Showing posts with label kopdar. Show all posts
Showing posts with label kopdar. Show all posts

Wednesday, February 24, 2010

[Kopdar DuduL] Part 3 : Behind The Note

Tahu kan apa yang khas dari film-film Jacky Chen?? Yup, tiap film selesai, selalu ada cuplikan adegan-adegan salah yang lucu dan tidak masuk kedalam film. Anggep aja NOTE ini begitu, berisi sempalan beberapa adegan yang bikin njeplak selama kopdaran weekend kemarin di SUB yang belum ketulis di note-note terdahulu.

***
Sabtu malam, waktu ngumpul di House of Wok, kita berdelapan foto bersama. Supaya frame cukup, maka kami harus duduk berjejer dan berdempetan. Ceklak-ceklik beberapa menit, kemudian mas2 pelayan yang kita maintain tolongpun menyerahkan kamera kepada kami yang masih duduk berjejer panjang.

Lamaaaaa berlalu… Nggak ada yang berdiri. Tampaknya semua kompak nggak ingin melepaskan rasa hangat yang timbul dari acara duduk berdesakan berdempetan itu. Hampir semua diam sepanjang waktu yang lumayan lama itu. Sampai kemudian lama-lama mulai muncul celetukan "Kok panas ya??" disusul teriakan “Wooii kok panas yaaa…sumuukk sumuukk!!” disusul yang lainnya “Gerah rekk…panaasss!! Agak kesanaan doong!!”

“Panaassss disini panaasss!!”

Hahahahaha emang enak ya ndusel-ndusel begitu… Hahahaha!


***

Malam itu, kami semua mengajak anak-anak. Dan House of Wok kupilih karena tempatnya deket banget sama Timezone. Akibatnya, kami semua tanpa terasa diporotin habis-habisan tanpa ampun malam itu, oleh siapa lagi kalau bukan anak-anak kami.

Semua berangkat ke Timezone dengan kartu dan uang untuk mengisinya. Kami para ibu, sedang seru-serunya tuh kopdaran. Beberapa saat kemudian, Abe kembali mencariku “Ibuukk, minta uangnya lagi.”

Okelah, aku kasih lagi… Emang idenya anak-anak biar nggak “terbengkalai” selama nungguin emak-emaknya kopdar.

Beberapa detik kemudian Shafa juga kembali menemui Mb Agustin, dengan alasan yang sama. Mbak Agustin, seperti juga aku, nggak punya pilihan lain selain memberikan begitu saja apa yang diminta anak-anak..

Lalu AmeL datang… “Kartunya Kak Khanza sudah habis bukkk” sambil tangannya tarik-tarik baju mb Sishiel. Nasib mb Shiel pun sama dengan aku dan bunda… Begitu juga yang terjadi dengan mb Cindy, mb Olive…

Tak lama kemudian, Bea datang diikuti AmeL… “Ibuukk….kata AmeL aku harus minta uang lagi Bukk…”……**kasih uang ke mereka dengan puyeng** …lalu ada lagi yang datang…lagi…si anu…si itu… lagi dan lagi…

Lamaaaa, ketika kita akan pulang, baru kemudian bunda AG nyeletuk. “Kayaknya selain kita yang bergembira disini, anak-anak yang disana tuh gembira bukan main juga deh… Aku udah habis buanyak loh tadi itu..”

“Aku juga!!”

“Hahahahaha iyaaa emang dasar nih anak-anak”

“Ya Allah ho’oh!! Aji mumpung bener ya mereka! Biasanya 25 ribu udah pada puas loh maen. Lebih dari itu kita udah tereak2 ‘Nggak boleh, udah berlebihannn!!’ Ini tadi berapa kali coba kita keluarin duit??”

Oalaahh… Sungguh mereka ternyata adalah anak-anak yang pintar membaca peluang… *keluh*


***

Ini cerita dari mb Shiel. Malam Minggu itu, Mb Maya dan Mb Levie kan menginap dirumah Mb Shiel. Tengah malam, ketika semua dirumah itu sudah tertidur, hanya tinggal mereka bertiga yang masih melek. Muncullah ide cemerlang untuk upload foto pake piyama masing-masing. Karena ada yang tidurnya bercelana pendek dan bersinglet saja, dan juga ingin fotonya berkesan “mendalang semalam suntuk” maka dipakailah 3 helai kain batik sebagai wardrobe.

Mulailah ketiga beduL itu umek, sibuk mengatur dan melilitkan kain-kain batik itu dalam berbagai model. Ujung ini diikatkan ke ujung itu melingkar ke leher. Yang situ disilangkan ke bahu. Yang satunya dilingkarkan ke kepala. Umeeeekkkk lamaaa sampai akhirnya mereka sudah duduk berjejer rapi, memegangi setiap ujung kain dengan kedua tangan mereka, dan bibir sudah senyum siap pose menghadap kamera. Kemudian, mendadak mereka sadar…

“Lahhhh….TRUS SIAPA YANG MOTRET KITA???”

Hahahahahah! DuduL!!!

Mau bangunin siapa juga kasihan kan, masak bangunin tengah malam hanya untuk motretin??

"Kan bisa tuh, kamera disetting motret sendiri??"

"Bisa! Tapi aku gak bisa caranya!!"

"YM IYa aja yok, tanya..."

"Apa sih namanya itu?? AUTO JEPRET ya??" Wakakakakaakakak hadoh Gustiiii istilah macam mana pula ituu??? AUTO JEPRET???? *njepret mb Maya pake karet gelang*

Akhirnya, seperti yang sudah kita lihat, foto mereka bertiga diambil dengan metode self-shoot dan segala model lilitan kain batik yang dibuat dengan ketelitian dan keumekan yang tinggi tadi, tinggallah kenangan karena tangan yang tadi dipakai untuk memegangi kainnya, terpaksa harus dipakai untuk memotret. Cape dehh….. :-D


***


Waktu paling seru dari acara wiskul seharian di Hari Minggu itu tentu saja pas di mobil. Didalam mobil meriah pol, ngobrol apa aja bahkan saking banyaknya bahan obrolan, seringkali satu topik blum tuntas dibahas, eh sudah ganti topik lainnya.

Mba Itho, yang merasa banyak ketinggalan berita2 penting, ngobrol sambil pantengin BBnya, loncat FB sana-sini, sampai kemudian tiba-tiba dia tanya :

“ Kalo yang namanya IYa itu laki-laki apa perempuan sehhh???”

**glodhak**

Nggak ada yang mampu menjawabnya, kita hanya bisa saling pandang dengan tatapan tak percaya. Sementara orang lain masih saling pandang, Mb Itho meneruskan pertanyaannya. “Itu yang namanya Hari Hari itu kan??”

Mb Maya ternyata cukup sabar dan cukup cepat kembali kealam nyata untuk menjawab. Emang ada yang namanya Hari, tapi Hari Mawardi. Kalo IYa itu emang namanya IYa Harry, Harry itu nama suaminya.

“Jadi IYa itu perempuan ya??” semua masih membisu tak percaya, hanya cekikikan mb Itho sendirian yang terdengar.


***

Masih soal Mb Itho. Waktu dia datang menemui kita, dia bawa tiga pak oleh-oleh berupa singkong manis. Oleh-oleh itu katanya dia bawa dari Malang kemarinnya, padahal waktu itu kan dia belum tahu kalo ada 3 beduL ini yang datang ke SUB?? Dasar mb Itho, dengan lugu bin inosen diapun menjelaskan dengan gamblang…

“Sebenarnya ini oleh-oleh buat mertuaku sihh… Malah aku sudah bilang ke mertuaku semalam, kalau aku bawa oleh-oleh singkong manis dua pak, dan sudah aku masukkan di kulkas dirumah beliau, gitu. Tapi trus tadi KUAMBIL AJA LAGI dan kubawa buat kalian. Hihihihi. Aku udah bilang kok sama ibu mertuaku, Maaaaa singkongnya kuambil lagi ya Maa… Hihihihi”

Semua gubrax, dan hanya cekikikannya mb Itho yang terdengar… Trus aku lupa siapa, tapi ada yang tanya “Lah, ini kok kamu bawa 3 pak?? Yang satu pak punya siapa?”

“Sebenarnya buat bapakku sih, tapi nggak papa kok…Hihihihi..”

Semua : **melongo**


***

Soal oleh-oleh, ada yang duduL lagi…

Saking sempitnya waktu, dan terlalu banyak tempat makan yang ingin didatangi, kita-kita tuan rumah sampai nggak sempat mikirin dan diskusiin masalah oleh-oleh buat 3 tamu ini. Padahal biasanya itu seperti wajib kami lakukan kalau ada yang datang. Mba Maya dan Mba Levie kan pengen banget tuh bawa lontong kikil dari SUB, nah akhirnya kita antarlah mereka berdua kesana untuk beli bungkus. Meri waktu itu masih sibuk ikut yang lainnya makan sate klopo yang tempatnya memang berdekatan. Pulang dari situ, Meri sempat membungkus beberapa tusuk sate, buat dimakan di kereta katanya.

Waktu kita sampai di Stasiun Gubeng, aku jadi teringat waktu Meri datang kemarinnya. Dia itu bawa banyak oleh-oleh buat kamu semua. Bener-bener segambreng karena ada kripik balado dan serba-serbi makanan dan souvenir dari Padang, ada juga bakpia yang dia beli di Jogja.

Hatiku langsung kecut nggak rela melihat dia hanya bawa seporsi sate klopo ditangannya. “Ya Allah Merrr…kita bener2 nggak siapin oleh-oleh buat kamu nih ternyata… Gimana dong???” raungku panik.

“Ahh gak papa Mbaa…lagian aku anak kost juga, nanti malah repot kalo bawa2 banyak makanan” jawab Meri. Yahh pastilah kalo kami di posisinya akan jawab gitu.

“Iya ya Mer, aduh kamu mau apa?? Mumpung disini nih..” Mb Sishiel ikut bingung sambil elus2 bahu Meri.
“Bener mbaaa gak papa, gak usahhhh”

Mb Sishiel, kemudian datang dengan ide paling duduL yang pernah kudengar…

“Atau kamu mau mentahan uang aja Mer?? Nanti kamu bisa beli apa aja yang kamu mau di Jogja pake uang itu. Mau Mer??”

Ampun Gusti… **tutup muka dengan kedua telapak tangan**


***

Oya, dalam perjalanan ke Stasiun Gubeng untuk mengantar Meri pulang itu, ada yang duduL juga… *hahahaha baru inget aja aku udah pengen ngakak*

Hari Minggu pagi itu kan kita rame-rame telepon Mb Mita di SEATTLE. Satu per satu kita ngobrol sama Mb Mita, tentu dengan gaya kita sendiri-sendiri. Paling mules tuh dengerin Mb Shiel ngobrol sama Mb Mita, pake bahasa Sakerahan, dan sudah seperti kami semua duga, dua orang itu paling betah ngobrolnya. Setelah semua mendapat giliran ngobrol, mb Shiel sekali lagi minta ngobrol lagi sampai lumayan lama.

Nah, semalam sebelumnya kan Mb Shiel emang nyaris nggak tidur kan?? Waktu kita semua di Juanda mengantar mb Maya dan Mb Levi, aku suka banget motret2 wajah mb Shiel yang udah sendu dan kucel minta disetrika itu. Hahahahah kalo kurang tidur ternyata dia itu lucu banget!!

Selesai di Juanda dadagh2 sama Mb Maya dan Mb Levie, kita pun langsung menuju ke stasiun Gubeng, mengantar Meri. Di perjalanan dari Juanda ke Gubeng, Mb Shiel ijin untuk tidur sebentar di mobil. Semua kompak menyuruh dia tidur, karena perjalanan Juanda-Gubeng cukup jauh juga, sekitar sejam. Maka Mb Shiel-pun sandaran, dan langsung tertidur.

Beberapa puluh menit kemudian dia kriyip-kriyip bangun… “Ahhh lumayann sempat hilang tidur…” dengan wajah yang masih error diapun kembali ikut ngobrol dengan kita.

Tiba-tiba, sekonyong-konyong dia menegakkan badannya dari sandaran, trus dengan mata menyala-nyala dan ekspresi bersemangat tinggi, dia mengabarkan sebuah berita penting kepada kami (semua yang di mobil itu). Sebuah berita yang (dari ekspresi mb Shiel) tampaknya harus segera dia sampaikan, karena kita semua belum mendengarnya, dan harus mendengarnya karena berita ini sangat penting!

