pernah ketemu “didarat” padahal udah kayak gitu modelnya kalo di udara??? Mereka memang ‘dendam kesumat’ pengen ketemu sudah sejak lama.

Rusuuhhhhh!!!!! Restoran pun jadi gegap gempita dan rusuhhhhh!!!!! Semua nggamblok berhambur ke pelukan ke Mb Levie tanpa ada yang ditahan-tahan.

Belum reda kerusuhan, tiba-tiba Meri memekik lagi, berteriak….. “Mbak MAYAAAAA!!!!!!!!!!! Ya Allah Mbak Mayaaaaaaa!!!!!”….*kerusuh
an ter pause sejenak karena glodhak pingsan dulu demi liat Meri yang baru tau kalau ada mb Maya disitu*

Asli restorannya rusuh berat. Mb Olive nyolek aku, trus dengan isyarat matanya nunjuk ke meja di samping meja panjang kami. Disitu ada oma-oma yang wajahnya horror, seperti mau terkena serangan jantung gitu. Takut-takut ngeri, aduhhh kasihan sekali pokoknya. Dengan mata nanar dia melihat kearah meja kami yang masih pada gablok2an, dan kemudian memutuskan untuk PINDAH MEJA ke tempat yang agak jauh dari kita. (Duh kasihan bener loh oma2 itu). 
Didepan meja, ada dua pasangan muda yang juga jadi korban. Jadi mb Levie kan pake tas ransel di punggungnya tuh. Waktu dia berdiri berputar-putar digabloki orang-orang, beberapa kali tasnya sempat menyenggol kepala pasangan itu. Ya ampuunnn…. Mb Shiel kemudian nyamperin mas-mas itu untuk meminta maaf… “Kena ya mas? Maaf ya mas…maaf…” (tuh kan? kalo oma2 aja nggak disamperin, giliran mas-mas langsung jadi sopan deh mb Shiel....duduL)

Setelah agak reda, alarm di otakku langsung berbunyi lagi dengan keras. “Mbakkkk!! Mbak May!! Mbak Leevvv!!!” panggilku dengan suara keras (soalnya masih rusuh rame tuh). Setelah semuanya memandangku, aku langsung menggerung…

“SEKARANG DIMANA SUAMIKU ITU???? DIMANA DIAA???” 
Ketawa mb Maya dan mb Lev sudah cukup membuktikan bahwa otakku makin pintar sekarang. Pantesan dari tadi MI tuh umekkk aja bolak-balik telp. Katanya mau nyusul habis maghrib, tapi kejebak macet (which is memang SUB sore itu diguyur hujan lebat), trus bentar-bentar Tanya “apa sudah ngumpul semua??”….”sudah mulai makan blum?”….kukira itu karena dia kesepian ditengah kemacetan (dia memang biasa gitu kalau kena macet dihari libur, nggak bisa nyambi kerja dan akhirnya suka gangguin kita yang dirumah dengan telpon2 gak penting)…..pake nawarin pergi karaoke lagi!!!....telpon2 itu….sms-sms itu….TERNYATAAAA…!!!
Pembaca sekalian, gimana critanya sampai Mb Maya dan Mb Levie ada disitu malam itu, aku nggak akan cerita. Biar Mb Maya saja bikin NOTE sendirim (sana, pada didemo gih, jangan wall ku aja :p).  Innilah dia…aku, sekali lagi adalah seorang istri yang dikhianati suami sendiri, dengan sahabat sendiri pula!! Jadi aku nggak mau nulis tentang itu, NGGAK MAU!!! …*pilu *… Yang jelas, sekali lagi MI akan menerima akibatnya!! Huh!! *nggak pake icon marah tapinya… tapi malah pake icon blushing* 
***

Begitulah…malam itu akhirnya jadi beberapa puluh derajad lebih hangat di Surabaya yang hujan. Lebih hangat dan lebih menyenangkan…. Dengan bekal kemampuan premanita nya, Mb Shiel kemudian berhasil menyandera tiket pesawat pulang dan tiket hotel mb Maya dan mb Levie. Malam itu Meri memang akan menginap dirumahku, jadi mereka berdua nggak boleh menginap di hotel!
  “Udah! Nginep dirumahku aja! Aku lho lagi nggak ada suami!” kata mb Shiel tak bisa dibantah sambil nelpon travel untuk membatalkan hotel. Sebelumnya Mb Shiel memang sempat pasang status wiken melas karena tiap wiken selalu ditinggal pergi offroad sama Mas Ridho. Hahahaha senang juga liat wajah mb Levie dan mb Maya yang bengong sambil liatin mb Shiel menelepon “Mbak Sonya” dari travel. Mbak Sonya??? Siapa yang beli bakso??? *wakakakakak*

Kami rame disitu sampe anak-anak udah mulai rewel karena mengantuk. Meri pun ikut bersamaku dan nginep dirumah. Sedangkan mb Maya dan mb Levie masih kepingin makan Rawon Setan dulu, baru ikut nginap kerumah mb Shiel.

Besoknya, pagi-pagi kami udah ngumpul dirumah mb Shiel dan melihat bahwa ternyata semalam mb Cindy udah upload foto dan mb Itho melihatnya. Jadilah dia ngomel-ngomel sendiri, bilang kalo tahu begini tadi malam dia bakalan menerjang banjir naik getek ke Sutos, hahahahah! Tak lama kemudian mb Itho nyusul kerumah mb Shiel. Oya, kita juga sempat TELPON MB MITA di Seattle pagi itu. Hahahahaha seruuu!!! Bergantian semuanya membulatkan tekad untuk membujuk nya pulang ke Indonesia!! (dengan bahasa masing-masing tentu saja… *lirik mb Shiel yang nelpon pake bahasa Sakerahan*)

Kita berdelapan seharian keliling kuliner. Pagi-pagi makan SEMANGGI SUROBOYO…trus lanjut LONTONG KUPANG…siang mantengin SATE KLOPO dan LONTONG KIKIL di Ondomohen. Semua menyenangkan karena disambi ngobrol gak keruan dengan hangatnya. Kami cerita tentang apa saja sambil ditingkahi kekonyolan-kekonyolan (paling banyak Bunda Agustin kan yang konyol?? Bukan aku kok. Hihihihi)

Inget nggak kebiasaan anak kecil, kalau suatu waktu dia terlalu banyak tertawa, maka malamnya dia bakalan rewel nangis??? Well, siapa bilang itu berlaku hanya untuk anak-anak?? Menjelang sore ketika kami satu persatu melepas tamu-tamu istimewa kembali pulang, semua mewek!! Di Juanda, aku nggak akan pernah lupa bagaimana sendunya wajah Mb Levie ketika pamit. Air mata yang menggenang itu, ASLI terasa hangat dan manis dihatiku. Rame-rame kami berpelukan bertangisan persis kayak anak kecil. Juga ketika melepas Meri di stasiun Gubeng sesudahnya. Ohh Meri… nggak akan ada kata-kata yang akan bisa melukiskannya, Mer.
  SEMUA INI TERJADI GARA-GARA KAMU MERR!!. Gara-gara kamu adalah mahasiswi duduL yang selalu bikin status ngantuk kalo harus belajar menjelang ujian, tapi paling rajin kalo disuruh jalan-jalan sendiri keluar kota dan mengunjungi kami teman-temanmu ini. Apa yang lebih mengharukan dari hal itu coba?? Mb Ulik dan semua yang pernah ketemu Meri di Jakarta pasti mengerti apa yang kumaksud.

