Tuesday, November 6, 2007

[Jakarta++ Trip] Bagian 1 : Tiga Hari Yang Pecahkan Rekor

 


Penasaran dengan judulnya? Well, perjalanan yang kulakukan dalam seminggu ini memang agak luar biasa. Paling tidak, untukku pribadi. Berikut sedikit catatan singkat yang sempat tertulis disela-sela penuhnya jadwal dan lalu lintas Kota Jakarta yang benar-benar menghabiskan waktu dan energi. Kenapa singkat? Karena ketika ada sedikit waktu diluar jadwal, kegiatan yang menarik hatiku hanya satu : TIDUUURRR…!! :-D

 

:::::

[Kamis, 1 November 2007; 22.34; Kamar 507 GB Hotel Melawai]

 

Perjalanan kali ini, jelas-jelas akan memecahkan rekor!! Sungguh tidak menyangka, mengingat mendadaknya persiapan. Keputusan berangkat, tiket, dan sebagainya hanya dilakukan dalam sehari. Termasuk hotel yang akhirnya diluar pilihan awal kami, karena entah kenapa ( si mbak petugas travel juga heran) dalam seminggu ini hampir semua hotel berbintang di Jakarta sudah full booked!!! Ada apa ya? Teori suami sih, karena sudah akhir tahun, mungkin banyak instansi dan kantor-kantor yang berniat “menghabiskan” anggaran tahunannya. Duhh....

 

Kami berangkat berempat, aku, suami dan kedua orangtuaku. Tujuan utama, untuk berobat. Kebetulan secara mendadak kita mendapat bocoran bahwa ada terselip jadwal kosong dari terapis kami. Wah, kesempatan emas nih, karena kami tahu betapa ketatnya jadwal terapi beliau! Biasanya, kalau tidak ada kasus emergency, seorang pasien perlu mengantri jadwal selama 2-3 bulan, bahkan lebih. Karena hubungan pribadi yang cukup dekat sajalah, kita biasanya seperti ini, diluar hari praktek umum begitu ada jadwal kosong secara mendadak mengunjungi beliau, ya silaturahmi, sekalian menjalankan pengobatan.

 

Ada kejadian lucu...Setelah beberapa kali kecewa karena ternyata beberapa hotel yang kita inginkan ternyata penuh, akhirnya kita dapat 2 kamar kosong di hotel ini. Melihat brosurnya, okelah, hotel berbintang empat ini ternyata memang hotel baru. Wah, boleh juga nih, mencoba sesuatu yang baru, pikir suami waktu itu. Lokasinya juga strategis, selain tidak jauh dari kawasan Bintaro tempat kita berobat, juga berada sangat dekat dengan kawasan perbelanjaan Blok M dan Melawai. Ketika dalam perjalanan bandara-hotel, sopir taksi yang kita tumpangi lah yang membuat kita berempat jadi tersenyum-senyum geli. Intinya, dia cerita (panjang-lebar) betapa hotel itu menjadi langganan banyak orang (dari orang asing sampai para pejabat –ehm- kantor ini dan itu) karena dikelilingi banyak sekali tempat hiburan disekitarnya. Hiburan disini maksudnya hiburan malam!! Lebih jelasnya lagi, gang tempat hotel itu berada adalah salah satu pusat kawasan “merah” di Jakarta. Kata sopir taksi, “Bapak mau cari apapun lengkap, Karaoke? Bar? Night club? Sampai Pijat Plus semua lengkap! Standart Internasional, eksklusif dan dijamin kelas atas deh!!”

 

“Wah, jadi penasaran nih....” komentar Bapakku lugu :D

“Duhhh...salah dehhh pilih hotelnya...” keluh suami sambil menepuk keningnya :D

“Bisa nyaingi buku Jakarta Undercover itu lho...” canda geli Ibukku :D

“Untung Abe nggak ikut nih...” sahutku sambil meringis geli :D

(Pak Sopir tak urung juga agak geli demi melihat penampilan kami, terutama aku dan ibuk yang jelas-jelas berbaju muslim lengkap :D...barusan sebelum aku mengetik jurnal ini, ketika suami online dan chatting dengan beberapa teman, rame-rame mereka ngakak sambil “menghujat” mas Iwan sebagai mantu kurang ajar karena berani menginapkan mertua di hotel kawasan merah Jakarta...hahahaha. Sempat muncul komentar menarik dari Mas Yudi –kakak alumni satu sma ku yang dudulnya sekarang lebih ketagihan chat sama Mas Iwan-... katanya “lihatlah ikan laut mas, walaupun hidup di air laut, tetapi dia tidak pernah menjadi asin”...wow...what a one good metafor, isn’t it?..)