“Ehhhh tau nggakk!?!??!? …..TADI PAGI KITA SEMPAT TELPON MITA JUGA LOOHHH!!!!”

Kami : **pingsan**

Mb Sishiel shock sebentar melihat wajah pingsan kami semua, lamaaaa baru dia sadar setelah nyawanya sudah ngumpul kembali. Keinginan kami saat itu cuma satu : melempari dia dengan apa saja yang ada disitu.


***

:-D

***

[Kopdar DuduL] Part 2 : Kisah mb Levie, si Poni dan Suamiku (lagi) :::..

***

Senang rasanya berdua bersama Meri disini, didalam toilet (pilihan tempat yang aneh). Kami cekikikan mengingat bagaimana dulu dia pernah pake mukena dan ngendon didalam toilet, dalam rangka ekting jadi HANTU TOILET dalam rangka member surprise ke Mb Irmaes, tapi berakhir duduL karena yang lari ketakutan dengan busa masih diwajah (krn belum selesai cuci muka)adalah mbak-mbak karyawan mall yang kebetulan masuk situ. 
Akhirnya jadi ngobrolin mb Ulik juga yang waktu itu jadi Partner-In-Crime Meri. Dan kalo sudah mendengar kata-kata mb Ulik, nggak ada itu critanya aku nggak ketawa. Duh, kangen banget deh sama mba beduL satu itu…..hihihihhii…..
  Keluar dari toilet di Sutos kitapun kembali ke House of Wok, tempat semuanya berkumpul. Barusan mb Itho mengabarkan kalau dia nggak jadi bisa datang karena jalanan banjir. Sore itu memang hujan lebat. Ya udahlah Mer, besok siang kan kita masih ngumpul lagi, nanti surprise buat mb Itho dikasihkan besok aja…belum ada yang upload foto kopdaran kita juga kan…

Sesampai di HoW, mataku menangkap seseorang yang membelakangiku, sedang ngobrol dengan Mb Shiel. Wait, aku rasanya kenal pinggang itu….dan potongan rambut itu sepertinya baru kulihat beberapa waktu yang lalu….?? Dan ada poni!

Kesadaran menghantam kepalaku bahkan sebelum aku melihat wajah wanita itu. Kalau ada pelajaran yang kudapat dari acara surprise2an yang selama ini terjadi, itu adalah bahwa tak ada yang tak mungkin untuk terjadi. Itu jelas-jelas Mb Maya!! Aku berteriak2 dalam hati, tapi mulutku gak bisa bersuara, hanya bola mataku yang berputar-putar tak percaya sambil liat dia. Aku hanya bisa melipir kesamping untuk menunjukkan kecuekanku, angkat Rayya (si kecilnya mb Olive) yang kemudian meronta minta diturunkan. Setelah Rayya turun, aku berdiri berbalik untuk memeluk (atau mencekik??) tetapi yang kuhadapi bukan wajah berponi mb Maya…
Tapi Mb Levie!!!!!

Ya ALLAHHHH!!! Mb Levie langsung nguyek2 peluk aku yang masih melongo…. Dan sejurus kemudian dia melihat Mb Sishiel…. Tahu sendiri kan mereka ini belum pernah ketemu “didarat” padahal udah kayak gitu modelnya kalo di udara??? Mereka memang ‘dendam kesumat’ pengen ketemu sudah sejak lama.

Rusuuhhhhh!!!!! Restoran pun jadi gegap gempita dan rusuhhhhh!!!!! Semua nggamblok berhambur ke pelukan ke Mb Levie tanpa ada yang ditahan-tahan.

Belum reda kerusuhan, tiba-tiba Meri memekik lagi, berteriak….. “Mbak MAYAAAAA!!!!!!!!!!! Ya Allah Mbak Mayaaaaaaa!!!!!”….*kerusuh
an ter pause sejenak karena glodhak pingsan dulu demi liat Meri yang baru tau kalau ada mb Maya disitu*

Asli restorannya rusuh berat. Mb Olive nyolek aku, trus dengan isyarat matanya nunjuk ke meja di samping meja panjang kami. Disitu ada oma-oma yang wajahnya horror, seperti mau terkena serangan jantung gitu. Takut-takut ngeri, aduhhh kasihan sekali pokoknya. Dengan mata nanar dia melihat kearah meja kami yang masih pada gablok2an, dan kemudian memutuskan untuk PINDAH MEJA ke tempat yang agak jauh dari kita. (Duh kasihan bener loh oma2 itu). 
Didepan meja, ada dua pasangan muda yang juga jadi korban. Jadi mb Levie kan pake tas ransel di punggungnya tuh. Waktu dia berdiri berputar-putar digabloki orang-orang, beberapa kali tasnya sempat menyenggol kepala pasangan itu. Ya ampuunnn…. Mb Shiel kemudian nyamperin mas-mas itu untuk meminta maaf… “Kena ya mas? Maaf ya mas…maaf…” (tuh kan? kalo oma2 aja nggak disamperin, giliran mas-mas langsung jadi sopan deh mb Shiel....duduL)

Setelah agak reda, alarm di otakku langsung berbunyi lagi dengan keras. “Mbakkkk!! Mbak May!! Mbak Leevvv!!!” panggilku dengan suara keras (soalnya masih rusuh rame tuh). Setelah semuanya memandangku, aku langsung menggerung…

“SEKARANG DIMANA SUAMIKU ITU???? DIMANA DIAA???” 
Ketawa mb Maya dan mb Lev sudah cukup membuktikan bahwa otakku makin pintar sekarang. Pantesan dari tadi MI tuh umekkk aja bolak-balik telp. Katanya mau nyusul habis maghrib, tapi kejebak macet (which is memang SUB sore itu diguyur hujan lebat), trus bentar-bentar Tanya “apa sudah ngumpul semua??”….”sudah mulai makan blum?”….kukira itu karena dia kesepian ditengah kemacetan (dia memang biasa gitu kalau kena macet dihari libur, nggak bisa nyambi kerja dan akhirnya suka gangguin kita yang dirumah dengan telpon2 gak penting)…..pake nawarin pergi karaoke lagi!!!....telpon2 itu….sms-sms itu….TERNYATAAAA…!!!
Pembaca sekalian, gimana critanya sampai Mb Maya dan Mb Levie ada disitu malam itu, aku nggak akan cerita. Biar Mb Maya saja bikin NOTE sendirim (sana, pada didemo gih, jangan wall ku aja :p).  Innilah dia…aku, sekali lagi adalah seorang istri yang dikhianati suami sendiri, dengan sahabat sendiri pula!! Jadi aku nggak mau nulis tentang itu, NGGAK MAU!!! …*pilu *… Yang jelas, sekali lagi MI akan menerima akibatnya!! Huh!! *nggak pake icon marah tapinya… tapi malah pake icon blushing* 
***

Begitulah…malam itu akhirnya jadi beberapa puluh derajad lebih hangat di Surabaya yang hujan. Lebih hangat dan lebih menyenangkan…. Dengan bekal kemampuan premanita nya, Mb Shiel kemudian berhasil menyandera tiket pesawat pulang dan tiket hotel mb Maya dan mb Levie. Malam itu Meri memang akan menginap dirumahku, jadi mereka berdua nggak boleh menginap di hotel!
  “Udah! Nginep dirumahku aja! Aku lho lagi nggak ada suami!” kata mb Shiel tak bisa dibantah sambil nelpon travel untuk membatalkan hotel. Sebelumnya Mb Shiel memang sempat pasang status wiken melas karena tiap wiken selalu ditinggal pergi offroad sama Mas Ridho. Hahahaha senang juga liat wajah mb Levie dan mb Maya yang bengong sambil liatin mb Shiel menelepon “Mbak Sonya” dari travel. Mbak Sonya??? Siapa yang beli bakso??? *wakakakakak*

Kami rame disitu sampe anak-anak udah mulai rewel karena mengantuk. Meri pun ikut bersamaku dan nginep dirumah. Sedangkan mb Maya dan mb Levie masih kepingin makan Rawon Setan dulu, baru ikut nginap kerumah mb Shiel.

Besoknya, pagi-pagi kami udah ngumpul dirumah mb Shiel dan melihat bahwa ternyata semalam mb Cindy udah upload foto dan mb Itho melihatnya. Jadilah dia ngomel-ngomel sendiri, bilang kalo tahu begini tadi malam dia bakalan menerjang banjir naik getek ke Sutos, hahahahah! Tak lama kemudian mb Itho nyusul kerumah mb Shiel. Oya, kita juga sempat TELPON MB MITA di Seattle pagi itu. Hahahahaha seruuu!!! Bergantian semuanya membulatkan tekad untuk membujuk nya pulang ke Indonesia!! (dengan bahasa masing-masing tentu saja… *lirik mb Shiel yang nelpon pake bahasa Sakerahan*)

Kita berdelapan seharian keliling kuliner. Pagi-pagi makan SEMANGGI SUROBOYO…trus lanjut LONTONG KUPANG…siang mantengin SATE KLOPO dan LONTONG KIKIL di Ondomohen. Semua menyenangkan karena disambi ngobrol gak keruan dengan hangatnya. Kami cerita tentang apa saja sambil ditingkahi kekonyolan-kekonyolan (paling banyak Bunda Agustin kan yang konyol?? Bukan aku kok. Hihihihi)

Inget nggak kebiasaan anak kecil, kalau suatu waktu dia terlalu banyak tertawa, maka malamnya dia bakalan rewel nangis??? Well, siapa bilang itu berlaku hanya untuk anak-anak?? Menjelang sore ketika kami satu persatu melepas tamu-tamu istimewa kembali pulang, semua mewek!! Di Juanda, aku nggak akan pernah lupa bagaimana sendunya wajah Mb Levie ketika pamit. Air mata yang menggenang itu, ASLI terasa hangat dan manis dihatiku. Rame-rame kami berpelukan bertangisan persis kayak anak kecil. Juga ketika melepas Meri di stasiun Gubeng sesudahnya. Ohh Meri… nggak akan ada kata-kata yang akan bisa melukiskannya, Mer.
  SEMUA INI TERJADI GARA-GARA KAMU MERR!!. Gara-gara kamu adalah mahasiswi duduL yang selalu bikin status ngantuk kalo harus belajar menjelang ujian, tapi paling rajin kalo disuruh jalan-jalan sendiri keluar kota dan mengunjungi kami teman-temanmu ini. Apa yang lebih mengharukan dari hal itu coba?? Mb Ulik dan semua yang pernah ketemu Meri di Jakarta pasti mengerti apa yang kumaksud.

Silaturahim memang selalu terasa indah dan hangat di hati. Kita bergaul setiap waktu lewat internet, dan menemukan bahwa semua itu NYATA karena ketika bertemu muka, kami pun menemukan cinta yang sama yang bahkan terasa jauh lebih hangat karena kami bertemu muka. Pagi tadi waktu aku nyetir sendiri sehabis ngedrop anak-anak, yang terpampang di kaca jendela depan adalah bayangan wajah Meri, Mb Maya dan Mb Levie. Kehangatan kembali menyelimuti hati ketika mengingat kebersamaan kami seharian kemarin. Dan aku yakin, ini juga yang masih dirasakan Mb Shiel, Mb Cindy, bunda Ag, Mb Itho dan Mb Olive.

Kata pepatah, “Kita mungkin akan lupa seperti apa wajah dan suara seseorang, tetapi kita tidak akan pernah lupa KESAN yang kita rasakan ketika kita ada bersama mereka.”

Terimakasih atas kedatangan semuanya kesini. Semua sangat-sangat berkesan!! Kopdaran memang bikin kecanduan (MI buktinya!), jadi aku akan makin rajin berdoa semoga Allah memudahkan kita segera bertemu kembali. Dan semoga persaudaraan kita abadi dalam perkenan Allah SWT. Aminnn Yaa Rabb….. Aku (makin) sayang kalian semuaaa *peluukkk massal*
***




[Kopdar DuduL] Part 1: Kisah Meri, Mimi dan Dua Adnan:::...

***
Kenangan kopdar “gunting pita” di apato Wawa pada 31 Januari 2010 lalu masih sangat amat terasa berkesannya, ketika kemudian dari Yogyakarta Meri datang di inboxku dengan kabar gembira.