Silaturahim memang selalu terasa indah dan hangat di hati. Kita bergaul setiap waktu lewat internet, dan menemukan bahwa semua itu NYATA karena ketika bertemu muka, kami pun menemukan cinta yang sama yang bahkan terasa jauh lebih hangat karena kami bertemu muka. Pagi tadi waktu aku nyetir sendiri sehabis ngedrop anak-anak, yang terpampang di kaca jendela depan adalah bayangan wajah Meri, Mb Maya dan Mb Levie. Kehangatan kembali menyelimuti hati ketika mengingat kebersamaan kami seharian kemarin. Dan aku yakin, ini juga yang masih dirasakan Mb Shiel, Mb Cindy, bunda Ag, Mb Itho dan Mb Olive.

Kata pepatah, “Kita mungkin akan lupa seperti apa wajah dan suara seseorang, tetapi kita tidak akan pernah lupa KESAN yang kita rasakan ketika kita ada bersama mereka.”

Terimakasih atas kedatangan semuanya kesini. Semua sangat-sangat berkesan!! Kopdaran memang bikin kecanduan (MI buktinya!), jadi aku akan makin rajin berdoa semoga Allah memudahkan kita segera bertemu kembali. Dan semoga persaudaraan kita abadi dalam perkenan Allah SWT. Aminnn Yaa Rabb….. Aku (makin) sayang kalian semuaaa *peluukkk massal*
***




[Kopdar DuduL] Part 1: Kisah Meri, Mimi dan Dua Adnan:::...

***
Kenangan kopdar “gunting pita” di apato Wawa pada 31 Januari 2010 lalu masih sangat amat terasa berkesannya, ketika kemudian dari Yogyakarta Meri datang di inboxku dengan kabar gembira.

“Mba, aku mau ke Surabaya!!”

Maka dibuatlah inbox berempat. Aku, Mb Maya, Mb IYa dan Meri. Sibuk deh kita bikin rencana kedatangan dan skenario. Targetnya tentu saja sebanyak mungkin yang ada di Surabaya. Aku yang kebagian tugas mengumpulkan mereka, dan sempat bingung juga musti pake alasan apa, akhirnya menemukan juga….

Mb Shisiel, bunda Agustin, Mb Olive dan beberapa teman lain udah beberapa tahun ini kan bikin arisan. Biasanya tempatnya di restoran, sekalian lunch. Kebetulan aku nggak ikut. Tetapi dudulnya, kalo pas salah satu dari mereka itu dapet arisan, aku selalu diundang. Wecks, ini DILEMA. Mau nggak datang itu diundang, tapi mau datang tapi aku nggak pernah ikut bayar makannnya. Sungkan kan?? Akhirnya, aku datang sebisa mungkin tetapi dengan acara ledek2an yang tanpa daya kubuat sendiri untuk diriku.

Suatu kali….”Aku duduk di pojokan ini aja deh, hikss”

Di lain kali…. “Aku jadi tukang potonya aja deh..hikss”

Melas kann??? Nah akhirnya kebetulan, pas Meri datang sekalian aku undang saja mereka untuk ngumpul dan makan. Itung-itung menebus yang dulu-dulu itu kan, hehe. Semua sudah oke, kitapun sepakat untuk ngumpul makan Sabtu sore jam 5 di House of Wok, di Sutos.

***

Sabtu, 20 Februari 2010, Jam 13.00 WIB

Akhirnya aku dan MI jemput Meri di Stasiun Gubeng, dan akhirnya….setelah semua yang kita lalui itu, akhirnya aku KETEMU Meri!!! Senangnyaa….akhirnya ya Merr??? Kamu ternyata lebih menggemaskan dari yang kukira *sekarang udah kangen nih*. Seperti yang sudah direncanakan, habis dari stasiun (dan makan siang soto Madura) kita langsung meluncur kerumah Mb Cindy. Berharap bisa surprise in dia sebelum sore itu.

Sesuai skenario, sekitar jam 2, waktu masih dijalan Meri meminjam salah satu telpon MI yang nggak bakalan dikenali oleh hp mb Cindy. Meri pun menjelma menjadi Mimi. Mimi pun mengirim sms….
“Selamat siang Bu Cindy, sy Mimi reporter tabloid “Rumahku” ingin datang meliput rumah ibu untuk dimuat di tabloid kami. Bisakah saya telpon sekarang?”

Sms dicuekin…. Si Mimi pun gak sabar dan memilih untuk telpon saja. Apalagi tadi selama di kereta sudah berlatih logat medok Jawa. Mimi pemberani loh, wajahnya bertekad bulat akan berakting sebaik mungkin, beda dengan yang selama ini di inbox yang maunya “ditemenin mb Wahida tapinya yaaa”.
Singkat cerita, ternyata dengan mudah Bu Cindy mengijinkan Mimi datang kerumahnya siang itu. Sempat ada pertanyaan “darimana mbak dapet no hp saya?” dan ini sudah kuantisipasi. “Dari temen Bu Cindy, namanya Bu Jenny”

*Mb Jenny, dirimu aku tag di cerita ini yaa, maaf aku sudah seenaknya mencatut namamu, dan siapa yang menyangka ternyata ketika mb Cindy konfirmasi ke mb Jenny, ternyata rumah mb jenny MEMANG pernah diliput tabloid “Rumahku”!! hahahaha sungguh kebetulan yang menakjubkan*

Singkat kata, Mimi pun kami turunkan di ujung jalan rumah Mb Cindy, jalan yang berhiaskan foto ayah itu hehe. Mas Iwan kemudian memarkir mobil agak jauh, di tempat teduh yang disitu kita masih bisa melihat rumah mb Cindy. Menunggu dan berdoa untuk Meri, eh Mimi.

Mimi pun dipersilahkan masuk kerumah Bu Cindy. Waktu itu Ayah sedang ada beberapa orang tamu yang ditemui di ruangan kantor dirumahnya. Ruangan kantor ini terhubung langsung dengan ruang tamu, dan waktu itu pintu ruang kantor dibuka. Mimi kemudian duduk di sofa, menunggu Bu Cindy keluar.

Apa yang terjadi kemudian ketika Bu Cindy keluar untuk menemui Mimi?? Belum sempat Mimi mengucapkan sepatah katapun, Bu Cindy sudah keburu berteriak “MERIIIII!!!!!!!!!” trus lari2 peluk2 Meri dengan rusuh. Saking rusuh dan hebohnya, Ayah pelan2 tapi pasti harus menutup pintu ruang kerjanya.

Hahahahaha!! Bubar skenario!!

Akupun akhirnya menyusul kerumah setelah mb Cindy sms in aku yang masih di mobil sama MI “Bee…nanti sore aku nggak jadi datang ke Sutos… Ada tamu…”

Hahahahahah!! Aduhhh padahal asli wajah Meri sudah pemberani loh…ternyata ohh ternyata…

***

Dirumah mb Cindy, kitapun mendiskusikan skenario untuk nanti sore. Akhirnya Meri tetep jadi Mimi, tapi kali ini Mimi The Nanny alias jadi pengasuhnya Dhilla (anak mb Cindy yang bungsu). Itu gara-gara dari awal ketemu Dhilla bikin kita gubrax dengan memanggil Meri dengan sebutan “embak”.

Oke, rencananya nanti begitu tiba di House of Wok (HoW), mbak Mimi ajak anak2 main di Timezone yang memang berdekatan. Kemudian ketika mb Shiel datang, aku akan cerita betapa mb Cindy stress dengan pengasuh barunya, yang di hari pertama kerja aja udah berani ngobrol dengan Ayah (Meri emang sempay ngobrol soal Padang sama Ayah hehehe). Trus habis itu Mimi datang bawa Dhilla, trus bikin mb Shiel gondok dengan ini itu…yang mau merebut kursi lah, segala macam.