 

Oya, bicara Abe, aku jadi ingat. Kenapa perjalananku kali ini kubilang memecahkan rekor?? Rekor apakah itu?? Bukan rekor MURI, bukan, tapi rekor ini :

 

Seumur hidupku, dan seumur hidup Abe-Bea, kali ini lah rekor terlama dan pertama kalinya

 aku harus meninggalkan anak-anakku lebih dari 24 Jam !!

Hu huu huuu.....!! :((

 

In the past, kemanapun aku pergi anak-anak pasti ikut. Kali ini, karena banyak hal aku terpaksa menyetujui instruksi Mas Iwan untuk meningalkan mereka ditangan mertua. Keputusan pergi yang mendadak, sekolah anak-anak, dan jadwal acara di Jakarta yang sangat tidak “anak-anak” sehingga malah kasihan kalau mereka ikut. Selain itu –ini kata suami- biar aku juga “latihan” menguatkan hati meninggalkan mereka (ada ya latihan semacam ini??hikss), karena dia sudah gemas berkali-kali harus berangkat umroh sendirian karena aku selalu menolak ikut dengan alasan tak mau meninggalkan anak-anak.

 

Jadi jangan ditanya gimana rasanya sekarang, gara-gara menulis inipun, sekarang hatiku tambah dudul saja dan semakin rindu rasanya,....hiksss...  :((((((((

 

 

:::::

[Jumat, 2 November 2007; 11.55; Dunkin Donuts depan masjid besar Bintaro; menunggu Mas Iwan dan Bapak sholat Jumat]

 

Hari ini jadwal bakalan full. Jadwal terpenting (terapi) barusan kelar, untuk diteruskan lagi besok pagi. Dari hotel tadi pagi-pagi sudah disuguhi menu wajib ibukota : MACEETTTT...!!. Aku sempat bilang setengah memohon ke suami untuk jangan pernah mengajakku pindah dan tinggal di kota ini, atau tempat lain yang semacet ini, hehe...habis, rasanya waktu 24 jam hanya akan habis di jalanan saja. Duh...

Sehabis sholat Jumat nanti, nggak yakin juga apakah semua jadwal akan bisa terselesaikan hari ini. Ada beberapa tempat yang Ibuk dan Bapakku berniat kunjungi, dari rumah saudara sampai acara belanja, dan tempatnya lumayan terpencar. Kita akan ibarat mengelilingi dan menyeberangi seluruh bagian di Jakarta. Dengan lalu-lintas seperti ini, terus terang rada pesimis juga, apalagi kalau sudah ngumpul dengan saudara, mana ada waktu yang tidak akan molor??

:-S

 

Eh, tapi ada hikmahnya juga anak-anak nggak ikut. Alternatif transportasi jadi lebih banyak, nggak melulu harus taksi dan jalan raya. Nostalgia jaman dulu ketika belum punya anak, akupun akan bisa merasakan lagi riuhnya transportasi umum Jakarta yang sesungguhnya!

 

 

 

 

 

 

*****

 

(Bersambung)

36 comments:

  1. Andai masih di Bintaro... bisa kopdaran ya Mbak. Terus yang jagain Abe & Bea siapa? Dan apakah di hotel terjadi 'hal-hal yang tidak diinginkan'? :p

    ReplyDelete
  2. waaaaaahhhhh....finally mbak wahida bisa "tega" meninggalkan abe-bea....hebat mbaaak....ck ck ck....:D

    ReplyDelete
  3. wah, Lala pernah tinggal di bintaro to...iya ya, tahu gitu bisa kopdar ya La, hehe...
    akhirnya seisi rumah mertua pada boyongan nginep dirumah, dari bpk/ibu mertua, adik ipar, ponakan, semua pada nemeni abe sama bea, hueheheh :-D

    kalo hotelnya sebenarnya fine2 aja...tapi memang lingkungan sekitarnya "gemerlap" banget, suatu malam jam 11an sepulang makan di melawai, kita jalan kaki lewat di seputar gang hotel, pernah sekali kita disuitin sopir2/tukang parkir disitu, nggak tahu deh apa maksudnya, hueheheheh :-D
    kalau dikamar hotel sih, karena cuma berdua suami (tanpa ada anak-anak), yang terjadi ya hanya "hal-hal yang diinginkan" gitu deh....*wink2* ehm..heheheh :-D

    ReplyDelete
  4. aneh e tya, aku kok sama sekali nggak merasa hebat yo...hikss
    waktu pulang kan ibu mertua cerita : "anak2 baik2 saja, nggak sekalipun rewel nanyain ibuknya kok..."....ehhhh dudulnya kok aku malah merasa sedih tooo.....mosok sih nggak nanyain aku??? yongalah..... :((

    hikss... :(

    ReplyDelete
  5. “Bapak mau cari apapun lengkap, Karaoke? Bar? Night club? Sampai Pijat Plus semua lengkap! Standart Internasional, eksklusif dan dijamin kelas atas deh!!”
    hmm....jadi ingat lagunya hari mukti, di lintas melawai (jaman sma dulu he he he)

    ReplyDelete
  6. “Duhhh...salah dehhh pilih hotelnya...” keluh suami sambil menepuk keningnya :D
    (kalo bapak ama ibuk ga ikut asik kali ya...)