“Mba, aku mau ke Surabaya!!”

Maka dibuatlah inbox berempat. Aku, Mb Maya, Mb IYa dan Meri. Sibuk deh kita bikin rencana kedatangan dan skenario. Targetnya tentu saja sebanyak mungkin yang ada di Surabaya. Aku yang kebagian tugas mengumpulkan mereka, dan sempat bingung juga musti pake alasan apa, akhirnya menemukan juga….

Mb Shisiel, bunda Agustin, Mb Olive dan beberapa teman lain udah beberapa tahun ini kan bikin arisan. Biasanya tempatnya di restoran, sekalian lunch. Kebetulan aku nggak ikut. Tetapi dudulnya, kalo pas salah satu dari mereka itu dapet arisan, aku selalu diundang. Wecks, ini DILEMA. Mau nggak datang itu diundang, tapi mau datang tapi aku nggak pernah ikut bayar makannnya. Sungkan kan?? Akhirnya, aku datang sebisa mungkin tetapi dengan acara ledek2an yang tanpa daya kubuat sendiri untuk diriku.

Suatu kali….”Aku duduk di pojokan ini aja deh, hikss”

Di lain kali…. “Aku jadi tukang potonya aja deh..hikss”

Melas kann??? Nah akhirnya kebetulan, pas Meri datang sekalian aku undang saja mereka untuk ngumpul dan makan. Itung-itung menebus yang dulu-dulu itu kan, hehe. Semua sudah oke, kitapun sepakat untuk ngumpul makan Sabtu sore jam 5 di House of Wok, di Sutos.

***

Sabtu, 20 Februari 2010, Jam 13.00 WIB

Akhirnya aku dan MI jemput Meri di Stasiun Gubeng, dan akhirnya….setelah semua yang kita lalui itu, akhirnya aku KETEMU Meri!!! Senangnyaa….akhirnya ya Merr??? Kamu ternyata lebih menggemaskan dari yang kukira *sekarang udah kangen nih*. Seperti yang sudah direncanakan, habis dari stasiun (dan makan siang soto Madura) kita langsung meluncur kerumah Mb Cindy. Berharap bisa surprise in dia sebelum sore itu.

Sesuai skenario, sekitar jam 2, waktu masih dijalan Meri meminjam salah satu telpon MI yang nggak bakalan dikenali oleh hp mb Cindy. Meri pun menjelma menjadi Mimi. Mimi pun mengirim sms….
“Selamat siang Bu Cindy, sy Mimi reporter tabloid “Rumahku” ingin datang meliput rumah ibu untuk dimuat di tabloid kami. Bisakah saya telpon sekarang?”

Sms dicuekin…. Si Mimi pun gak sabar dan memilih untuk telpon saja. Apalagi tadi selama di kereta sudah berlatih logat medok Jawa. Mimi pemberani loh, wajahnya bertekad bulat akan berakting sebaik mungkin, beda dengan yang selama ini di inbox yang maunya “ditemenin mb Wahida tapinya yaaa”.
Singkat cerita, ternyata dengan mudah Bu Cindy mengijinkan Mimi datang kerumahnya siang itu. Sempat ada pertanyaan “darimana mbak dapet no hp saya?” dan ini sudah kuantisipasi. “Dari temen Bu Cindy, namanya Bu Jenny”

*Mb Jenny, dirimu aku tag di cerita ini yaa, maaf aku sudah seenaknya mencatut namamu, dan siapa yang menyangka ternyata ketika mb Cindy konfirmasi ke mb Jenny, ternyata rumah mb jenny MEMANG pernah diliput tabloid “Rumahku”!! hahahaha sungguh kebetulan yang menakjubkan*

Singkat kata, Mimi pun kami turunkan di ujung jalan rumah Mb Cindy, jalan yang berhiaskan foto ayah itu hehe. Mas Iwan kemudian memarkir mobil agak jauh, di tempat teduh yang disitu kita masih bisa melihat rumah mb Cindy. Menunggu dan berdoa untuk Meri, eh Mimi.

Mimi pun dipersilahkan masuk kerumah Bu Cindy. Waktu itu Ayah sedang ada beberapa orang tamu yang ditemui di ruangan kantor dirumahnya. Ruangan kantor ini terhubung langsung dengan ruang tamu, dan waktu itu pintu ruang kantor dibuka. Mimi kemudian duduk di sofa, menunggu Bu Cindy keluar.

Apa yang terjadi kemudian ketika Bu Cindy keluar untuk menemui Mimi?? Belum sempat Mimi mengucapkan sepatah katapun, Bu Cindy sudah keburu berteriak “MERIIIII!!!!!!!!!” trus lari2 peluk2 Meri dengan rusuh. Saking rusuh dan hebohnya, Ayah pelan2 tapi pasti harus menutup pintu ruang kerjanya.

Hahahahaha!! Bubar skenario!!

Akupun akhirnya menyusul kerumah setelah mb Cindy sms in aku yang masih di mobil sama MI “Bee…nanti sore aku nggak jadi datang ke Sutos… Ada tamu…”

Hahahahahah!! Aduhhh padahal asli wajah Meri sudah pemberani loh…ternyata ohh ternyata…

***

Dirumah mb Cindy, kitapun mendiskusikan skenario untuk nanti sore. Akhirnya Meri tetep jadi Mimi, tapi kali ini Mimi The Nanny alias jadi pengasuhnya Dhilla (anak mb Cindy yang bungsu). Itu gara-gara dari awal ketemu Dhilla bikin kita gubrax dengan memanggil Meri dengan sebutan “embak”.

Oke, rencananya nanti begitu tiba di House of Wok (HoW), mbak Mimi ajak anak2 main di Timezone yang memang berdekatan. Kemudian ketika mb Shiel datang, aku akan cerita betapa mb Cindy stress dengan pengasuh barunya, yang di hari pertama kerja aja udah berani ngobrol dengan Ayah (Meri emang sempay ngobrol soal Padang sama Ayah hehehe). Trus habis itu Mimi datang bawa Dhilla, trus bikin mb Shiel gondok dengan ini itu…yang mau merebut kursi lah, segala macam.

Akhirnya Mb Shiel datang… Ngobrol bertiga dengan aku dan mb Cindy (ngobrolin soal mbak Mimi yang bikin mb Cin stress itu), kemudian datanglah Mimi menggandeng Dhilla…

Mb Shiel menyambut Dhila, salim-salim, kemudian sempat melirik mb Mimi… Sedetik kelihatan bengong sambil mikir (ada ya bengong sambil mikir??) telunjuknya terangkat kearah wajah mba Mimi.

“INI MERI KANNN???? IYA KAN??? IYAAAAAAA INI MERIII KANNN??”

Hahahahahah heboh lagi deh!!! Ternyata wajahmu memang gampang dikenali Meeerrr!!! Wakakakakak

Meri sempat lemes karena dari tadi skenarionya kok terlalu cepat berakhir. Akhirnya kita dapat kabar, Mb Agustin bentar lagi datang. Kita semua langsung optimis kembali.

“Tenang Mer, kalo sama Mb Agustin, kamu nggak akan ketauan, percaya deh!!!” kataku.

“Ho’oh, kamu diem aja duduk disitu, nggak usah ekting ngapa2in, dijamin Mb Ag nggak bakalan sadar kalo itu kamu!!” sahut mb Shishiel

Mb Cindy sudah ngikik2 menyetujui sambil mengingatkan kembali track record bunda Agustin…hahaha!

***

Ssstt…bunda Agustin datang!! Atur2 Shafa dan Daffa dulu, nyangoni mereka nyusul main sama anak2 lain ke Timezone, kemudian menyalami kami satu persatu. Nyalami mb Shiel, mb Cindy, kemudian ketika masih cium pipiku bunda sudah melirik Meri yang duduk disebelahku.

“Ini siapa…??” tanya bunda sambil ngeliatin Meri…trus jabat tangannya Meri..

“Itu mbak e Cindyyyy” jawab Mb Shiel…

“Ohh…” kata bunda “percaya”, trus duduk….

Kita berempat sudah pandang2an sambil menyamarkan cekikikan…

“Stt…mb Cin, ayo mulai itung waktunya…” kataku memberi aba-aba….pengen tahu berapa lama sebelum nanti akhirnya bunda sadar bahwa ada Meri disitu.

Kitapun ngobroool….ngalor ngidul…bunda tetep nggak tau kalo yang duduk disebelahku itu adalah Meri. Lima menit…sepuluh menit… eh tiba-tiba ada yang nyamperin meja kita. Bunda Agustin menghambur ke mereka, ternyata itu temen SMP nya.

Bunda minta ijin “Aku naik dulu nemuin mereka ya, sebentaarr aja, sapa2 thok habis itu balik lagim kesini…”

Bunda Agustin kemudian ngeloyor ikut mereka. Pecahlah tawa kita. Hahahah tuh kan Mer??? Gak perlu khawatir kalo sama bunda Agustin….nggak perlulah itu ekting2 yang macam2, cuma diemmm aja dia nggak bakalan ngenalin, apalagi sore itu kacamatanya (seperti biasa) tidak dia pake….

“Mer, ternyata ada yang lebih menyedihkan daripada diremove tanpa penjelasan oleh temen FB ya….yaitu TIDAK DIKENALI sama temen FB!!” kataku santai disambut tawa yang lain..

“Udah nggak dikenalin, ditinggal pergi lagi!” lanjut mb Shiel….Hahahahaha!! *mules liat wajah bunda yang inosen ituuu*

Tak lama kemudian bunda kembali duduk di meja kita. Ambil piring, ambil makanan, dan tetep nggak ngeh kalo ada Meri disitu. Lima belas menit pasti sudah berlalu…bahkan dua puluh menit. Mungkin karena gemas, Meri kemudian beraksi. Dari obrolan singkat ketahuan kalau bunda nggak suka makan salah satu makanan yang ada disitu. Meri kemudian malah menyendokkan makanan itu ke piring bunda..

“Jangan! Jangan ini! Nggak suka ini saya!” tolak bunda… “Sik-sik, ini kok ada yang aneh ya, kalian kenapa cekikikan?? Ini sebenarnya siapa sihh??” tanyanya sambil kembali menunjuki Meri.

THEETTT!!!! Lima belas menit baru dia sadar kalo yang duduk di sebelahku itu adalah SESEORANG!! Itupun belum tahu siapa dia!!

Mb Shiel udah nggak tahan lagi “Adnan…dia Adnan mbaa!!”

“Adnan??.......sik-sik…kay
ak pernah baca nama itu dimana ya…??” GUBRAAAKKK!!! BUNDAAA!!!
Apa yang dilakukannya?? Diambilnya BB, dan dengan mata mencureng kesukaannya diperhatikan sebentar layar BBnya

“Adnan ya?? Sebentar! Dulu pernah ada dua Adnan kan??? Adnan ‘siapa’ sama Adnan ‘siapa’ gitu lohh” BUNDAAA!!!!!!!!! Kita semua cuma bisa menjerit dalam hati.

“Meri ya..eh Meri Adnan sama Meri Azmi…???” kata bunda lagi seperempat yakin…

“IYAAAAAAA!!!!!!” sahut kita serempak!!

“OOHHHH….MERRIIII!!!!!”……katanya sambil menyerbu Meri lagi. ALLAHUAKBAR!!! AKHIRNYAA…..!!!

Huwakakakakak!! Saat itu jam di arloji mb Cindy mungkin sudah berjalan nyaris setengah jam dari bunda datang tadi.

Wahahahahahahaahah!! Ampun deh…

“Benar kan Cin?? Aku udah curiga ada kejutan… soalnya JB itu nggak pernah undang2 traktir kita makan!!” kata bunda kemudian -----lemes deh aku dengernya-----


***

Kemudian datang Mb Olive bergabung, ngobrol seru soal apa aja, termasuk ngomongin orang Padang *lho?? Wkwkkwk* Sampai kemudian Meri dan aku ijin ke toilet… Di toilet, aku dan Meri sudah santai, normal walaupun rahang sudah mulai kejang kebanyakan tertawa….