Akhirnya Mb Shiel datang… Ngobrol bertiga dengan aku dan mb Cindy (ngobrolin soal mbak Mimi yang bikin mb Cin stress itu), kemudian datanglah Mimi menggandeng Dhilla…

Mb Shiel menyambut Dhila, salim-salim, kemudian sempat melirik mb Mimi… Sedetik kelihatan bengong sambil mikir (ada ya bengong sambil mikir??) telunjuknya terangkat kearah wajah mba Mimi.

“INI MERI KANNN???? IYA KAN??? IYAAAAAAA INI MERIII KANNN??”

Hahahahahah heboh lagi deh!!! Ternyata wajahmu memang gampang dikenali Meeerrr!!! Wakakakakak

Meri sempat lemes karena dari tadi skenarionya kok terlalu cepat berakhir. Akhirnya kita dapat kabar, Mb Agustin bentar lagi datang. Kita semua langsung optimis kembali.

“Tenang Mer, kalo sama Mb Agustin, kamu nggak akan ketauan, percaya deh!!!” kataku.

“Ho’oh, kamu diem aja duduk disitu, nggak usah ekting ngapa2in, dijamin Mb Ag nggak bakalan sadar kalo itu kamu!!” sahut mb Shishiel

Mb Cindy sudah ngikik2 menyetujui sambil mengingatkan kembali track record bunda Agustin…hahaha!

***

Ssstt…bunda Agustin datang!! Atur2 Shafa dan Daffa dulu, nyangoni mereka nyusul main sama anak2 lain ke Timezone, kemudian menyalami kami satu persatu. Nyalami mb Shiel, mb Cindy, kemudian ketika masih cium pipiku bunda sudah melirik Meri yang duduk disebelahku.

“Ini siapa…??” tanya bunda sambil ngeliatin Meri…trus jabat tangannya Meri..

“Itu mbak e Cindyyyy” jawab Mb Shiel…

“Ohh…” kata bunda “percaya”, trus duduk….

Kita berempat sudah pandang2an sambil menyamarkan cekikikan…

“Stt…mb Cin, ayo mulai itung waktunya…” kataku memberi aba-aba….pengen tahu berapa lama sebelum nanti akhirnya bunda sadar bahwa ada Meri disitu.

Kitapun ngobroool….ngalor ngidul…bunda tetep nggak tau kalo yang duduk disebelahku itu adalah Meri. Lima menit…sepuluh menit… eh tiba-tiba ada yang nyamperin meja kita. Bunda Agustin menghambur ke mereka, ternyata itu temen SMP nya.

Bunda minta ijin “Aku naik dulu nemuin mereka ya, sebentaarr aja, sapa2 thok habis itu balik lagim kesini…”

Bunda Agustin kemudian ngeloyor ikut mereka. Pecahlah tawa kita. Hahahah tuh kan Mer??? Gak perlu khawatir kalo sama bunda Agustin….nggak perlulah itu ekting2 yang macam2, cuma diemmm aja dia nggak bakalan ngenalin, apalagi sore itu kacamatanya (seperti biasa) tidak dia pake….

“Mer, ternyata ada yang lebih menyedihkan daripada diremove tanpa penjelasan oleh temen FB ya….yaitu TIDAK DIKENALI sama temen FB!!” kataku santai disambut tawa yang lain..

“Udah nggak dikenalin, ditinggal pergi lagi!” lanjut mb Shiel….Hahahahaha!! *mules liat wajah bunda yang inosen ituuu*

Tak lama kemudian bunda kembali duduk di meja kita. Ambil piring, ambil makanan, dan tetep nggak ngeh kalo ada Meri disitu. Lima belas menit pasti sudah berlalu…bahkan dua puluh menit. Mungkin karena gemas, Meri kemudian beraksi. Dari obrolan singkat ketahuan kalau bunda nggak suka makan salah satu makanan yang ada disitu. Meri kemudian malah menyendokkan makanan itu ke piring bunda..

“Jangan! Jangan ini! Nggak suka ini saya!” tolak bunda… “Sik-sik, ini kok ada yang aneh ya, kalian kenapa cekikikan?? Ini sebenarnya siapa sihh??” tanyanya sambil kembali menunjuki Meri.

THEETTT!!!! Lima belas menit baru dia sadar kalo yang duduk di sebelahku itu adalah SESEORANG!! Itupun belum tahu siapa dia!!

Mb Shiel udah nggak tahan lagi “Adnan…dia Adnan mbaa!!”

“Adnan??.......sik-sik…kay
ak pernah baca nama itu dimana ya…??” GUBRAAAKKK!!! BUNDAAA!!!
Apa yang dilakukannya?? Diambilnya BB, dan dengan mata mencureng kesukaannya diperhatikan sebentar layar BBnya

“Adnan ya?? Sebentar! Dulu pernah ada dua Adnan kan??? Adnan ‘siapa’ sama Adnan ‘siapa’ gitu lohh” BUNDAAA!!!!!!!!! Kita semua cuma bisa menjerit dalam hati.

“Meri ya..eh Meri Adnan sama Meri Azmi…???” kata bunda lagi seperempat yakin…

“IYAAAAAAA!!!!!!” sahut kita serempak!!

“OOHHHH….MERRIIII!!!!!”……katanya sambil menyerbu Meri lagi. ALLAHUAKBAR!!! AKHIRNYAA…..!!!

Huwakakakakak!! Saat itu jam di arloji mb Cindy mungkin sudah berjalan nyaris setengah jam dari bunda datang tadi.

Wahahahahahahaahah!! Ampun deh…

“Benar kan Cin?? Aku udah curiga ada kejutan… soalnya JB itu nggak pernah undang2 traktir kita makan!!” kata bunda kemudian -----lemes deh aku dengernya-----


***

Kemudian datang Mb Olive bergabung, ngobrol seru soal apa aja, termasuk ngomongin orang Padang *lho?? Wkwkkwk* Sampai kemudian Meri dan aku ijin ke toilet… Di toilet, aku dan Meri sudah santai, normal walaupun rahang sudah mulai kejang kebanyakan tertawa….

Detik itu aku dan Meri, di toilet, sedikitpun tak menyangka bahwa ternyata ketika nanti kita kembali ke meja makan, ada lebih banyak ujian dan cobaan untuk kekuatan otot rahang kita, bahkan kekuatan otot yang lain termasuk otot jantung…jauh lebih banyak daripada mengunyah semua makanan lezat di Resto HoW…jauh lebih banyak daripada yang kami semua kira…

(Bersambung :-D)

Tuesday, September 8, 2009

SALAH (LAGHEE)???

Surabaya, Selasa 8 September 2009

::::.....

Konon katanya, keledai saja tidak pernah terjatuh di lubang yang sama dua kali. Untunglah aku bukan keledai, jadi gak papa deh kalo memang harus terjatuh di sebuah lubang untuk kedua kali! Hahahaha.

Tadi pagi, aku sudah stand by di sekolah karena ada janji mau berangkat ke pertemuan majelis taklim bersama teman-teman walimurid Sekolah Al Hikmah. Mobil aku parkir paralel di pinggir jalan depan kantor yayasan, di seberang masjid. Aku sengaja parkir disitu karena beberapa teman yang janjian denganku masih ada kelas mengaji di masjid.

Rupanya hari ini ada rapat bapak-bapak pengurus yayasan karena sempat kulihat beberapa dari mereka mondar-mandir antara masjid dan kantor. Parkiran juga kulihat lumayan penuh, maklum kalau Ramadhan begini kegiatan walimurid di sekolah juga lumayan padat.

Untuk beberapa saat, aku masuk ke masjid untuk sekedar menyapa beberapa teman. Sempat juga ngobrol curhatan dengan seorang sahabat, kemudian muncullah Mb Fetty dan Mb Eva. Mereka berdua kebetulan juga akan pergi ke majelis taklim yang sama denganku. Akhirnya diputuskan bahwa kami bertiga berangkat duluan, sama-sama dengan mobilku.

