Saturday, March 1, 2008

[..::LOMBOK::..] Part 3 : Snorkling (LAGI?? OH NO!) dan Ayam Taliwang Yang Menawan


salah satu sudut private beach di Senggigi Beach Hotel

Jumat, 8 Februari 2008.

Hari ini, pagi sampai sore kita memutuskan untuk stay di hotel saja, menikmati segala suasana dan fasilitas Senggigi Beach Hotel. Sesuai dengan namanya, hotel berbintang empat ini memiliki area private beach yang sangat indah. Terletak di semenanjung kecil, menjadikan hotel ini selaksa dikelilingi garis Pantai Senggigi.

Deretan kursi malas lebar yang setengahnya penuh bule berjemur dan area pantai yang bersih dan steril (bahkan dijaga beberapa satpam hotel yang akan mencegah siapapun selain tamu hotel untuk menikmati suasana pantai disitu), jadi terasa kurang fun. Kita pun bergeser keluar dari area private beach hotel, dan menemukan beberapa perahu kecil kano berjejer.

Yang pasti aku sudah kapok nyemplung. Mas Iwan langsung menyewa perahu kano dan asyik menyusuri Pantai Senggigi. Kemarin sore ketika para istri masih tidur siang panjang, dia sudah mencoba canoing bersama Mas Yosep. Mbak Daning juga memutuskan ikut, tapi tidak dengan Mas Yosep. Konon, karena kemarin sore Mas Yosep sempat mencoba kano dan berakhir dengan kepala benjol karena kano fiber itu terbalik dan jatuh lagi menimpa kepalanya. Akibatnya, setiap kali kano Mbak Daning agak ketengah, suaminya akan berteriak-teriak memberi peringatan supaya minggir lagi. Trauma ya?

Melihat Mas Iwan dan Mbak Daning asyik ber-kano, aku jadi geli sendiri. Aku menyewa tikar dan memilih meneruskan bacaanku, “Paradise”-nya Abdulrazak Gurnah. Sedangkan Mas Yosep serius mengawasi Mbak Daning dan terus-terusan mencegahnya terlalu ketengah sampai Mbak Daning jengkel. Kami seperti kombinasi dua pasangan yang sama-sama tidak serasi. Yang satu bersemangat berpetualang dilaut, sedangkan pasangannya terserang semacam alergi air laut. Hehe...

Selesai berkano, kali ini kita kembali ke private beach lagi. Aku teruskan membaca, dan Mbak Daning meneruskan berenang di pantai. Aku seperti menemukan sisi lain yang ternyata penuh advanture dari dirinya yang selama kukenal sangat kalem dan nggak banyak omong itu. Sepertinya dalam liburan ini terungkap, bahwa motto Mbak Daning adalah “sedikit bicara, banyak aksi”. Sama sekali berbalik 180 derajat dengan aku.

Gara-gara ngobrol dengan satpam hotel, akhirnya ketahuanlah bahwa di sebelah lain hotel, ada pantai yang bagus untuk snorkling. Mas Iwan langsung ON lagi! Sekali lagi, ini bedanya mental pengusaha dan mental emak2. Aku memutuskan urat ketertarikanku pada snorkling sejak kemarin dan memilih menunggu saja disitu, sambil baca.

Sehabis sholat Jumat, sorenya Mas Anom datang lagi ke hotel, kali ini mengajak Nina, calon istri yang rencananya akan dia nikahi April nanti. She’s really really a doll!! Dia manis sekali dan sangat ramah. Nina yang dosen English di Univ. Mataram sama sekali nggak tampak seperti Bu Dosen, tetapi lebih tampak seperti mahasiswa, eh bukan ding, lebih tepatnya anak SMA, atau SMP sekalian!! Huehehehehe. Lebih bagus lagi, dia terbukti bisa bertahan melawan gojlokan Mas Yosep dan kita semua. Hihihihi good girl!

Kita makan ayam taliwang ASLI DAN LANGSUNG DARI SUMBERNYA!! Subhanalloh...Nyammmmmm2x sekali....apalagi acara makan kita sore itu adalah makan siang yang tertunda, maka kami pun selayaknya monster pemakan ayam yang rakus. Subhanalloh...lagi-lagi bumbu yang enak dan merasuk menjadi perbincangan. Memang orang Lombok membumbui masakan dengan cara disuntikkan tuh kayaknya!! **keukeuh**

Sehabis makan kita belanja oleh-oleh di Toko Phoenix dan Pasar Seni. Tak terlalu malam kita kembali ke hotel dan say goodbye to the lovely Nina, wishing her luck on her upcoming wedding, on April.