Detik itu aku dan Meri, di toilet, sedikitpun tak menyangka bahwa ternyata ketika nanti kita kembali ke meja makan, ada lebih banyak ujian dan cobaan untuk kekuatan otot rahang kita, bahkan kekuatan otot yang lain termasuk otot jantung…jauh lebih banyak daripada mengunyah semua makanan lezat di Resto HoW…jauh lebih banyak daripada yang kami semua kira…

(Bersambung :-D)

Tuesday, November 17, 2009

Mas Iwan : Kisah Akik Ungu Misterius dan Pengkhianatannya Bersama Sahabatku (Part 2)

Sambungan dari cerita Mas Iwan : Kisah Akik Ungu Misterius dan Pengkhianatannya Bersama Sahabatku

:::::......

Rumah besar ini memang aneh, sama anehnya dengan nama penghuninya, Mbah BogeL. Bayangkan, siang hari jam 12 begini, rumah itu terasa amat gelap, dingin dan sepi. Semua korden dalam keadaan tertutup rapat dan AC ruangan pasti disetel pol dinginnya, padahal tak tampak banyak penghuni. Entahlah, apa karena aku dari awal sudah tidak mood masuk rumah ini, ataukah memang mbah Bogel ini punya lelaku "memboroskan energi" demi ilmu nya?? Apalagi di atas meja tamu kulihat ada piringan mirip asbak yang penuh berisi bunga. Ya, bunga tabur yang biasa dipakai untuk pemakaman itu! Beuh!

Dan ketika si Mbah Bogel keluar menemui kami, aku makin tak mengerti dunia ini. Dia tampak terlalu muda, terlalu polos dan terlalu alim dimataku. Nggak nyangka dibalik wajah sederhananya itu tersimpan cerita MI bahwa orang ini dikenal berilmu tinggi di bidangnya. Entahlah apa itu bidang yang dimaksud, yang jelas pikiranku saat itu hanya terpusat pada rasa kebelet ku, juga Meri dan ketidak jelasan nasib rencanaku bikin surprise untuknya.

MI pun memintakan ijin aku ke toilet. Kami kemudian diajak masuk ke ruangan besar didalam rumah besar itu. Ruangan itu besar, dengan meja meeting besar di tengahnya. Di sisi sebelah kiri berjejer 3 pintu (kelihatannya pintu kamar) dan diujung sebelah kanan, berhadapan dengan pintu kamar ke3, ada toilet. Kesitulah aku kemudian berhambur masuk, duh leganya.

Oya, aku sempat sial di dalam toilet itu ketika mencari washer untuk membasuh diriku sendiri. Tak ada washer, aku pun meraih shower yang berada di sebelah kanan depan kloset, dan reflek memutar kran terdekat. Betapa terkejutnya aku ketika berbasuh, karena yang keluar adalah air panass!!! Wadaawww saking keburunya, aku sampai nggak memperhatikan kalau yang kuputar adalah kran air panas. Sambil menahan rasa terbakar, aku jadi geli sendiri karena tiba-tiba ingat cerita seorang teman, mb Dian yang dulu pernah kesemprot air panas juga waktu teman2 ngadain kopdar di kantornya Mb Levie di Ophir.

Aku pas menyempatkan basuh muka sebentar disitu, ketika Mas Iwan menelepon. "Aku sudah masuk kamar sama mbah BogeL, nanti kalau kamu sudah selesai, tunggu aku di ruang yang ada meja meeting besar tadi ya?" Oke, jawabku... Aku juga lebih senang nunggu diluar kamar kok, daripada ikut masuk. Aku sama sekali tidak tertarik untuk melihat apa yang terjadi didalam, jadi ya kebetulan.

Setelah selesai di toilet, aku keluar dan duduk di satu2nya kursi yang ada di tepi meja meeting di ruangan besar itu. Mas Iwan pasti sedang berada dibalik salah satu dari tiga pintu kamar itu, mungkin di kamar paling kanan, paling ujung, depan pintu toilet itu.

Pikiranku masih saja terpusat pada Meri. Dia barusan sms, tapi blum kubalas, tapi itu artinya dia sudah bangun. Baguslah, pikirku...dia memang harus bangun, dan siap2 kopdar di CITOS. Kuputuskan untuk menjalankan rencanaku. Aku telpon Meri, sambil ekting marah2 kutuduh dia sedang berada di Surabaya. Aku juga sebut2 mb Ulik dan mb Irma yang kubilang "tahu ada rencana tapi nggak mau bilang rencananya apa". Mb Ulik dan Mb Irma memang tahu rencana AKU ngerjain Meri kan?? **ngeles.com**

"Kamu tega ya Mer, kamu jahat...kamu nginep dimana sekarang??? Di rumah mb Cindy??? Mentang-mentang rumahku belum selesai dan rumah Mb Cindy yang buesar itu sudah diupload fotonya yah...???" semburku dengan suara terisak sementara di seberang sana suara Meri sibuk menjelaskan bahwa dia di Jkt, sambil menuduh aku sedang ekting. Telpon kemudian terputus, kulihat sinyal memang cuma ada 1 bar, itupun hilang-hilang. Kubiarkan urusan Meri menggantung, aku kemudian sms mb Ulik dan mb Irma, serta hubungi mb Cindy, antisipasi pokoknya Meri tidak boleh tau kalau aku ada di Jakarta.

Selesai, akupun kemudian punya kesempatan untuk memperhatikan lagi suasana rumah ini. Masih remang cenderung gelap karena semua korden ditutup rapat. Didepanku berjejer 3 pintu kamar yang tertutup rapat. Suhu ruangan dingin banget, AC distel pol. Dari ruangan pojok pintu paling kanan terdengar suara2, semakin membuktikan dugaanku bahwa Mas Iwan ada disitu bersama si Mbah BogeL, dan entah siapa lagi, mungkin anak buah si Mbah. Aku hanya bisa istighfar tak berani membayangkan apa yang sedang mereka lakukan disana. Nanti saja aku tanya MI, sambil ngomel2 lagi tentu.

Gludak-gluduk suara lagi, aku jadi agak khawatir, apa yang sebenarnya mereka lakukan didalam situ?? Aku masih sibuk bertanya-tanya didalam hati ketika kemudian pintu kamar yang ditengah pelan-pelan terbuka, dan apa yang kemudian muncul dari dalam situ membuat darahku mendadak terkesiap.

Dalam keremangan ruangan yang dingin itu, ekor mataku menangkap sosok berjubah hitam, berambut panjang terurai, berbadan tinggi langsing berjalan pelan keluar kamar. Aku langsung merasa beku, rasanya darahku sontak naik ke kepala dengan kecepatan sepersekian detik. Sosok yang tadinya kukira berjalan mundur keluar kamar itu ternyata berjalan maju!! Dengan rambut panjang terurai menutupi wajahnya dia berjalan pelan keluar kamar seakan tidak melihatku yang duduk di seberang meja.

Aku membeku menekuri handphone ditangan, tapi tak bisa menangkap apa yang ada di layar handphonenya. Kurasakan bulu kuduk di leherku sudah tegang berdiri. Darahku rasanya sudah naik terkumpul semua di kepala, dan membeku disitu. Tanganku sudah terasa kaku ketika kemudian ekor mataku melihat sosok itu berbelok ke kiri, dan berjalan pelan menyusuri lorong, menuju pintu paling kanan, pintu kamar paling ujung.

Tiba-tiba, "sreekkk..." terdengar suara sandal sosok itu beradu dengan lantai. Dia manusia!! Jelas dia manusia, batinku!! Tapi kenyataan ini tidak lantas mencairkan beku di badanku. Sedikitpun tidak! Dan sekarang, ada ketakutan mendadak yang malah menyerang sekujur badanku. Kenapa demikian?

Seumur hidup aku memang tak pernah melihat hantu. Nggak bakat kalau kata semua orang. Tapi kalau ditanya apa yang mungkin membuatku ketakutan adalah manusia yang sedang berniat aneh ataupun jahat. Ketika dulu sering ditinggal MI dirumah berhari-hari sendirian dirumah (benar-benar sendirian!!), ketika malam tiba yang paling kutakutkan adalah perampok dan orang gila yang aneh, bukan hantu.

Kenyataan bahwa dirumah seorang paranormal yang besar yang gelap, dingin dan terasa angker dengan hiasan bunga kuburan ini ada sosok manusia bertingkah mirip hantu yang melenggang melewati aku seperti itu, sudah melebihi batas ketakutanku.

Aku masih membeku menekuri handphone ketika sosok itu berjalan pelan menuju pintu kamar pojok. Sosok itu kemudian masuk ke kamar itu. Dugaanku semakin terbukti kalau MI sedang berada di kamar pojok itu, dan terlibat ritual yang aku ngeri membayangkan apa itu. Mungkin sosok mirip hantu itu adalah murid si mbah, atau justru guru si mbah, yang kemudian memutuskan bergabung kedalam ritualnya.

Dalam hatiku yang semakin ciut aku menyumpahi MI yang mengajakku kesini. Aku menyumpahi dia yang mau saja terlibat dengan orang-orang aneh dan misterius seperti mereka ini.

Pintu kamar tengah yang tadi ditinggal sosok jubah hitam dalam keadaan setengah terbuka, tiba-tiba njeplak menutup dengan keras. Kulirik di pintu kanan kamar ujung tempat sosok berjubah hitam tadi masuk. Kamar itu juga dibiarkan setengah terbuka pintunya. Tapi aku hanya sanggup melirik sekilas, aku cepat-cepat kembali menekuri handphoneku lagi. Sementara orang2 misterius itu melakukan ritual apapun itu didalam kamar, dan suasana di ruang ini semakin mencekam, rasanya fesbukan akan menjadi ide yang bagus waktu itu.

Tapi ternyata nggak ada sinyal disitu... Ya Allah... Ekor mataku bahkan sekarang menangkap bayangan sosok berjubah putih sedang mondar-mandir didalam kamar pojok yang gelap. Awalnya kukira itu adalah sosok yang sama dengan yang tadi berjubah hitam (mungkin dia ganti jubah), tapi kemudian ekor mataku menangkap sosok jubah hitam itu juga berkelebat didalam kamar. Melihat rambutnya yang gondrong dua-duanya, berarti itu bukan Mbah Bogel atau MI.

Ya Allah, hanya Kau yang tahu apa yang mereka perbuat didalam sana, atau apa yang mereka sedang lakukan kepada suamiku... Baik-baikkah MI sekarang?? Ingin rasanya aku pergi saja ke kamar itu untuk melihat apa yang dilakukan sosok2 itu, demi Allah suamiku ada didalam bersama mereka!! Tapi badanku sudah duduL tak jelas apakah lemas ataukah kaku. Makin lama suasana makin mencekam, karena tak ada suara pembicaraan sama sekali, hanya ada beberapa suara air dan pintu membuka menutup yang menandakan sosok2 disitu tidak sedang berdiam diri.

Mulutku sudah tak berhenti membisikkan segala macam doa dan lafadz ayat kursi. Kurasakan tangan dan dadaku sudah bergetar hebat. Rasanya aku bahkan bisa mendengar degub jantungku jantungku sendiri sementara leherku sudah kaku.

Ya ALLAH, lindungilah suamiku...lindungilah aku...

Ekor mataku masih sempat menangkap sosok berjubah putih berjalan mendekati pintu, seperti akan keluar dari kamar. Tapi kemudian ada sms masuk. Mas Iwan!

"Rumah ini sangar.... DEMIT THOK!!!"

Sontak jelas kulihat tanganku sudah gemetar hebat. Aku setengah heran melihat tanganku masih kuat mengetikkan jawaban buat sms nya. Aku pengen sekali telpon MI saja, tapi aku ingat pesannya MI tadi, dia menyuruhku MENUNGGU disitu sampai MI selesai. Ya Allah, paling tidak berarti MI baik2 saja, buktinya dia masih bisa mengirim SMS. Buru2 aku send jawaban via sms nya...

"Mas, kesini mas, plis... :'( ...." lengkap dengan icon nangis dan tanganku sudah bergetar hebat waktu memencet tombol Send.

Satu dua detik, tak ada jawaban. Serasa seabad sementara aku mencoba keras untuk tidak melirik kearah kamar yang sekarang pintunya kembali terbuka itu. Sosok jubah putih itu lagi... Ya Allah...