Dari arah masjid, akupun menyeberang sambil mengeluarkan kunci mobil dari tas. Setelah dekat, kupencet tombol "Unlock" di remote kunci. Mobil tak bereaksi. Kupencet lagi, tak juga bereaksi. Waduh, kenapa nih, masa sih batere remote habis lagi?? Beberapa minggu lalu aku memang dudul jadi sanggongan satpam sekolah karena mobil gak bisa dibuka karena batere remote habis dan aku selalu menunda untuk menggantinya.

Tapi kan sekarang posisinya batere remote sudah diganti??? Masak sih sudah habis lagi??

Mbak Fetty dan Mb Eva mulai mengeluh panas diluaran. Tapi begitu melihat kesulitan yang kuhadapi mereka langsung lupa pada suhu yang mulai memancing keringat saat itu. Mereka berdua pun akhirnya sibuk membantuku, menyumbangkan ide ini itu.

"Ya terpaksa pake anak kuncinya aja mbak" saran Mb Eva.
"Tapi nanti alarmnya pasti bunyi mbak" jawabku sambil ngeri liat banyak mobil parkir, pertanda disekolah sedang banyak orang dengan urusan yang perlu ketenangan, dari ngaji sampai rapat.

Mb Eva kemudian datang dengan solusi. "Aku tahu caranya, buka aja dengan anak kunci, nanti kalau alarm bunyi langsung pencet aja tombol dibawah stir yang biasanya nyala merah kalo remote dipencet."

"Emang bisa gitu??" tanya Mb Fetty ragu, sementara aku semakin kalap saja pencet-pencet tombol "Unlock" di remote dan tak berhasil juga.

"Ya...kalo di mobilku sih bisa. Sama-sama Toyota kan? Coba aja dulu" oke deh, aku memutuskan berhenti pencet2 dan siap memasukkan anak kunci ke lubang kunci di handle pintu mobil.

Anak kunci masuk, kemudian kuputar. Lho, kok nggak bisa??? Ini aneh. Mb Fetty dan Mb Eva juga kaget. Kok nggak bisa ya??

"Coba lagi mbak" kata mb Eva. Aduh, ada kalo 10 menit kita bertiga umek disekitar pintu mobil ini.

Aku coba lagi masukkan kunci ke lubangnya. Tapi tetep anak kunci tak bisa kuputar.... AArgghh kenapa ini??? Kita bertiga sudah mulai berkeringat dan sepertinya satpam di pos sana mulai tertarik dengan kegiatan dudul kami bertiga disitu.

Detik itulah aku menemukan sesuatu di ujung pintu mobil. Ada luka kecil di pojok tengah pintu pengemudi itu. Luka seperti kalau kita kurang hati-hati membuka pintu kemudian pintunya membentur tembok atau mobil lain yang ada disamping kanan gitu. Aku sebentar tercenung. Kapan ya aku dapat luka ini??

Perasaanku mulai tidak enak. Setengah menggumam, aku seperti bicara pada diriku sendiri..."Sebentar, ini bener mobilku kan???" sambil dengan penuh ingin tahu aku melangkah melongok nomor polisi mobilnya.

Pas saat itu, berbarengan dengan suara Mb Fetty membahana, mengabarkan pada Mb Eva... "MOBILNYA WAHIDA BUKANNYA ITU KAN???"

Tangan Mbak Fetty jelas-jelas menunjuk ke mobil lain yang parkir pas dibelakang mobil ini. Mobil lain yang serupa, yang kukenali dengan baik nomor polisinya. Nomor polisinya, sama persis dengan mobilku....

Aku cuma bisa menangkupkan telapak tanganku keatas kepala...membaca istighfar berkali-kali sementara Mb Eva dan Mb Fetty sibuk menyemburkan kata-kata aneka rupa, yang ditelingaku terdengar seperti "Kok bisa sihh???" dan ketawa yang beraneka rupa juga, dari ketawa keheranan sampe ketawa prihatin karena harus punya teman seperti aku.

Ya Allah....

Guess what, ini bukan pertamakalinya terjadi padaku. Dulu aku pun pernah salah mobil, bahkan lebih parah karena aku sudah terlanjur masuk ke jok penumpang didepan dan kemudian baru sadar setelah menemukan bahwa laki2 yang dibelakang stir, disebelahku, ternyata bukanlah suamiku.

Guess what again, dua mobil yang aku keliru itu, dua2nya jenis yang sama! Dua mobil itu, sama sedannya dengan mobilku, sama merk dan warnanya (yang otomatis menjadi alasan pemaklumanku, mereka memang kelihatannya mirip mobilku!!) ...bedanya hanya satu, bahwa mobil2 ini dari seri yang lebih tinggi dan karena itu jauh lebih mahal dari mobilku hahahaha.

Teringat komentar Mb Eva yang persis dengan komentar Mas Iwan dulu ketika aku salah masuk mobil orang itu... "Kalo minta dibeliin yang kaya gitu, bilang ajaaaaa!!!"

Hahahahaha.

:::::.....

Beberapa menit kemudian aku baru sadar bahwa mobil yang dari tadi kucoba untuk "kudobrak" adalah mobil milik salah satu Ketua Yayasan Pendidikan Sekolah Al Hikmah. Aduh malunya...untunglah alarm mobil itu nggak kemudian menjerit waktu ada 3 ibu duduL (salah satunya duduL kwadrat) yang mencoba mendobrak keamanan pintunya. Untung juga Bapak pemilik tampaknya sedang rapat, jadi satu2nya jalan dia mengetahui insiden ini adalah bila beliau membaca tulisanku ini. Untunglah karyawan kantor yang biasa nyupiri mobil ini (yang orangnya aku kenal baik juga) tidak melihat semua kejadian memalukan ini **aku akan pura2 saja tidak mengupload cerita ini untuk dibaca khalayak umum**...

Hhh...duduL bener...**ambil napas panjang dan prihatin**

Cerita yang dulu aku pernah salah masuk mobil orang itu, bisa dibaca disini http://cikicikicik.multiply.com/journal/item/140/Mobil_Salah_dan_Mobil_Benar

:::::....

Saturday, August 22, 2009

Abe dan ABG (Anak Belum Gede)

Kemarin di tulisan sebelumnya aku cerita soal anak-anak yang menjadi dewasa sebelum waktunya. Kali ini, aku ingin menulis cerita yang sama sekali berbeda.

Ada seorang anak istimewa, teman sekolah Abe. Sama-sama duduk di kelas 3 tapi beda kelas. Sebut saja namanya si N.

N ini boleh dibilang adalah cowo idaman di kelas 3, bahkan di seluruh SD. Idaman murid-murid cewe dan idaman ibu-ibu walimurid juga. Pokoknya, boleh dibilang walimurid yang punya anak cowo harus berhadapan dengan keinginan supaya anaknya bisa seperti N, dan kalau perlu walimurid yang mempunyai anak cewe, udah sibuk mendekati N dan ortunya sambil berharap nanti anaknya berjodoh dengan N. Hehehe.

Wajahnya ganteng, dandanannya selalu rapi. Dari potongan rambut sampai garis setrikaan di bajunya selalu licin. Walaupun sekolah fullday dan baru pulang jam 4 sore pun dia masih terlihat rapi. Anaknya pintar, termasuk salah satu yang terpintar di sekolah. Tutur katanya lembut dan sopan, dengan sikap tubuh yang teratur. Wess pokoknya nyenengin! Titik!

Suatu hari, waktu mau nonton film King di Bioskop 21, aku ketemu dengan N ini. Waktu itu dia juga mau nonton, bersama salah satu tantenya yang aku kenal juga, dan sepupunya (anak si tante). Aku? Datang berempat, dengan ABEA dan MI.