Acara malam ini packing dikamar, karena besok jam 3 pagi WITA kita harus cabut dari hotel, mengejar pesawat yang take off jam 5. Kenapa harus pagi buta, lagi-lagi gara2 aku yang harus menghadiri reuni akbar Fak. Psikologi Unair di Surabaya jam 10 paginya. Sehabis packing, para istri leyeh2 di kamar sementara Mas Anom kembali lagi bersama Mas Slamet dan mengajak Boys Night Out para suami. Kabarnya mau nyari jagung bakar, tapi ternyata jadinya nongkrong di kafe depan hotel gara-gara hujan turun. Oalah...

Oya, bicara makanan karena suatu dan lain hal, keinginan menyantap Sate Bulayak pun harus gagal, yah...kecewa deh, tapi gak papa, anggap saja ini jadi motivasi untuk kita bisa balik kesini lagi...(tapi syaratnya: sama anak-anak yaa????) :-b

Malam itu kita juga say goodbye sama Mas Anom dan Mas Slamet, karena besok pagi, kita akan diantar mobil hotel ke bandara. Duuhhhh we cannot thankful enough to them. Terimakasih banyak sudah menjamu kami dengan begini baiknya ya Mas... Jangan kapok, dan ingat, Mas Iwan masih punya janji untuk mengajak Mas Anom snorkling di Pantai Kenjeran Surabaya. Untuk melihat hamparan sampah, beha bekas dan celana kolor bekas yang terhampar di sepanjang dasar Pantai Kenjeran Surabaya....that would be awesome!!

:-D

:::::.....

Selama di pesawat menuju Surabaya kita semua full tidur, maklum tadinya sebelum jam 3 udah pada bangun.

Tadi ketika menunggu boarding di Bandara Selaparang, Mas Yosep sudah mengungkapkan niatnya, pokoknya nanti ketika bertemu dengan teman-teman sekantornya, dia akan bercerita dengan berapi-api tentang Lombok, dan terutama tentang SENORKELING. Betapa asyiknya bersnorkling, betapa cantiknya para ikan-ikan yang jinak mendekati, betapa bermacam-macam jenis ikannya, ada yang besar dan ada yang besar sekali.

Dan untuk mendukung ceritanya itu, dia harus teliti mewawancarai dan mencatat pengalaman Mas Iwan, menghapalkan jenis-jenis ikannya, dan menceritakannya dengan penuh penghayatan, seolah-olah dia merasakan sendiri pengalaman itu... Hahahahahaah

:::::.....

(Selesai)

Cerita lain perjalanan kita ke Lombok bisa dilihat di blognya Mas Anom, di http://nikmatinhidup.blogspot.com

Dan untuk Mas Yudi ( http://yudexelex.multiply.com ), sekarang habis sudah simpenan catatan perjalananku...Sumpah!! :-D

44 comments:

  1. weleh, hebat mbak, langsung manggung lagi jam 10! apa aja oleh2nya mbak?

    ReplyDelete
  2. Iya ya! Daripada snorkeling mendingan nyikatin gigi ikan hiu ya?
    He he he!
    Tapi pantainya asyik juga ya?

    ReplyDelete
  3. Masakannya seenak apa sih, aku kok jadi ngiler Mbak...

    ReplyDelete
  4. loh hati hati nanti kejatuhan buahnya :D

    ReplyDelete
  5. manggung, duh kaya burung lomba berkicau dong Rind, hahaha ada2 aja..

    iya tuh, kalo gak ada acara itu malah suami2 nih masih mau disitu lebih lama, jadi untunglah ada acara itu, aku udah rindu berat anak-anak hihihihi

    ReplyDelete
  6. Iya Pak Margono! Soalnya kalo nyikatin gigi hiu kan nggak mungkin ada yang ngajak hahahaah
    Nggih Pak, asyik banget, tenaaanngggg.... :-)

    ReplyDelete
  7. nah kan...?? nanti kalo pulkam, habis makan lontong mie, langsung take off ke Lombok Mbak! **provokator** :-D

    ReplyDelete
  8. haduh La, kamu ngomong gini aja, sekarang aku juga ikutan ngiler pengen lagi... hihihi

    ReplyDelete
  9. wekekekekekeek
    woi mbok! sadar woi! **nggablok si mbok jamu** :-)))

    ReplyDelete
  10. **dengan nada ala bea bilangin buah kelapanya**
    hati-hati ya kelapa, jangan jatuh, ntar nyesel loh... masak ada kelapa njatuhin kelapa sih???