"Plis mas... SEKARANG!! :'(

Dan MI pun tak segera menjawab. Ya Allah, harusnya dia tahu bahwa aku tak pernah seperti ini. Harusnya MI tahu bahwa aku tak pernah seperti ini!!! SMS ku harusnya sudah jelas kengirimkan pesan SOS kepadanya. Tapi kenapa tak dijawab juga sms ku??? Dia juga tak kunjung keluar menemui aku??? Bukan hanya tanganku, badanku sudah kurasakan mengejang nggak keruan. Sementara suara-suara sudah mulai riuh, aku tidak yakin apakah itu berasal dari kamar pojok ataukah dari kepalaku sendiri.

Beberapa puluh detik yang terasa bagaikan seumur hidup, kemudian pintu kamar kiri membuka. Setengah bersorak aku melihat MI keluar dari situ bersama Mbah BogeL. Mas Iwan menghampiriku sambil membawa bungkusan kain hitam berisi sebilah keris.

"Udah?" bisikku tertahan sambil menengadahkan wajahku kearah MI yang berdiri disamping kiriku. Aku bertekad akan terus membelakangi arah pintu kamar pojok itu mulai sekarang dan selamanya!!

"Kamu kenapa?? Ada apa?" tanya MI. Dibelakang MI, masih berdiri si mbah BogeL jahanam itu.

Ya Allah!!! Dia masih pake tanya lagi!!! Mas Iwaaannnn!!! Aku hanya sanggup berteriak dalam hati.

"Kamu udah selesai kan? Kalo udah ayo keluar dari sini...yuukk..." bisikku masih dengan suara tertahan. Aku menyumpahi diriku sendiri yang dalam kondisi seperti itu masih merasa harus menjaga sopan santun. Bagaimanapun aku tidak mau ajakanku untuk pergi terdengar oleh mbah BogeL. Argghh detik itu sumpah aku benci sekali dengan diriku yang masih bisa menjadi tamu yang terlalu bertenggang rasa padahal si tuan rumah jelas2 manusia2 nggak waras begini. Apalagi MI tak juga mengajakku keluar, malah bertanya lagi.

"Ada apa? Kamu kenapa? Coba cerita..."

AKU SUDAH TAK TAHAN LAGI!!!

Begitu kulihat Mbah Bogel masuk lagi ke kamar kiri, tangisku pecah. Masih berusaha kutahan, tapi air mataku juga kubiarkan meluncur sambil menengadahkan wajah kearah MI. Tanganku mencengkeram tangan MI kuat-kuat. Wajahku yang kata orang sendu, aku yakin sudah berpuluh kali lebih sendu saat itu.

"Nanti aku cerita, tapi pliss....pliss...bawa aku keluar dulu dari tempat ini...pliss mass...." gerungku masih dengan suara tertahan dan airmata di pipi.

Dalam hati aku berjanji akan mati2an memarahi MI nanti. Biasanya dia selalu sensitif dengan perasaanku, tapi kali ini MI sudah keterlaluan. Bukannya cepat2 membawa istrinya pergi dari rumah jahannam ini, dia malah bilang "Iya, kita pergi habis ini, tapi aku juga kebelet dari tadi... Aku ke toilet dulu ya.."

"Nanti aja mas, pliss.....kamu beol di pom bensin aja yaa...??" suara memelasku tak guna juga menggeret MI keluar dari rumah ini.

Aku cuma bisa lemes pasrah melihat MI berjalan keara toilet. Ya Allah, aku kembali lagi ke suasana itu sekarang...sendirian lagi...sementara pintu kamar pojok kembali terbuka.

Mataku makin bertekad untuk tidak melihat kearah sana lagi untuk selamanya! Melirik pun tidak akan!! Tapi sekali lagi, ekor mataku berkhianat, karena aku melihat saat ini dua sosok berjubah keluar dari kamar bersama-sama. Si jubah putih dan hitam serasa melayang berjalan menyusuri lorong yang temaram, dan kali ini menuju kearahku....

Jarak sosok putih mungkin sudah sekitar 1 meter denganku ketika kurasakan aku mungkin akan memilih pingsan saja. Entah kekuatan apa yang mendorongku, yang jelas wajah putih pucat si sosok jubah putih masuk ke ekor mataku...kemudian kudengar suara lembut yang sumpah sangat akrab di telingaku...

"Halo...." kata suara itu. Suara mb Maya!!!

"Hihihihi..." sosok jubah hitam kemudian tertawa.... Dan itu tawa Mb Levie!!

Kuputuskan untuk lemas saja...kutangkupkan kepalaku kedalam tanganku yang terlipat diatas meja. Hati dan jantungku kurasakan sudah melorot jatuh dan ditelan bumi dibawah sana. Aku masih sempat terisak, tapi kemudian badanku terlalu lemas untuk itu...

Belum cukup, sedetik kemudian pintu kamar tengah njeplak terbuka, dan dari dalam situ keluar Wawa. Ya Allah, jangan biarkan korban favoritku ini ada disini sekarang ini, ketika aku lemas tak bernyali lagi seperti ini... Plis, jangan Wawa... Tapi senyum manisnya memberiku kenyataan pahit bahwa itu memang Wawa...korban kejahilan favoritku ada disitu, dan terang2an menunaikan pembalasan yang sangat pahit buatku.

Kepahitan yang anehnya menjalarkan kehangatan dan tenaga kedalam tubuh lemasku. Baru sebentar, mungkin hanya sedetik ketika kemudian dari pintu kamar (entah yang mana) muncul Titin yang jejingkrakan menari-nari sambil tertawa-tawa menuju kearahku dan memelukku.

Oh Ya ALLAH..dan siapakah itu yang dibelakang Titin??? Nggak mungkin itu Kak Mia...

Hihiks...itu memang Kak Mia.... Kak Mia!!! Siapa yang bisa percaya dia juga terlibat semua ini??? Ini kak Mia yang selalu kubocorin tiap aku akan punya rencana ngerjain teman-teman. Kak Mia yang selalu kuberitahu karena aku sangat menjaga perasaanya supaya tidak ikut dag-dig-dug jantungan sehabis beliau sakit parah setahun yang lalu.

Kakak, RUPANYA KAMU SUDAH BENAR-BENAR PULIH DARI SAKITMU SEKARANG YAHHH!!!????

"Siapa lagi yang berada dibalik semua ini hah???" tanyaku menuntut.

Kemudian meluncurlah nama2 itu.
Mb IYa... (oh no, dia yg baru kukhianati bersama Mb Maya waktu aku ke KL ternyata sudah balas dendam ya, hikss)...
Jiehan (oh off course **rollingeyes**)...
Mb Sisil (Mbak SISIL??? **langsung pgn misuh**)

Pasti semua bisa membayangkan (atau tak bisa??) bagaimana perasaanku waktu itu kan?? Apalagi begitu MI keluar dari toilet dan mb Maya bertanya kepadaku "Dan tahu nggak siapa yang memprakarsai ini semua???" sambil matanya melirik kearah Mas Iwan....

Dan perasaanku langsung penuh dengan berjuta macam rasa yang sudah tak jelas lagi apa warnanya....

:::::.....

Orang bilang, musibah terbesar seorang istri adalah bila dia mendapati suaminya mengkhianatinya dengan sahabatnya sendiri. Ada yang bilang itu adalah sebuah kiamat bagi seorang wanita.

Tapi ternyata aku adalah seorang wanita yang sangat amat beruntung dan sangat patut bersyukur. Allah telah membuktikan janjinya kepadaku, bahwa dibalik sebuah musibah DIA pasti akan memberikan karunia berupa kenikmatan yang tiada tara rasanya. Hari itu aku serasa jatuh cinta sekali lagi dengan suamiku... Subhanallah...

Tadi pagi, rasa hatiku mau tak mau jadi berubah ketika kulirik sebentuk cincin bermata akik ungu yang amat norak itu masih bertengger di jari MI. Tak bisa kutahan, hatiku tersenyum hangat dan geli ketika melihatnya... Padahal dua hari yang lalu, aku sangat tersiksa sebal bahkan tak sudi meliriknya. Ketika MI ngotot ingin memakai cincin itu barang beberapa hari lagi, aku bahkan tak keberatan. Tapi beberapa hari, ingat, hanya beberapa hari ya MI....hihihihihi.

Oya, soal Mb Maya, aku punya catatan khusus. Sudah hampir setahun kami bertiga (aku, mb May dan mb IYa) kompak jadi PIC (Partner-In-Crime) pencilakan merencanakan kejutan2 untuk kopdar teman-teman. Hubungan kami bertiga memasuki babak baru ketika bulan lalu aku dan mb Maya berkhianat dan berdua ngerjain mb IYa waktu aku pergi ke KL. Pas sebulan kemudian (sama2 tanggal 15 tengah bulan loh), ternyata aku menerima kenyataan bahwa mereka berdua kemudian mengkhianatiku, kali ini lebih parah karena mereka ternyata kompakan dengan suamiku...

Kemarin sore, ketika nunggu boarding pesawat balik ke SUB, aku nulis sesuatu di wall mb Maya, seperti ini :

"Hai hantu rumah bordiR yang kucinta...Thx buat semuanya ya...being in this town n hang out with you girls will always be a blast for me **berkaca2 nunggu boarding**

Jujur, aku sekarang kesian sama kamu cuy...dari kita bertiga (kamu, aku dan mb IYa), CUMA KAMU yang belum pernah merasakan apa yang sudah kami berdua rasakan... Pengkhianatan (Penuh) Cinta....

Aku berdoa semoga Allah memudahkan dirimu untuk mendapatkannya...dengan cara yang lebih2 dari yang sudah kami terima... Amiin Yaa Robbal Alamiinn... "

;-)

:::::.....


:::::.....

Foto-foto lain (FB Mb Maya):
http://www.facebook.com/photo.php?pid=2847791&id=699817731#/album.php?aid=122929&id=699817731

Transkrip skenario MI dengan sahabat2 duduL (FB Mb Maya juga):
http://www.facebook.com/photo.php?pid=2847791&id=699817731#/notes/maya-w-wardhani/dunia-itu-kejam-wahida-1/196277082600

dan disini :
http://www.facebook.com/photo.php?pid=2847791&id=699817731#/notes/maya-w-wardhani/dunia-itu-kejam-wahida-1/196277082600


Mas Iwan : Kisah Akik Ungu Misterius dan Pengkhianatannya Bersama Sahabatku

:::::.....

Setiap kita pasti punya sesuatu yang tidak disukai oleh pasangan kita, begitupun sebaliknya. Kalau ditanya satu hal apa yang paling menggangguku dari Mas Iwan, itu adalah sedikit hubungannya dengan dunia yang sangat tidak bisa kupahami, yaitu dunia pergaiban.

Yang unik dan menurutku aneh, Mas Iwan sendiri, aku tahu dia tidak begitu menikmati hubungannya dengan dunia itu. Kalau banyak orang yang sampai rela melakukan ritual atau lelaku ini-itu untuk mendapatkan ini-itu, MI tuh sebaliknya. Ini-itu lah yang malah seakan mengejarnya. Seringkali kami harus menolak secara halus ketika ada pihak yang ingin memberikan ini-itu pada MI. Padahal pihak ini konon dikenal sebagai tokoh yang tidak gampang memberikan ini-itu kepada orang lain, bahkan tak jarang orang lain harus bayar ratusan ribu bahkan jutaan, atau puasa mutih 40 hari 40 malam untuk mendapat ini-itu dari si tokoh. Hal seperti ini bukan hanya sekali dua terjadi, dan bukan satu dua pihak juga yang ingin memberi. Aneh kan??

Sampai sekitar 2 minggu yang lalu, aku tiba-tiba saja meradang demi melihat MI pulang kerja memakai sebuah cincin AKIK!! Sudahlah jelas-jelas itu cincin berakik, mana noraknya minta ampun!! Cincinnya berwarna perak dan akiknya berwarna UNGU menyala, pokoknya udah cukup membuat aku meradang dan jadi istri durhaka yang ngomel2in suami sendiri deh!!

"Ini bukan punyaku say, ini titipan, kali ini aku bener2 nggak bisa menolaknya, maaf. Cuma sebentar aja kok aku pakenya" bela MI. Aku nggak perduli dan tetap memintanya untuk melepas saja, dan MI juga tetap seperti tidak perduli terus memakainya.

Dua minggu terakhir ini jalan berdua MI selalu jadi hal yang sangat menyebalkan. Aku yang biasanya selalu keblinger melihat telapak tangannya yang besar dan seksi itu -ehm-, kali ini jadi keblinger tapi dengan bentuk yang lain. Dari rasa sebel, mual sampai menyumpah-nyumpah campur istighfar dalam hati (bingung kan gimana coba, menyumpah2 campur istighfar hahaha).