"Assalamualaikum..." sapaku buat mereka bertiga. Salam-salaman, N juga maju menyalamiku dengan senyum dan sikap tubuh yang sopan. Setelah bersalaman, dia mundur dan berdiri dengan tenang, tangan terlipat ke belakang pinggangnya. Duuhhh anak ini memang nyenengin banget, tak heran kalau fans nya banyak.

Setelah ngobrol bentar dengan si tante, aku celingukan mencari Abe. Kalau tidak salah dia barusan nginthil bapaknya untuk beli tiket. Maksudku ingin kasih tahu Abe kalo ada N disini. Beberapa detik kemudian aku temukan sosok Abe, dan tak urung membuatku (mungkin juga N dan tantenya juga) cukup melongo.

Disanalah Abe berada. Nggak tahu apa persisnya yang dia lakukan, entah memprakekkan jurus Aang The Avatar atau berlatih konser gitar (dengan tanpa pegang gitar tentunya). Yang jelas dia terlihat loncat-loncat...memutar-mutar kepalanya ke semua arah...mulutnya terlihat selalu komat-kamit...tiba-tiba merentangkan tangan kesana kemari...dan puncaknya, menutup aksinya dengan berlutut di karpet lobi bioskop.

Oh...ternyata belum. Mungkin karena karpet disitu tebal dan nyaman, akhirnya Abe memutuskan menambah bonus aksinya dengan menyerahkan punggungnya ke hamparan karpet...dia pun dlosoran disitu...dengan nyamannya!! Dan baru bangun setelah aku panggil untuk bersalaman menyapa N dan tantenya.

Itupun, acara salaman Abe dihiasi dengan gedubrakan seperti biasanya. Selama ngobrol dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tantenya N yang cuma tak lebih dari semenit itu, beberapa kali Abe menabrak badanku dan menginjak kakiku yang berdiri di belakangnya.

Dari arah lain kulihat wajah Mas Iwan hanya bisa kelihatan geli dengan semua pemandangan ini. Beberapa saat kemudian, setelah kita terpisah dari rombongan N, Mas Iwan nyeletuk. Sebuah celetukan yang dari tadi juga sebenarnya mendesak di kepalaku, menunggu untuk kuteriakkan...

"Rasanya sulit dipercaya kalau mereka berdua itu sama-sama kelas 3 SD..."

**garuk-garuk sambil nyengir tak jelas**


Wednesday, August 5, 2009

Buas dan BugyL

Kasihan sekali wanita2 yang jadi adik iparku.....

Aku punya adik 2, cowo semua....
Adikku yang satu namanya ASNAN, jadi istrinya bakalan dipanggil BuAs.......
Adikku yang satunya bernama AGYL, jadi istrinya bakalan dipanggil BuGyL donggg???....

Atau malah kasihan diriku sendiri?? punya ipar kok BUAS dan BUGYL???....


:::::.....

Saturday, July 11, 2009

Balada Mas Iwan dan Batu Bata

 

Barusan, aku berniat untuk menulis cerita tentang perkenalan ku dengan walikelas barunya anak-anak tadi. Tetapi, program Word ku baru saja terbuka ketika kemudian ada yang menarik terjadi disini. Dan aku tak bisa menahan diri untuk tidak menulisnya sekarang.

 

Kebetulan, hari ini Mas Iwan pergi ke Malang untuk urusan kerja, dan baru habis maghrib tadi pulang kerumah. Kebetulan, beberapa bulan ini kami punya kebiasaan baru. Setiap pulang dari pergi, kita tidak langsung menuju rumah (kontrakan) yang sekarang kita tinggali, yang hanya berjarak 5 rumah itu, melainkan mampir dulu ke site proyek pembangunan rumah. Yah..sekedar melihat perkembangan atau menikmati suasana disitu. Begitu juga tadi, dari luar kota Mas Iwan rupanya sempat mampir dulu ke proyek...buktinya, datang-datang dia sudah heboh dengan cerita seputar proyek.

 

“Tau nggak, batu bata yang numpuk didepan rumah itu, ternyata jadi bulan-bulanan anak-anak lho!” katanya heboh.

 

“Kenapa memangnya?” tanyaku sambil ngemil pepaya bangkok

 

“Jadi itu batu-bata, dibikin jadi semacam halang rintang mereka untuk maen sepeda. Ada yang ditumpuk...ada yang dipecah jadi dua trus dibikin pembatas, ada yang dijadiin alat zig-zag...trus dipake buat maen sepedaan gitu...” suara MI cukup gemes juga. Sebagai gambaran, rumah kami memang tempatnya diujung pertigaan, tepat didepan rumah adalah masjid, dan disamping ada taman. Jadi memang dari dulu menjadi tempat berkumpulnya anak-anak dan ABG yang bermain.

 

“Huheuheue...dasar anak-anak...” sahutku geli.

 

“Lha iya anak-anak, tapi batu bata yang dipake bisa puluhan per hari loh...yang utuh pun pada dipecahin gitu...ya nggak boleh dibiarkan. Akhirnya tadi aku tegur mereka. Pak tukang juga tadi sempat kutegur supaya mengawasi anak-anak itu...”

 

Saking hebohnya cerita si Bapak, Abe yang sedang asyik maen PS jadi ikut tertarik.

 

Ada apa sih, Pak?”

 

Mas Iwan mengulangi lagi cerita hebohnya tadi, kali ini diceritakan ke Abe. Begitu cerita selesai, wajah Abe berubah menjadi takjub...bersinar...merona dengan antusiasme yang tinggi...dan komentar yang keluar dari mulutnya dengan penuh semangat adalah ini...

 

“Wahhhh berarti mereka semua ikut2an aku Pak!!! Kapan itu memang AKU yang punya ide begitu, dan ternyata mereka pada suka loh semuaaa!!!! Waahhh....hebat kaannn????”

 

**gubraxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx**

 

Aku sampe kesedak pepaya sebelum akhirnya ngakak hebat, apalagi setelah melihat MI cuma bisa nyengir sambil garuk2 kepala. Hahahahahah.

 

Pelajaran untuk Bapak, sebelum menegur anak orang, sebaiknya FOKUS pada anak sendiri terlebih dahulu yaa..... Hihihihihihi.... :-D

Wednesday, July 8, 2009

Karma di Pemilu

Pembaca sekalian, percayakah Anda pada karma??

Dalam berbagai hal, aku percaya. Dan hari ini aku kembali membuktikan sebuah karma.

 

Aku masih inget sebuah cerita yang terjadi di TPS tempat aku mencontreng pada pemilu legeslatif beberapa bulan yang lalu. Waktu itu, aku sempat geli gara-gara kertas suara yang (terlalu) lebar ukurannya. Akhirnya aku jadi banyak mentertawakan dalam hati beberapa orang tetangga yang (ironisnya) sedang serius menggunakan haknya di bilik suara.

 

Sekali lagi, semua memang gara-gara kertas suara yang terlalu lebar ukurannya itu. Gaya para pemilih waktu membukanya jadi bermacam-macam. Sebagian besar terlihat sangat kerepotan, dan akhirnya dari situ keluarlah gaya-gaya dan body language dudul yang waktu itu memancing rasa geliku. Dalam hati, aku ngikik geli melihat orang-orang yang kesulitan membuka kertas suaranya. Waktu melipatnya kembali apalagi. Aku bahkan sempat menulis di status Facebook bahwa aku bisa mengintip apa pilihan orang-orang itu. Nomor berapa dan partai apa yang dicontreng. Beberapa memang terlihat jelas ketika mereka dengan susah payah dan kerepotan melipat kembali kertas suaranya, sehingga tidak sengaja kotak yang dicontreng pun akhirnya terpapar kearah tempat duduk dimana aku menunggu giliran mencontreng.

 

Hari itu, dengan geli, walaupun dalam hati, aku mentertawakan tingkah orang-orang di TPS itu...