    ReplyDelete
  11. hahaahahah
    atau, pdkt salah jenis kelamin :-))))

    ReplyDelete
  12. ya itulah, entah siapa yang tega bikin si pohon kaya gini...ato mungkin juga karena petir ya? embuh iki Bli... rasanya mengiris hatri liat pohon sebegitu besar dan tampak kokoh tapi kok meranggas habis begitu...

    ReplyDelete
  13. Pengen deh ke Lombok lagi...*Kapan ya?*

    ReplyDelete
  14. ayo kak kalo pulang kampung lagi, dijadwalkan kesana, hehehe...

    ReplyDelete
  15. Paling nunggu anak gedean dikit lagi kali yaa, soalnya repot kalo bawa krucil2 cilik jalan-jalan

    ReplyDelete
  16. ah Lombooook, kapan kita akan bersua? Da...kalu nulis panjang lebar gini puwas yaa semua unge-uneg dan deskripsi tempat, orang, situasi terpetakan jelas :)
    *kabuuur....*

    ReplyDelete
  17. ngingetin ...pesisir pulau sentosa, kayaknya ya...
    mirip....
    banyak pohon klapanya...
    .cuma kalo yang di sentosa --seinget saya-- tinggi pohonnya hampir sama.... :)

    ReplyDelete
  18. wah iya, good idea, daripada trus anak2 ditinggal kaya aku begini..hiksss benar-benar tidak layak dicontoh Kak... :-D

    ok salam sayang buat si kecil ya.. :-)

    ReplyDelete
  19. yang baca juga biar puassss!!! kalo perlu biyar sampe bloboken matanya...!!

    **kejar kak Mia sampe keatas pohon kelapa samping rumah** :-)))

    ReplyDelete
  20. tinggi pohonnya hampir sama...?? wah menarik sekali, kok bisa gitu gimana ceritanya ya Mas?

    **apa tiap bula ada yang khusus bertugas motongin biar sama gitu ya??**

    ReplyDelete
  21. hanya kau yang mengerti aku Har...

    **terharu peluk2 Harlia dengan dramatis**

    ReplyDelete
  22. tingginya sama ya mungkin karena bibitnya sama, nanamnya bareng, porsi pupuknya sama...
    hahahahhaaa....
    ((sy jadi mikir, mungkin jumlah pelepahnya jugak sama..wakakakakakakakk))
    singapura kan negara dengan banyak SOP....

    ReplyDelete
  23. wakakakakakak dan yang jelas nggak ada yang boleh usil metikin buahnya untuk dijadikan es degan, karena si buah juga dijaga supaya bisa sama..!! hueheheeheh

    **saya jadi langsung googling pohon kelapa gara2 info Mas Haris nih hihihihi** :-D

    ReplyDelete
  24. tapi masih penasaran dengan celana ibu ibu yang dipake ama mas iwan
    gimana ya kira kira...

    ReplyDelete
  25. wis sampeyan minta sendiri ae fotonya sama yang berhak mas **biasane kan gitu??** huheheheheh :-D

    ReplyDelete
  26. walah ketinggalan berita nih,tau2 udah dr lombok aja
    ga ngajak2 lagi.....*manyun di pojokan..*

    ReplyDelete
  27. kapan2 barengan dong ke lomboknya ...kita ada temen si ayah yg orang lombok om Roni yg baru balik dari australia hehehhe kali aja bisa dapat nginep gratisannn

    ReplyDelete
  28. gara gara ngobrol dengan satpam hotel..
    nha ini batin saya pasti dapat sesuatu yang baru, bener kan dapat lokasi pantai yg lebih indah
    sama ketika pulang dari bali, gara gara ngobrol ama satpam rumah makan jadi dapat jalan baru
    (bapak emang hebat, aku cinta bapak)

    ReplyDelete
  29. ngapunten mbak, soalnya kalo yg diminta yang mana yg dikirim juga yang mana
    suka ga nyambung, tapi ya karena yang ngirimin bapak ya kita senang senang aja nerimanya
    hi hihihi, padine niki mbak)

    ReplyDelete
  30. **lari2 ke pojokan nyamperin Teteh Temmy**

    Tetehh...**dengan genit kedip2 peluk2 bujuk orang ngambek**

    ReplyDelete
  31. mauuuuuuuu....!! beneran ya Depe??

    Om Roni...mau dong!!! :-D

    ReplyDelete
  32. aku kok malah khawatir baca ini... :-SS

    ReplyDelete
  33. wakakakakakakak

    bojoku kuwi jan pancen nuakal kok mas!!

    ReplyDelete
  34. oh ya, lupa cerita, itu yang di gelas depan itu, adalah es degan madu putih...jadi pake madu putih yang khas lombok itu.....alamak segernyaaaaa :-D

    ReplyDelete