Maaf ya para pembaca, bukannya aku alergi sama batu akiknya, tapi aku tidak sebodoh itu, benda2 yang sering orang2 pingin berikan ke MI itu pasti dimaksudkan ada "isi"nya kan?? Itu dia yang aku tidak suka. (Ahahaha jadi inget Ime temen SMPku, kamu pasti suka sekali note ku yang ini nda....asem tenan!! Wakakakak!)

"Sebentarnya itu sampe kapann???"

Pertanyaan ini terjawab waktu dengan mendadak MI mengajakku ke Jakarta Minggu, 15 November 2009 lalu. Kata MI, teman yang diajak ke Jkt mendadak membatalkan, daripada tiket terbuang maka dia mengajakku. Dia juga cerita bahwa dia harus menyampaikan titipan barang kepada seseorang di Jkt juga. Barangnya apa? Ya akik itu! Oh syukurlah akhirnya kami bisa lepas dari akik itu, begitu batinku.

Kelegaanku tidak bertahan lama. Waktu menunggu boarding, MI mulai cerita tentang Mbah Bogel. Dia seorang paranormal kaya yang bakal menerima titipan akik itu nanti. Ketika aku diam2 bersyukur lagi karena sebentar lagi bisa lepas dari cincin akik itu, MI meneruskan ceritanya "Nanti cincin ini akan aku serahkan pada dia, trus sama dia ditukar sama sebilah keris kecil katanya."

"KERISS???" semprotku lagi. Untung penerbangan kemudian berjalan lancar, padahal pesawatnya terpaksa harus menahan beban berat ditumpangi kudaniL superbesar dan super ngambek!! Omelannya aja pasti bisa didengar burung-burung yang beterbangan di sekitar pesawat tuh!

"Cuma sebentar kok, nggak akan lebih dari 15 menit, habis itu kamu bisa ke CITOS untuk kopdar sama teman-temanmu" kata MI mencoba menenangkanku.

MI pinter, memang satu2nya hal yang sangat membuatku bersemangat hari itu adalah acara lunch kopdar bersama teman-teman. Apalagi hari ini aku mempersiapkan sedikit rencana untuk Mèri yang konon masih berada di Jkt sehingga bisa ikut. Rencana yang terpaksa harus kubuat sendiri karena Trio Lugu tak ada yang bisa menerima tantanganku ketika aku meminta skenario kepada mereka.

Sebagian pembaca mungkin sudah tahu cerita tentang Trio Lugu yang sangat kusayangi ini. Meri, mb Ulik dan mb Irma Eka Sari sama lugunya dengan Wawa kalau urusan merencanakan surprise2an dan ngerjain temen. Bedanya, Wawa memilih diam dan menerima nasibnya sebagai korban, menunggu surprise terjadi dan menikmatinya.

Tapi trio itu tidak. Mereka tidak pernah mengenal kata menyerah dan ngeyeL selalu ngotot membuat rencana2 dengan keluguan mereka. Rencana yang akhirnya banyak menuai berbagai macam kesuksesan : sukses kacaunya, sukses berantakannya (dirusak oleh keluguan mereka sendiri), sukses salah target, sukses berbalik menjadi senjata makan tuan buat mereka sendiri, macam-macam pokok nya. Yang jelas, selalu sukses membuat perut semua orang ngakak mules dan akhirnya kaku kram perut dan kram rahang. Perlu note tersendiri deh buat cerita mereka ini.

Meanwhile, siang itu begitu mendarat di Cengkareng, akhirnya aku harus jalan dengan rencanaku sendiri bikin surprise buat Meri. Kenapa yang kutuju Meri, karena memang aku belum pernah sekalipun bertemu dengan dia. Kemarinnya, ketika aku menghubungi mb Ulik juga mb Irma untuk memberi mereka kesempatan membuatkan skenario untukku, seperti biasa berakhir dengan perut kami bertiga (ya, mb May dan mb IYa tentu saja tahu semuanya) mulas tidak keruan.

Rencanaku, aku akan "menuduh" Meri datang ke Surabaya, dan marah2 sama dia karena tidak memberitahuku. Meri memang pernah berjanji akan menghubungiku kalau datang ke SUB , dan akan menyusun skenario rencana berdua untuk memberi surprised teman2 kami di SUB. Harapanku, Meri akan kebingungan aku tuduh begitu, sampai kemudian siangnya mengetahui bahwa aku justru ada di Jkt ketika kami bertemu di kopdar CITOS.

Akhirnya, setelah mendarat di Cengkareng, aku dan MI langsung meluncur ke rumah si paranormal tempat MI akan menukar cincin akiknya dengan keris. Sepanjang perjalanan aku memilih asyik kirim sms, mulai meneror Meri, daripada meladeni rasa sebalku pada MI, juga pada akik dan keris jahanam itu.

Dari info kanan kiri, aku mengetahui bahwa Meri hanya punya waktu jam 12 sampai jam 2 siang untuk kopdar. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 11.30 sehingga aku merasa punya alasan untuk memberi "warning" supaya MI nggak pake acara lama dirumah mbah BogeL.

"Nggak akan lama, paling lama 15 menit aja kok". Benar lho ya, ancamku.

"Nanti selagi Mas Iwan urusan sama orang bernama aneh itu, aku mau nunggu sambil ke toilet, karena udah nahan kebelet pup dari sejak dua jam tadi nih." Oke, jawab MI. Dalam hati aku juga berencana untuk kembali mengurusi rencana meneror Meri pas menunggu MI itu aja.

Setelah beberapa kali mobil carteran nyaris nyasar dan sopir tanya sana-sini, sampailah kita dirumah si Mbah Bogel itu di kawasan Kebayoran. Rumahnya besar, dan kalau ada paranormal yang lebih memuakkan buatku, itu adalah yang kaya raya seperti ini. Karena menurut logikaku, itu berarti mereka bukan hanya jenis orang yang suka berurusan dengan barang2 gaib dan magic, tapi mereka juga hobi membisniskannya.

Ahh...aku sebal sekali harus berada dirumah ini. Aku juga sebal setengah mati sama MI. Hanya demi kesopanan lah akhirnya aku mau dipersilahkan masuk oleh penjaga rumahnya. Untung pikiranku disibukkan dengan rencana untuk Meri. Juga desakan kebelet pup yang harus segera diselesaikan. Urusan Meri menemui rintangan karena ketika tadi jam 11.30 (waktu masih di jalan) aku berniat menelepon Meri untuk marah2 sambil nangis menuduh dia ada di SUB, ternyata yang mengangkat mas Dua suaminya, dan dia bilang Meri masih tidur di rumah kost mas Dua di Depok.

Masih tidurrr??? Bukannya jam 12 dia ada acara kopdar di CITOS?? Lalu bagaimana bisa jam 11.30 dia masih molor tidur??? Padahal lagi, jam 4 sore dia harus sudah balik ke Depok karena jam segitu travel yang membawanya balik ke Jogja akan menjemputnya. Meri harusnya datang seawal mungkin ke CITOS kan? Biar bisa agak lama ketemu teman-teman??? Duhhh...mana Mb Maya juga nggak bisa dihubungi lagi. Aku mulai tegang dengan rencanaku sendiri.

Kami berdua kemudian dipersilahkan masuk kerumah si Mbah BogeL, dan aku tetap merasa itu sungguh nama yang aneh dan menyebalkan, bahkan lebih aneh dan menyebalkan dari nama Ki Joko Bodo sekalipun. Dan yang paling paling menyebalkan diantara semua adalah tetap MI dengan cincin akiknya itu!

Tapi sekalipun merasa sebal begitu, tak pernah sedikitpun aku menyangka, bahwa ketika aku melangkahkan kaki masuk kedalam rumah besar itu, adalah awal dari perubahan drastis perasaan sebal dan benci ku pada si cincin berwarna perak bermata akik ungu yang sangat norak itu...

(Bersambung ke Part 2)

Saturday, August 29, 2009

Operasi Ketupat Onta

Assalamualaikum wr. Wb.
Ahlan wa sahlan.

Tahu nggak?? Aku selalu berpikir bahwa PERSEPSI manusia adalah satu hal yang sangat luar biasa. Anda pasti pernah menyaksikan betapa powerfullnya kata "salah paham" dan "salah persepsi". Hanya karena ada dua pihak yang berkomunikasi tetapi mempunyai persepsi yang berbeda dalam pikirannya, akibatnya bisa luar biasa fatal. Bahkan beberapa perang dunia diawali dan disebabkan oleh hal ini. Hebat nggak??

Ada salah satu contoh lagi. Temen-temen semua, jadi begini ceritanya...

Sudah sejak seminggu sebelumnya, mulai awal puasa kita semua sudah tahu kalau akan ada acara kopdar sambil buka bersama teman2 duduler di Jakarta. Kalau sudah begini, mulailah Mas Iwan usil...

Apalagi kalo bukan mulai sok nawarin aku pergi ke Jakarta. Biar bisa ikut kopdar maksudnya. Dia paham betul, rasa rinduku pada temen2 di Jakarta tak pernah putus. Yang ada tentu saja aku manyun waktu ditawari kemarin, karena selain aku nggak yakin apakah Mas Iwan serius atau cuman godain aku, jadwalpun tak mengijinkan aku untuk pergi-pergi.

Rupanya, Jiehan yang kali ini didapuk jadi EO. Kulihat dia wira-wiri mulu di FB teman-teman, minta pendapat soal tempat yang pas sampai rayu sana sini supaya banyak yang bisa datang ke kopdar Jumat sore itu.

Sampai suatu kali, hari Kamis kemarin Jiehan bikin status soal kopdar lagi. Aku yang waktu itu sedang dijalan pergi berdua MI, mendadak tanpa ada maksud apapun kecuali iseng, komen di status Jiehan begini..."Jie, MI nawarin aku tiket PP ke Jkt Jumat terus nih...aku harus jawab apa??"

Jiehan malah langsung lompat2 lonjak2 kegirangan di wallku, intinya dia seperti udah 80% percaya bahwa aku akan pergi ke Jakarta. Dan ini menjadi persepsi Jiehan yang fatal akibatnya...

Merasa lucu melihat ekspresi Jiehan yang seperti itu, aku lalu mengabarkan pada Ibu Komandan Maya. Aku sms mb Maya supaya dia baca tulisan penuh lonjak2nya Jiehan.

Malamnya, ditengah acara tadarusku ada sms masuk. Karena pas aku sedang menunggu sms penting seorang teman, akhirnya kubuka. Ternyata dari Mb Maya. "Lagi repot gak? Aku mau telpon". Waduh. Ini hal yang jarang terjadi, dan biasanya kalo sampe mau nelpon begini, biasanya penting.

Selesai tadarus yang akhirnya sedikit kuperpendek *istighfar* Mb Maya pun telpon, dan mengabarkan tentang sebuah skenario yang kutangkap sebagai berikut.

Dia bersama dengan mpok Iya sudah menyiapkan kejutan untuk kopdar bukber Jumat!! (Btw, mpok Iya boleh saja tinggal di Kuala Lumpur dan nggak pernah bisa datang kalo ada kopdar. Tetapi rupanya akal bulusnya selalu ada di setiap kopdar hahaha)

Kejutannya : Meri si onde mande datang ke Jakarta!!
Detilnya : mereka berdua akan masuk ke restoran Jepang tempat kopdar dengan menyamar ala arabian lady!! Mpok Iya bahkan sudah melatih Meri ngomong beberapa kalimat dalam bahasa Arab dan mb Maya sudah membeli dua baju burqa hitam lengkap dengan celak dan parfum menyengat ala Arabian.

Makanya Jiehan dibikin sibuk dengan didapuk jadi EO. Semua juga tahu Jiehan lah yang paling penasaran setelah jadi korban di skenario kejutan sebelumnya. Tentu untuk mengalihkan perhatian dan kesibukannya supaya nggak curiga.

Hahahahahaaha. Aku langsung merasakan lagi adrenalin itu. Bahkan beberapa saat sebelum terucap dari bibir mb Maya, aku sudah paham tujuan dia menelponku. Aku langsung jelas apa tugasku. BIKIN SEMUA ORANG, TERUTAMA JIEHAN MENGIRA BAHWA AKULAH YANG DATANG KE JAKARTA DAN MENJADI KEJUTAN KOPDARNYA.