Dan hari ini, di pilpres kali ini akhirnya aku mendapatkan karmaku....

 

Oya, pertama, banyak yang bertanya-tanya apakah aku jadi berangkat ke TPS tanpa mandi terlebih dulu....jawabnya tentu saja jadi **nyengir**...udara Surabaya pagi ini dingin sekali bahkan sedikit berkabut. Akhirnya, jam 8 lebih sedikit aku berangkat ke TPS hanya berteman beberapa persen aroma pasta gigi saja. Selebihnya, aroma asli! :-D

 

Kedua, aku memang sudah berniat untuk tidak mencontreng. Bukan karena golput, tapi karena jauh hari Abe sudah berpesan, bahwa nanti dia yang akan mencontreng untukku. Sedangkan Bea akan mencontrengkan kertas suara milik Mas Iwan. Berempat, berangkatlah kita ke TPS. Dua orang pemilih resmi, dan 2 orang lagi pemilih selundupan yang belum cukup umur tapi sudah ngeyel pengen ikut mencontreng (hihi).

 

Proses pendaftaran tentu berlangsung dudul. Untung Om Heru, tetangga yang bertugas jadi petugas pendaftarannya sudah faham gimana umeknya Abe dan Bea. Yang pingin ikut tandatanganlah, yang tak sabar bertanya mana kertas yang dicontrenglah, yang buru2 pingin masuk bilik suara lah. Dudul.

 

Kemudian sampailah kami berempat di bilik suara masing-masing. Kulihat di sebelah kiri, Mas Iwan sibuk menenangkan Bea yang tidak sabar mencontreng. Tepat berdiri didepanku, Abe juga sudah membuka kertas suaranya. Kemudian disitulah akhirnya karma yang kuceritakan diatas, kudapatkan....

 

Oya, setelah melipat kembali kertas suara, kan harus dimasukkan ke kotak suara tuh... Abe juga yang memasukkan  kertas suaraku ke kotak. Dan ketika Mas Iwan mengangkat Bea untuk memasukkan kertas suaranya yang sudah dicontreng, Bea tidak langsung melakukannya. Dia tahan kertas suara yang terlipat itu di udara, dan sambil menebarkan pandangan kepada semua orang yang saat itu ada di TPS, Bea bertanya dengan lantang “HABIS INI TRUS KITA DAPET APA..??” lengkap dengan suara berat dan wajah polosnya. Gerrr...!!! Semua akhirnya tertawa. “Dapat KODOK Beaaaa....” jawab Abe dudul. Hahaha.

 

Kembali ke karma. Kalau dulu aku aku sempat dalam hati geli mentertawakan orang-orang yang sedang di bilik suara, maka kali ini akulah yang menjadi tertawaan semua. Bukan hanya tawa dalam hati, tapi tawa yang cukup ramai....saat sedetik sebelum mencontrengkan pilihanku, Abe dengan suara keras memastikan dia nggak akan salah nyontreng...”Nomor DUA kan Buukk??”

 

**gubrakkk**



Monday, June 29, 2009

Yang Menarik dari Seorang Pria itu menurutku adalah...

Arrrghhhhhhhh kangen banget nulis disini!

**untuk sejenak menggantung mousse yang sehari-hari lebih banyak dipake maen FarmTown, Petsos dan RestaurantCity (bagi yang tidak familiar, itu adalah game2 online di Facebook)**


Masih ngomongin FB, tadi ada yang lucu. Nggak tau kenapa, tiba-tiba kok aku tertarik ngisi kuis yang berjudul "What Attracts You Most in the Opposite Sex?" dimana kita dipersilahkan memilih 5 hal yang menarik dari lawan jenis kita.

Kalo saja tidak sadar diri ini siapa, maunya sih milih figur Muhammad Rasulullah SAW dong **hehehe** tapi coba kita lihat hasil kuisku...aku sampe bela2in membuat sendiri pilihan2nya, karena ternyata ribuan pilihan yang tersedia disitu kurang menggambarkan seleraku *cieee Indomie kaleee* hahaha

Ok, here we go....


#1 : Kharisma Iwan Fals....keteguhan sekaligus kepekaan dia, gak perlu dijelaskan dehhh rasanya semua juga mengerti yang kumaksud hehehe




















#2 : Kharisma Mahmoud Ahmadinejad, kekuatan dan ketegaran dia dalam mempertahankan prinsip, kesahajaannya yang tanpa memuja diri, luar biasa...





















#3 : Kulit Gelap-nya The Big D alias Denzel Washington...dan juga kharisma dia tentu saja :-D



















#4. Brad Pitt's attitude, yang paling aku suka dari dia adalah diluar sikap kekanak-kanakannya, dia adalah seorang ayah yang bertanggungjawab dan luar biasa dalam menghadapi anak-anak. Sexy Father and amazing Family Guy :-D




















#5 : BIG HANDS **gubraaxx** hahaha yang ini fisik banget yaa...tapi kalo ada yang tanya apa yang paling menarik dari fisik Mas Iwan, dan suka diam2 kupandangi lama-lama, jawabannya adalah ini, hihihi **blushing plus salting plus gubraaxxx njeplak jatoh dari kursi**

Thursday, June 25, 2009

Sedihnya...Ada Yang Tidak Naik Kelas :-(

Besok waktunya Abe terima raport. Tapi tadi siang Abe pulang sekolah membawa berita sedihh...

"Buk, di kelasku ada dua orang yang nggak naik kelas...." kata Abe lunglai...
Hatiku langsung mencelos mendengarnya. "Innalillahi, Siapa Be?"

Hatiku dag dig dug juga karena kebetulan aku mengenal nyaris semua teman sekelasnya. Juga ibu2 mereka....Ya Allah ini pasti ujian berat buat orangtua manapun...

"Ada satu cewe dan satu cowo, Bu..."
"Iya, siapaaa???"
.
.
.
.
.
"Ustadzah Wijanah sama Ustad Sugeng!!" jawab Abe sambil nyengir.....

**GUBRAX**

Huuuuuhhhhh!!!!!!! Anak siapa sih iniiiii?????
**cubit2 pipi dan kitik2 keteknya Abe yang ngakak puas bisa ngerjain emaknya**

:::::.....

Ada yang belum baca cerita tentang Ustadzah Wijanah yang ini?
Subhanallah, beliau ini adalah seorang walikelas yang luar biasa dedikasinya pada anak-anak.....Abe dan juga aku, sangat beruntung mempunyai walikelas seperti beliau... :-)


:::::.....

Wednesday, May 27, 2009

[Kopdar DuduL] Target Operasi #7 : HARI YANG TAKKAN TERLUPAKAN

Sambungan dari :
Target Operasi #1
Target Operasi #2
Target Operasi #3....#4....dan #5....
Target Operasi #6


:::::.....

Habis puas makan lontong balap dan mbungkus es degan **nglirik mb Yupe** kitapun menuju pemberhentian selanjutnya, rumah mbak Sisil. Mbak Agustin dan Mb Itho pamit ngantar anak2 les, jadinya hanya kita berlima (aku, mb Sisil dan tiga agen dudul dari Jakarta itu) yang pergi kerumah Mb Sisil.

Baru turun dari mobil, belum juga masuk pagar, Mb Dian sudah kalap demi melihat pohon ceres didepan rumah Mb Sisil. Akhirnya dia pun asyik petik buah ceres yang langsung di emplok habis-habisan (soalnya pas buahnya sudah habis sih hihi) Huh, dasar orang kota!! **nada mencela** hahahaha

Sementara itu Mba Maya kalap liat moge nya Mas Rido, langsung minta dipotoin pose disitu. Lessy langsung kalap ngejar-ngejar aku agar mau DIPIJIT. Aku???? Selain kalap dengan pepaya manis yang disuguhkan si kecil Amel (yang hebatnya, dari tadi setia ikut kopdar ibu2 dan tante2), aku juga kalap teriak-teriak gara-gara kesakitan dipijit Lessy.

Mandi-mandi (bukan aku lho yang mandi, bukan!), cuci muka, cuci kaki tak terasa sampai maghrib kita disitu. Lessy mengingatkan bahwa jam 7 malam mereka harus sampai Juanda karena pesawat pulang ke Jakarta jam 8. Akhirnya, rencana makan lontong kupang gagal karena waktu yang tidak memungkinkan. (Yang kemarin nagih foto lontong kupang, silakan protes sama Mb May dkk). Duuhhh kannn??? Siapa suruh datang ke Surabaya pake acara “serpress-serpress-an” kaya gini coba?? Akhirnya tuan rumahpun jadi kewalahan ngatur waktu wisata kulinernya kan???? Soalnya memang LESSY kemarin sempat pesen tempat yang bisa ngobrol lama...nggak pesen wiskul2an!! **ngasih badan Lessy ke Mb Maya n Mb Dian untuk digetok**

Oya ada yang lucu. Waktu itu, demi melihat banyaknya warga Surabaya yang menjadi korban operasi mereka (diluar perkiraan deh pokoknya), Mbak Maya sempet mengeluh....

“Yahh...kita bawa oleh-olehnya cuma buat berempat doang, gimana dong?? Tapi biar empat, macamnya lebih dari satu kok, jadi masih bisa juga kalo dibagi ke semua...cuma ya jadi nggak banyak per orangnya...”

Aku langsung tertawa dengan getir....Aku jadi ingat oleh-oleh yang dari kemarin sudah sibuk kami siapkan bersama-sama...dan dengan nada inosen kujawab saja ke Mbak Maya...

“Lhaaa...ya gak papa!! Orang kita kemarin juga nyiapin oleh-oleh cuma satu, BUAT LESSY DOANG!! Jadi ya silahkan juga dibagi kalian bertiga!! Dapetnya bakalan lebih sedikit lagi kok!!” hauhauhauahuaha makanya thooo makanya!!!!

:::::.....

Jam 7 kurang akhirnya kita sampai kembali di Juanda dikawal Mas Rido (suami mb Sisil merangkap kuli packing dan angkat barang2 hehe). Ada juga Khanza, Adel dan Amel (3 bidadarinya Mb Sisil) yang sudah pulang dari les. Mbak Agustin sudah bergabung kembali, malah sempat mengajak Pak Halim juga. Jadi rame kembali deh, kopdar lagi, entah yang keberapa hari itu. Sempat nyangkruk sebentar di booth nya Rotiboy, foto-foto, sebelum akhirnya kita pisah-pisahan.


Duhhhh aku tak bisa berkata apa-apa lagi....kalian yang dari awal membaca note ku, sekarang pastilah bisa merasakan apa yang kurasakan....hangatnya hari itu....eratnya persahabatan, tulusnya kasih sayang, masih adakah yang tega menyangkal bahwa teman-teman dunia maya adalah NYATA ADANYA...?? Senyata lirikan nakal mata nekernya Lessy...senyata hangatnya senyuman Mb Dian...senyata pesona senyum dan perhatian Mb Maya...senyata obrolan kita seharian itu, yang membahas kehidupan kita masing-masing bahkan sampai hal terkecil?? Atau perasaan duka yang menyelinap waktu ngobrol tentang kematian adik Ai’ hari itu (padahal di hari yang sama Ai’ melangsungkan pernikahannya)....ngobroli
n dudulnya Trio Sosis (Jiehan-Wawa-Nday) dan tukang becaknya si Meri...?? SEMUA SUNGGUH NYATA

Sore itu ketika dari belakang aku melihat mereka bertiga berjalan menuju pintu masuk bandara, dalam benakku penuh dengan kehangatan semua teman-teman lain yang ada di Jakarta. Titin, Kak Mia, Rima, Mbak Irma, Mbak Jeki, Mbak Levie, semua serasa ikut hadir disini. Bahkan Mpok Iya yang di KL, Mbak Mita di Seattle sana...

Tin, masihkah kamu akan tertawa melihatku mewek sekarang ini?? Atau kamu sudah ikut mewek juga sekarang??

Terimakasih semua....Bukan hanya yang datang ke Surabaya, tapi SEMUANYA.... Aku yakin, aku dan juga semua teman-teman yang di Surabaya, KITA TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN HARI ITU SEUMUR HIDUP KITA!!!

Lagian, siapa bisa mengira, 3 makhluk ibukota ini (yang satu mungil pula) bisa begitu saja memporak-porandakan banyak orang di berbagai penjuru Surabaya seperti ini???? Ya kan???

**banyak peluk dan cinta untuk semua**

:-)





:::::.....

Keseluruhan cerita ini (5 buah) kutulis keesokan harinya setelah kejadian, ketika hangatnya kehadiran teman-teman ini masih kental kurasakan. Ke lima lima nya kutulis dalam waktu setengah hari!!! (bener-bener pecah rekorku!!).

Sampai sekarangpun, walaupun sudah 5 hari berlalu, kami masih seru membahasnya di Facebook kami. Dan aku, sehari-hari ketika nyetir sendirian, ketika berangkat tidur, ketika nunggu masakan mendidih, masih saja sering ngikik sendiri kalau ingat hari itu. Subhanallah.... :-D

:::::.....

Tulisan ini diikutkan pada Lomba Menulis Dengan Tema "Kopdar" yang diadakan disini http://bundaelly.multiply.com/journal/item/412/Lomba_Menulis_Dengan_Tema_KOPDAR

[Kopdar DuduL] Target Operasi #6

Sambungan dari :
Target Operasi #1
Target Operasi #2
Target Operasi #3....#4....dan #5....

:::::.....

Jumat, 22 Mei 2009 - Jam 13.00 s/d Jam 16.00 – Dari Layar Bukit Mas ke Ps. Genteng

Target Operasi #6 ya sudah nggak ada **huuuuuuu penonton kecewa** hahahaha. Target Operasi #6 itu justru kita semua yang sudah pada haha hihi ngumpul disitu...minus Lessy tentu saja.

Tak lama kemudian datanglah Mbak ARUM, si dokter perkasa dari Kilang Pertamina di Balongan itu. Tidak ada acara kaget-kagetan karena memang dia sudah tahu kalo yang datang itu gerombolan siberat dari Jakarta. Justru kita semua yang akhirnya dibikin melongo sama Mbak Arum. Persisnya bukan Mbak Arumnya yang membikin melongo, tapi seorang wanita paruh baya yang diajaknya serta ke acara kopdar.



Pertama, dia itu ternyata IBU MERTUA nya Mbak Arum!! IBU MERTUA loh! Bukan Ibu kandung (kalo ibu kandung mah aku juga pernah ngajak ibukku kopdaran di Jakarta, dan pasti semua orang nggak susah melakukannya). Tapi beliau ini Ibu mertuanya!! Hebohnya lagi, begitu mbak Arum datang, dia langsung memperkenalkan kami ke Ibunya dengan menyebut nama!

“Buk, ini lho yang namanya Mbak Maya...”
“Ohh...ini toh” jawab si ibu dengan senyum penuh arti...
“Nah yang ini yang namanya Mbak Wahida...”
“Oh iya..iya...”
“Itu Mbak Dian...yang ini Mbak Sisil **sambil mb Arum nunjuk Mb Ag**...dan yang itu Mbak Agustin **sambil nunjuk Mb Sisil**....yang lain aku belum kenal” jelas Mb Arum pelan, tapi langsung menusuk karena ada yang protes namanya tertukar hahaahahah.