Aku langsung beraksi. Tulis ini-itu, sana-sini di wall orang-orang. Tentu, dengan tidak boleh lupa peraturan nomor satu kita : apapun itu, tidak boleh dilakukan dengan berbohong!! Selalu gunakan teknik ngeles dan pengalihan perhatian. Mainkan saja persepsi dan emosi orang-orang. Tapi tidak boleh berbohong!

Tapi ada satu masalah. Jiehan tidak bisa berhenti bertanya. Mengejarku dengan sms-sms berisi pertanyaan2 yang semakin lama memojokkanku ke pinggir jurang kebohongan. Gawat! Makin lama dia makin mempersempit ruangku untuk ngeles *benarlah perkiraanku selama ini bahwa dia punya bakat, dia punya bakat!!*.

Semakin malam nada di smsnya Jiehan sudah begini : "Jawab dengan jujur mba!!! Kamu bener akan ke Jakarta??? Jujurlah padakuu, iya atau tidakk???"

**putar otak dengan kencang sampe kliyengan**

Untunglah sesuatu kemudian muncul di kepalaku. Pejamkan mata, bulatkan niat, akupun membalas sms nya.

--Jie, sungguh...aku perlu kamu untuk DIAM...atau mb Maya akan terancam batal mendapatkan balasannya!! **senyum licik sambil komat kamit berdoa semoga nggak kuwalat sama ibu komandan**--

Berhasil!!! Buktinya Jumat pagi subuh, Jiehan sms lagi begini.

--Horeeeee!!! Aku telp kamu kok gak diangkat?? Siapa aja yang tau kamu mau dateng?? Oh...please biar aku aja yang tau...rencananya gimana?? Call me mba, ASAP!!--

Dan kulihat emang ada miskol dari dia di hpku. Dua!! Hadoohhh keluar dari mulut buaya langsung disambut mulut serigala!!
Aku panik. Tidak tahu bagaimana menjawab, dengan pmata terpejam ngeri aku sampai refleks mematikan hendphone. Sejurus setelah mematikan itu aku tertegun...kulihat ini jam 6 pagi...biasanya kalo ke Jakarta, aku berangkat dengan fligt pagi. Pas banget, jam 6 seperti ini. Matinya hp ku pasti memberikan Jiehan kesan kalau aku berada di pesawat. Karena sekitar jam 7 lebih, datang lagi smsnya menerorku minta telpon. (Padahal aku cuma matiin hp beberapa puluh menit hahahaaha).

Aaaarrgghhh bagaimana ini?? Anak itu pasti sudah berpikir kalau aku sudah mendarat di Jakarta! Padahal aku ada di parkiran carrefour dekat sekolah anak-anak, malah barusan telpon-telponan sama Meri dimana aku sempat memberikan suntikan semangat pada sosok lugu itu agar nanti nggak cekikikan atau jantungan waktu diajak ekting jadi wanita Arab.

Aku pun buka YM (invisible) di hp. Chat sama mas Iwan. Aku tahu, pagi-pagi gini di kantor biasanya dia sedang meeting. Benar juga, ketika kusapa, jawabnya "Bentar ya cay, lagi meeting". Aku kemudian sms Jiehan.

--Gak perlu telp2nan, aku lagi ditengah meeting MI, sms an aja ya. Jiehan...**nada lembut tp serius** bukankah aku sudah pesan dirimu untuk diam? Knp pasang status mengunci2 itu? (di FBnya, Jie emang pasang status "mengunci rapat2")...Ingat loh, kita berhadapan dgn orang sekaliber mb Maya, nggak boleh main-main dan gegabah...Udah!! Pokoknya sutradara, skenario, aktris dan artisnya udah matang semua. Tugasmu cuma jadi EO yang baik dan wajar. Itu aja. Ok?--

Ya Allah, panjangnya sampai 5 sms loh hahaha. Jiehan kemudian balas begini.

--Aku udah ganti status kok...lemme know, sapa aja yang tau? Dan SUER aku ga nanya lagi dan akan diam membisu...-

Ya Allah lagi...belum nyerah juga anak ini. Jiehan, kalo kamu baca note ini, I'll let you know, kamu salah satu korbanku yang paling merepotkan!!! Hahaahaha. Btw, ini pujian *keluh*. Aku dengan ngelespun menjawab.

--Gak usahlah...aku trauma sama Meri waktu skenario bom pas aku ke Jkt dulu itu...-- (waktu itu emang aku bilang ke Afifi, dan ternyata kemudian bocor sampe ke Meri)

--AArrgghh...baiklah sesuai janji...aku akan diam...nyumpel mulut pake kaos kaki. Ntar hati2 ya...jangan nyasar...kita ketemu di Caza Suki!!--

Lega...akhirnya si onta menyerah juga...hahahaha. Untuk lebih menyakinkan, aku minta mb Maya untuk tulis di wall dsb kalo dia curiga sama Jiehan (curiga bahwa Jiehan diam2 menyiapkan kejutan untuk kopdar nanti, dan bahwa target korbannya adalah mb Maya).

Sesiangan itu aku diam2 sangat terhibur melihat Jiehan yang sangat kelihatan BANGGA dicurigai mb Maya. Bangga karena merasa bahwa kali ini, dia menjadi orang yang TAHU rencana dan skenario rahasianya. Siapa yang nggak terkikik geli melihat situasi seperti ini coba???

Meri datang ke Jakarta dan menjadi kejutan buat kopdar duduler. Tapi semua orang mengira bahwa aku lah yang akan ke Jakarta. Jiehan mengira mb Maya tidak tahu bahwa aku akan ke Jakarta, dan karna itulah Jiehan melayang diatas angin, karena merasa kali ini akan berhasil mengejutkan mb Maya, membuat mb Maya menjadi korban, sebuah prestasi yang luar biasa pasti kan?? Bisa ngerjain si Ibu Suri lohh...si Ibu Komandan...bayangkan!! Luarr biasaa....!!

Bahkan sampai sekarang ini aku masih terjebak antara ngikik geli dan kasihan tiap membayangkan bagaimana perasaan Jiehan saat itu. Dan bagaimana Jiehan kalau nanti sudah terbuka semuanya, bahwa bukan aku yang datang ke Jakarta, tapi Meri. Bahwa mb Maya mengetahui semuanya. Bahwa mb Maya bukanlah korban disini. Bahwa justru dialah korban kejutan yang sebenarnya!!

Hahahahahahaha. Aku ngeri membayangkan si onta, eh Jiehan, pasti akan mengamuk hebat!!!

**ambil napas panjang**


Jadi begitulah ceritanya teman-teman... Sms pertama Jiehan yang kuterima malam tadi setelah semua skenario terbuka, berbunyi begini...

--Kita P U T U S !!!--

Huahuahuahua sebuah sms cinta yang sangat indah.... Dan sekarang semua percaya kan, bahwa urusan TKW sipit dalam baju item-item yang nyasar di Caza Suki sore itu, aku nggak terlibat apapun??? Aku sama sekali nggak ikut merencanakan, sumpah!!

Aku hanya merasa sangat beruntung karena kebetulan tanpa bisa diduga sebelumnya mendapat kesempatan bisa sayang-sayangan dengan si ONTA . Memberikan sebuah pengalaman pada si Onta, bagaimana excitingnya kalo kita sedang MERENCANAKAN sebuah kejutan buat teman2 tersayang kita.

(Oke, kalimat terakhir itu kuakui kalo aku ngeles :D)

:::::.....

Foto-foto kopdar TKW bisa dilihat disini...
http://www.facebook.com/cikicikicik?ref=profile#/album.php?aid=2033418&id=1116627099&ref=nf

Debagai balasan atas perbuatanku, akhirnya inilah yang dilakukan Jiehan....
http://www.facebook.com/album.php?aid=2033418&id=1116627099&ref=nf#/video/video.php?v=1199331578117&ref=nf

It's a must see video!!! :-D

:::::.....

Wednesday, May 27, 2009

[Kopdar DuduL] Target Operasi #7 : HARI YANG TAKKAN TERLUPAKAN

Sambungan dari :
Target Operasi #1
Target Operasi #2
Target Operasi #3....#4....dan #5....
Target Operasi #6


:::::.....

Habis puas makan lontong balap dan mbungkus es degan **nglirik mb Yupe** kitapun menuju pemberhentian selanjutnya, rumah mbak Sisil. Mbak Agustin dan Mb Itho pamit ngantar anak2 les, jadinya hanya kita berlima (aku, mb Sisil dan tiga agen dudul dari Jakarta itu) yang pergi kerumah Mb Sisil.

Baru turun dari mobil, belum juga masuk pagar, Mb Dian sudah kalap demi melihat pohon ceres didepan rumah Mb Sisil. Akhirnya dia pun asyik petik buah ceres yang langsung di emplok habis-habisan (soalnya pas buahnya sudah habis sih hihi) Huh, dasar orang kota!! **nada mencela** hahahaha

Sementara itu Mba Maya kalap liat moge nya Mas Rido, langsung minta dipotoin pose disitu. Lessy langsung kalap ngejar-ngejar aku agar mau DIPIJIT. Aku???? Selain kalap dengan pepaya manis yang disuguhkan si kecil Amel (yang hebatnya, dari tadi setia ikut kopdar ibu2 dan tante2), aku juga kalap teriak-teriak gara-gara kesakitan dipijit Lessy.

Mandi-mandi (bukan aku lho yang mandi, bukan!), cuci muka, cuci kaki tak terasa sampai maghrib kita disitu. Lessy mengingatkan bahwa jam 7 malam mereka harus sampai Juanda karena pesawat pulang ke Jakarta jam 8. Akhirnya, rencana makan lontong kupang gagal karena waktu yang tidak memungkinkan. (Yang kemarin nagih foto lontong kupang, silakan protes sama Mb May dkk). Duuhhh kannn??? Siapa suruh datang ke Surabaya pake acara “serpress-serpress-an” kaya gini coba?? Akhirnya tuan rumahpun jadi kewalahan ngatur waktu wisata kulinernya kan???? Soalnya memang LESSY kemarin sempat pesen tempat yang bisa ngobrol lama...nggak pesen wiskul2an!! **ngasih badan Lessy ke Mb Maya n Mb Dian untuk digetok**

Oya ada yang lucu. Waktu itu, demi melihat banyaknya warga Surabaya yang menjadi korban operasi mereka (diluar perkiraan deh pokoknya), Mbak Maya sempet mengeluh....

“Yahh...kita bawa oleh-olehnya cuma buat berempat doang, gimana dong?? Tapi biar empat, macamnya lebih dari satu kok, jadi masih bisa juga kalo dibagi ke semua...cuma ya jadi nggak banyak per orangnya...”

Aku langsung tertawa dengan getir....Aku jadi ingat oleh-oleh yang dari kemarin sudah sibuk kami siapkan bersama-sama...dan dengan nada inosen kujawab saja ke Mbak Maya...

“Lhaaa...ya gak papa!! Orang kita kemarin juga nyiapin oleh-oleh cuma satu, BUAT LESSY DOANG!! Jadi ya silahkan juga dibagi kalian bertiga!! Dapetnya bakalan lebih sedikit lagi kok!!” hauhauhauahuaha makanya thooo makanya!!!!

:::::.....

Jam 7 kurang akhirnya kita sampai kembali di Juanda dikawal Mas Rido (suami mb Sisil merangkap kuli packing dan angkat barang2 hehe). Ada juga Khanza, Adel dan Amel (3 bidadarinya Mb Sisil) yang sudah pulang dari les. Mbak Agustin sudah bergabung kembali, malah sempat mengajak Pak Halim juga. Jadi rame kembali deh, kopdar lagi, entah yang keberapa hari itu. Sempat nyangkruk sebentar di booth nya Rotiboy, foto-foto, sebelum akhirnya kita pisah-pisahan.


Duhhhh aku tak bisa berkata apa-apa lagi....kalian yang dari awal membaca note ku, sekarang pastilah bisa merasakan apa yang kurasakan....hangatnya hari itu....eratnya persahabatan, tulusnya kasih sayang, masih adakah yang tega menyangkal bahwa teman-teman dunia maya adalah NYATA ADANYA...?? Senyata lirikan nakal mata nekernya Lessy...senyata hangatnya senyuman Mb Dian...senyata pesona senyum dan perhatian Mb Maya...senyata obrolan kita seharian itu, yang membahas kehidupan kita masing-masing bahkan sampai hal terkecil?? Atau perasaan duka yang menyelinap waktu ngobrol tentang kematian adik Ai’ hari itu (padahal di hari yang sama Ai’ melangsungkan pernikahannya)....ngobroli
n dudulnya Trio Sosis (Jiehan-Wawa-Nday) dan tukang becaknya si Meri...?? SEMUA SUNGGUH NYATA

Sore itu ketika dari belakang aku melihat mereka bertiga berjalan menuju pintu masuk bandara, dalam benakku penuh dengan kehangatan semua teman-teman lain yang ada di Jakarta. Titin, Kak Mia, Rima, Mbak Irma, Mbak Jeki, Mbak Levie, semua serasa ikut hadir disini. Bahkan Mpok Iya yang di KL, Mbak Mita di Seattle sana...

Tin, masihkah kamu akan tertawa melihatku mewek sekarang ini?? Atau kamu sudah ikut mewek juga sekarang??

Terimakasih semua....Bukan hanya yang datang ke Surabaya, tapi SEMUANYA.... Aku yakin, aku dan juga semua teman-teman yang di Surabaya, KITA TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKAN HARI ITU SEUMUR HIDUP KITA!!!

Lagian, siapa bisa mengira, 3 makhluk ibukota ini (yang satu mungil pula) bisa begitu saja memporak-porandakan banyak orang di berbagai penjuru Surabaya seperti ini???? Ya kan???

**banyak peluk dan cinta untuk semua**

:-)





:::::.....

Keseluruhan cerita ini (5 buah) kutulis keesokan harinya setelah kejadian, ketika hangatnya kehadiran teman-teman ini masih kental kurasakan. Ke lima lima nya kutulis dalam waktu setengah hari!!! (bener-bener pecah rekorku!!).

Sampai sekarangpun, walaupun sudah 5 hari berlalu, kami masih seru membahasnya di Facebook kami. Dan aku, sehari-hari ketika nyetir sendirian, ketika berangkat tidur, ketika nunggu masakan mendidih, masih saja sering ngikik sendiri kalau ingat hari itu. Subhanallah.... :-D

:::::.....

Tulisan ini diikutkan pada Lomba Menulis Dengan Tema "Kopdar" yang diadakan disini http://bundaelly.multiply.com/journal/item/412/Lomba_Menulis_Dengan_Tema_KOPDAR

[Kopdar DuduL] Target Operasi #6

Sambungan dari :
Target Operasi #1
Target Operasi #2
Target Operasi #3....#4....dan #5....

:::::.....

Jumat, 22 Mei 2009 - Jam 13.00 s/d Jam 16.00 – Dari Layar Bukit Mas ke Ps. Genteng

Target Operasi #6 ya sudah nggak ada **huuuuuuu penonton kecewa** hahahaha. Target Operasi #6 itu justru kita semua yang sudah pada haha hihi ngumpul disitu...minus Lessy tentu saja.

Tak lama kemudian datanglah Mbak ARUM, si dokter perkasa dari Kilang Pertamina di Balongan itu. Tidak ada acara kaget-kagetan karena memang dia sudah tahu kalo yang datang itu gerombolan siberat dari Jakarta. Justru kita semua yang akhirnya dibikin melongo sama Mbak Arum. Persisnya bukan Mbak Arumnya yang membikin melongo, tapi seorang wanita paruh baya yang diajaknya serta ke acara kopdar.



Pertama, dia itu ternyata IBU MERTUA nya Mbak Arum!! IBU MERTUA loh! Bukan Ibu kandung (kalo ibu kandung mah aku juga pernah ngajak ibukku kopdaran di Jakarta, dan pasti semua orang nggak susah melakukannya). Tapi beliau ini Ibu mertuanya!! Hebohnya lagi, begitu mbak Arum datang, dia langsung memperkenalkan kami ke Ibunya dengan menyebut nama!

“Buk, ini lho yang namanya Mbak Maya...”
“Ohh...ini toh” jawab si ibu dengan senyum penuh arti...
“Nah yang ini yang namanya Mbak Wahida...”
“Oh iya..iya...”
“Itu Mbak Dian...yang ini Mbak Sisil **sambil mb Arum nunjuk Mb Ag**...dan yang itu Mbak Agustin **sambil nunjuk Mb Sisil**....yang lain aku belum kenal” jelas Mb Arum pelan, tapi langsung menusuk karena ada yang protes namanya tertukar hahaahahah.

Gimana kita nggak jadi pada salah tingkah coba?? Pandangan si Ibu jelas-jelas memberi pesan jelas : OHH HOOO AKU SUDAH TAHU BANYAK TENTANG KALIAN SEMUAA

Usut punya usut, ternyata si Ibu aktif ngeblog, dan parahnya beliau sering blogwalking pakai account Multiply-nya Mbak Arum. Jadi sama aja selama ini dia secara nggak langsung jadi kontak kita, baca-baca postingan kita, baca-baca komen kita yang nggilani itu...dlsb...dlsb... Kata Mbak Arum, dia hanya pesan satu hal ke ibu mertuanya ini “Ibuk pokoknya boleh ngapain aja, asalkan jangan ikut komentar pake MP aku” (hihihihi)

Kita yang tadinya cekakakan nyablak nggak keruan, tanpa sadar jadi lebih manis. Wujud dari salah tingkah kita karena suasana ini (hahahah). Untung akhirnya Mbak Arum dan juga Ibunya menunjukkan sikap yang suantaiiii dan cuweekkkk, lama-lama kita nggak sungkan juga buat menunjukkan sifat asli (hihihi).

Semua pada kagum, takjub bagaimana si Ibu masih bisa mengimbangi pergaulan sang menantu berkumpul dengan teman-teman nggak jelas ini. Keren banget kan??? Ibu mertua dan menantu ini bener-bener kompak!! Dan itu bukan hanya kesan yang kita dapat dari luar, tapi bener-bener kentara kalo mereka memang sangat bersahabat satu sama lain. Termasuk sahabatan menghadiri kopdar dudul ini!! Ngobrol dengan ibunya Mbak Arum, kita akan lupa soal usia, dan akan enjoy ngomong soal apa saja sama beliau. Luar biasa ya!

Selesai makan, pamitlah Mbak Arum dan ibunya. Kita berpisah di parkiran, karena sudah janjian untuk pergi ke Pasar Genteng, belanja oleh-oleh sekalian janjian ketemu Lessy disana. Di parkiran, menjelang berpisah, ternyata kita masih disuguhi satu kejutan lagi.



Semua orang berpandangan aneh ketika melihat Mbak Arum naik ke mobilnya. Bagaimana semua tidak bingung, Mbak Arum naik lewat pintu sebelah kiri, di jok penumpang. Sedangkan IBU MERTUANYA MASUK MOBIL DAN DUDUK DI KURSI KANAN DEPAN ALIAS KURSI PENGEMUDI!!



Aku lupa siapa yang memulai (kayaknya mb Sisil deh hahaahah), tapi begitu ada salah satu yang nyeletuk “Hahh??? Rum!! Jadi kamu minta disupirin IBU MERTUAMU gitu tahhh???”......langsung semua menyemburkan emosi yang tadi tertahan...

“Arum!! Oooo...mantune kurang ajar bener!! Buukkk jangan mau Buukk!!”
“Ya Allah yang nyupiri Ibuknya lhoo....” (ini kayaknya Mb Dian, soale kalem dan alus hahaha)
“Ibuukk....yang nyupirin Ibuuk??? Aduuhhhhh!!!”
“Iki piye tooo???? Mantunya dudul ki!!! (kayaknya ini aku, sambil mengabadikan kedudulan mereka dalam foto)

Ya Allah....selama ini kukira Arum tuh orangnya dudul....ternyata ibu mertuanya juga!! Kereeenn!! **sungkem ke ibuk....hehehehe**. Semua setuju ketika kemudian ada yang bilang... “Kapan-kapan kita harus ketemu lagi nih sama Ibuk!! Kalo Arum sedang ada di Balongan (tidak di Surabaya), kalau perlu Ibuk aja kopdar sama kita-kita....trus kita bisa puas membicarakan soal kedudulan2 Arum...hahahahaha

:::::.....

Cabut dari Layar, kita berenam (minus Mb CINDY yang dengan hujan airmata harus pamit karena harus jemput suami di Juanda), meluncur ke Pasar Genteng.

Dengan keahlianku menyetir yang luar biasa, mobil kita tak lupa bergembira ria dalam acara tersesat dari gang ke gang, dari jalan ke jalan. Sampe puas diteriaki orang dan di bel2in angkot gara-gara salah jalur. Waktu mobil mbak Agustin sampai di Pasar Genteng, kita masih tersesat di pinggir Sungai (haha). Mbak Maya dan Mbak Dian yang dimobilku mulai belajar sesuatu yang penting : KALAU KE SURABAYA LAGI, PIKIR SERIBU KALI SEBELUM MINTA DIJEMPUT WAHIDA!! (hahahaha tapi keliyan senang kannn?? **wink2** aku yakin kalo kesini lagi keliyan pasti minta kujemput lagi kok hihi).

Di Pasar Genteng, semua keringetan. Aku sempat ditelpon Mas Agung, via hp Mbak Maya. Tuh bapak puas banget deh liat kehebohan yang disebabkan isterinya!! Sudah hampir puas beli oleh-oleh ketika kemudian di jalan, didepan toko kulihat seseorang berbaju hijau keluar dari taksi, dan ngacir ke arah samping toko.

LESSY!! Tak susah buatku menebaknya. Refleks, aku langsung sembunyi dibalik rak kaca di toko oleh-oleh sambil sebelumnnya memberi tahu Mbak Maya yang kemudian mencari Lessy keluar, mengajaknya masuk toko. Begitu Lessy masuk, aku hanya bisa berteriak “BAAAAAAAA!!!!!!!!” sambil berharap ada bandeng asap ditanganku yang bisa kugetokkan keras-keras ke badannya!!!!!

LESSYYYYYYYYY!!!!!!!!!!!!!
!! APA YANG TERJADI DENGAN KOMITMEN ALA JERMAN MU HAHHH???? PROMISE IS PROMISE...KAMU JANJI KETEMU AKU JAM 8 PAGI, DAN SEKARANG SETELAH JAM 4 SORE BARU KITA KETEMU!!!

**terjadi baku hantam lagi, kali ini sama sekali tidak adil karena ada pemain kelas berat yang menghadapi pemain kelas bulu kemoceng** hihihihi

Demi Allah.....hatiku haru berat saat itu, akhirnya aku bisa ketemu Lessy... Suasana ramai di pasar lah yang membuatku mati-matian menyembunyikan mata yang mulai menghangat. Aku memang mewekan, tapi aku nggak mau mewek di tengah jalan di Pasar Genteng!! Aku pun hanya bisa menghindari kontak mata dengan Lessy, biar yang mendesak keluar dari mata ini bisa kutahan. **tepok tangan dong semua, hari itu aku pinter kann???**

Akhirnya kita berkumpul semua...... Lessy sempat kecewa karena gagal bertemu Mbak CINDY. Tapi gimana lagi...semoga kapan2 bisa ketemu yaa.... **sekarang deh baru.....ngetik sambil mewek nih** hikss...

Lessy...Lessy....pingin banget aku nguyek2 kepalanya sampai puas kalau saja aku nggak nyetir... Karena aku yang nyetir, akhirnya Lessy lah yang rajin TUTUL TUTUL alias colek2 aku terus.......hahahaha...oh cenik.... I knew I love you way before I met you my dear....rasanya hanya Tuhan yang tahu betapa bahagianya aku yang akhirnya bisa menatap cerah binar di mata neker mu itu....**hikss**

(bersambung, tapi satu kali note lagi aja yah...apa kalian masih kurang puas melihat sekujur tubuhku sudah kejang dan kelu...?? sekarang jariku udah kribo juga nih hihihihi)

:::...

Tulisan ini diikutkan pada Lomba Menulis Dengan Tema "Kopdar" yang diadakan disini http://bundaelly.multiply.com/journal/item/412/Lomba_Menulis_Dengan_Tema_KOPDAR