Gimana kita nggak jadi pada salah tingkah coba?? Pandangan si Ibu jelas-jelas memberi pesan jelas : OHH HOOO AKU SUDAH TAHU BANYAK TENTANG KALIAN SEMUAA

Usut punya usut, ternyata si Ibu aktif ngeblog, dan parahnya beliau sering blogwalking pakai account Multiply-nya Mbak Arum. Jadi sama aja selama ini dia secara nggak langsung jadi kontak kita, baca-baca postingan kita, baca-baca komen kita yang nggilani itu...dlsb...dlsb... Kata Mbak Arum, dia hanya pesan satu hal ke ibu mertuanya ini “Ibuk pokoknya boleh ngapain aja, asalkan jangan ikut komentar pake MP aku” (hihihihi)

Kita yang tadinya cekakakan nyablak nggak keruan, tanpa sadar jadi lebih manis. Wujud dari salah tingkah kita karena suasana ini (hahahah). Untung akhirnya Mbak Arum dan juga Ibunya menunjukkan sikap yang suantaiiii dan cuweekkkk, lama-lama kita nggak sungkan juga buat menunjukkan sifat asli (hihihi).

Semua pada kagum, takjub bagaimana si Ibu masih bisa mengimbangi pergaulan sang menantu berkumpul dengan teman-teman nggak jelas ini. Keren banget kan??? Ibu mertua dan menantu ini bener-bener kompak!! Dan itu bukan hanya kesan yang kita dapat dari luar, tapi bener-bener kentara kalo mereka memang sangat bersahabat satu sama lain. Termasuk sahabatan menghadiri kopdar dudul ini!! Ngobrol dengan ibunya Mbak Arum, kita akan lupa soal usia, dan akan enjoy ngomong soal apa saja sama beliau. Luar biasa ya!

Selesai makan, pamitlah Mbak Arum dan ibunya. Kita berpisah di parkiran, karena sudah janjian untuk pergi ke Pasar Genteng, belanja oleh-oleh sekalian janjian ketemu Lessy disana. Di parkiran, menjelang berpisah, ternyata kita masih disuguhi satu kejutan lagi.



Semua orang berpandangan aneh ketika melihat Mbak Arum naik ke mobilnya. Bagaimana semua tidak bingung, Mbak Arum naik lewat pintu sebelah kiri, di jok penumpang. Sedangkan IBU MERTUANYA MASUK MOBIL DAN DUDUK DI KURSI KANAN DEPAN ALIAS KURSI PENGEMUDI!!



Aku lupa siapa yang memulai (kayaknya mb Sisil deh hahaahah), tapi begitu ada salah satu yang nyeletuk “Hahh??? Rum!! Jadi kamu minta disupirin IBU MERTUAMU gitu tahhh???”......langsung semua menyemburkan emosi yang tadi tertahan...

“Arum!! Oooo...mantune kurang ajar bener!! Buukkk jangan mau Buukk!!”
“Ya Allah yang nyupiri Ibuknya lhoo....” (ini kayaknya Mb Dian, soale kalem dan alus hahaha)
“Ibuukk....yang nyupirin Ibuuk??? Aduuhhhhh!!!”
“Iki piye tooo???? Mantunya dudul ki!!! (kayaknya ini aku, sambil mengabadikan kedudulan mereka dalam foto)

Ya Allah....selama ini kukira Arum tuh orangnya dudul....ternyata ibu mertuanya juga!! Kereeenn!! **sungkem ke ibuk....hehehehe**. Semua setuju ketika kemudian ada yang bilang... “Kapan-kapan kita harus ketemu lagi nih sama Ibuk!! Kalo Arum sedang ada di Balongan (tidak di Surabaya), kalau perlu Ibuk aja kopdar sama kita-kita....trus kita bisa puas membicarakan soal kedudulan2 Arum...hahahahaha

:::::.....

Cabut dari Layar, kita berenam (minus Mb CINDY yang dengan hujan airmata harus pamit karena harus jemput suami di Juanda), meluncur ke Pasar Genteng.

Dengan keahlianku menyetir yang luar biasa, mobil kita tak lupa bergembira ria dalam acara tersesat dari gang ke gang, dari jalan ke jalan. Sampe puas diteriaki orang dan di bel2in angkot gara-gara salah jalur. Waktu mobil mbak Agustin sampai di Pasar Genteng, kita masih tersesat di pinggir Sungai (haha). Mbak Maya dan Mbak Dian yang dimobilku mulai belajar sesuatu yang penting : KALAU KE SURABAYA LAGI, PIKIR SERIBU KALI SEBELUM MINTA DIJEMPUT WAHIDA!! (hahahaha tapi keliyan senang kannn?? **wink2** aku yakin kalo kesini lagi keliyan pasti minta kujemput lagi kok hihi).

Di Pasar Genteng, semua keringetan. Aku sempat ditelpon Mas Agung, via hp Mbak Maya. Tuh bapak puas banget deh liat kehebohan yang disebabkan isterinya!! Sudah hampir puas beli oleh-oleh ketika kemudian di jalan, didepan toko kulihat seseorang berbaju hijau keluar dari taksi, dan ngacir ke arah samping toko.

LESSY!! Tak susah buatku menebaknya. Refleks, aku langsung sembunyi dibalik rak kaca di toko oleh-oleh sambil sebelumnnya memberi tahu Mbak Maya yang kemudian mencari Lessy keluar, mengajaknya masuk toko. Begitu Lessy masuk, aku hanya bisa berteriak “BAAAAAAAA!!!!!!!!” sambil berharap ada bandeng asap ditanganku yang bisa kugetokkan keras-keras ke badannya!!!!!

LESSYYYYYYYYY!!!!!!!!!!!!!
!! APA YANG TERJADI DENGAN KOMITMEN ALA JERMAN MU HAHHH???? PROMISE IS PROMISE...KAMU JANJI KETEMU AKU JAM 8 PAGI, DAN SEKARANG SETELAH JAM 4 SORE BARU KITA KETEMU!!!

**terjadi baku hantam lagi, kali ini sama sekali tidak adil karena ada pemain kelas berat yang menghadapi pemain kelas bulu kemoceng** hihihihi

Demi Allah.....hatiku haru berat saat itu, akhirnya aku bisa ketemu Lessy... Suasana ramai di pasar lah yang membuatku mati-matian menyembunyikan mata yang mulai menghangat. Aku memang mewekan, tapi aku nggak mau mewek di tengah jalan di Pasar Genteng!! Aku pun hanya bisa menghindari kontak mata dengan Lessy, biar yang mendesak keluar dari mata ini bisa kutahan. **tepok tangan dong semua, hari itu aku pinter kann???**

Akhirnya kita berkumpul semua...... Lessy sempat kecewa karena gagal bertemu Mbak CINDY. Tapi gimana lagi...semoga kapan2 bisa ketemu yaa.... **sekarang deh baru.....ngetik sambil mewek nih** hikss...

Lessy...Lessy....pingin banget aku nguyek2 kepalanya sampai puas kalau saja aku nggak nyetir... Karena aku yang nyetir, akhirnya Lessy lah yang rajin TUTUL TUTUL alias colek2 aku terus.......hahahaha...oh cenik.... I knew I love you way before I met you my dear....rasanya hanya Tuhan yang tahu betapa bahagianya aku yang akhirnya bisa menatap cerah binar di mata neker mu itu....**hikss**

(bersambung, tapi satu kali note lagi aja yah...apa kalian masih kurang puas melihat sekujur tubuhku sudah kejang dan kelu...?? sekarang jariku udah kribo juga nih hihihihi)

:::...

Tulisan ini diikutkan pada Lomba Menulis Dengan Tema "Kopdar" yang diadakan disini http://bundaelly.multiply.com/journal/item/412/Lomba_Menulis_Dengan_Tema_KOPDAR