    ReplyDelete
  7. walah...pantesan Mas Iwan semalaman (sampai besok2nya) terus saja bersenandung lagu itu, sampe pusing aku dengernya mas, jangan2 waktu chat sama Mas Yudi ngomongin lagu itu ya, hueheheheh

    doohhh geli banget deh kalo inget masalah hotel kemarin itu :D

    ReplyDelete
  8. alhamdulillah abe ya baik-baik saja Non, tiap telpon ya masih selalu ceria...

    ....memang kayaknya yang lebih punya "masalah ketergantungan" akunya kali ya, bukan anak-anak...hikss.. :(

    ReplyDelete
  9. wah, lek sing ngene iki aku ra melu-melu ah...ntar kalo situ berdua chat aja deh, silahkan dipuas puasin..!!! hahahaha :b

    ReplyDelete
  10. "masalah ketergantungan"
    ternyata bukan narkoba aja yg bikin ketergantungan mbak..

    ReplyDelete
  11. kalau lebih lama lagi di jakarta pasti akan butuh terapis untuk atasi masalah dampak kemacetan.. :D

    ReplyDelete
  12. jangan salah mas, wong sambel pecel wae iso nggarai ketergantungan kok, opo maneh sambel pecel aceh (ono ganjane)....huehehehehe :-D

    ReplyDelete
  13. duhhh...asli, dengan tersipu malu aku jujur ngaku, sangat gembira rasanya melihat komentar mas satu ini di blog ku...akhirnya..."image blog" ku sudah lebih luas dari hanya "ibu-ibu" saja...hihihihihi..... suwun nggih mas.... :-D

    mbalik maneh mas, terapine sambel pecel wae, sukur2 sambel tumpang 24 jam tersedia di setiap titik-titik kemacetan diseluruh Jakarta...wahhhh bakalan nggak terlalu menyiksa kemacetan e hehe.... :-D

    ReplyDelete
  14. wah, kalau terapine pecel pake tumpang aku ngerti sing enak mbak.. di kalibata & pake pincuk pula wadahnya.. kabari saja kalau minat terapi yang ini..

    ReplyDelete
  15. hehe sip mas, lek perlu mengko aku nggowo godhong dewe teko ndeso, ben iso barter jadi kita bisa gratis makannya.... :-D
    (mbayangne menjinjing seikat daun pisang di pesawat :-D)

    ReplyDelete
  16. Waduhhhhhhh sub title-e menyerammkan.....(krn nama hotelnya itu lo...)...jangan pernah nginep situ lagi ya.....

    ReplyDelete
  17. Ayo buruan sambungannya...mau tau betah gak nginep di situ...suit suit....

    ReplyDelete
  18. Koq nggak hub aku sih, mbaak?? Kan bisa copdaran kitaaa :(

    ReplyDelete
  19. mba,ibunya masih keliatan muda banget.....

    ReplyDelete
  20. "duhhh...asli, dengan tersipu malu aku jujur ngaku, sangat gembira rasanya melihat komentar mas satu ini di blog ku...akhirnya..."image blog" ku sudah lebih luas dari hanya "ibu-ibu" saja...hihihihihi..... suwun nggih mas.... :-D"

    sami2 mbak.. saya kan juga penggemar (tulisan) ibu-ibu.. diajak arisan juga boleh :p

    ReplyDelete
  21. tu kan.....??? :-D

    kemarin itu semacam terpaksa mbak Irma, karena beberapa hotel "langganan" penuh...kita kan perlu 2 kamar untuk 2 malam, ada yang available 2 kamar tapi cuma untuk satu malam, yang lain ada 2 hari tapi cuma ada 1 kamar, trus travel langganan akhirnya merekomendasikan itu karena lumayan dekat dengan tempat2 tujuan kita...

    hehe...saya jadi pingin denger pendapat warga jakarta nih...emang hotelnya kenapa mbak? *nada lugu sok bego* :-D

    ReplyDelete
  22. hahahahahahahaha ampun dah !!!!

    kita udah disuitin sama sopir2 taksi plus tukang2 parkir, eh ternyata masih disuitin lagi di MP....hahahahaha *asli aku sama suami ngakak ini mbak*

    :-D

    ReplyDelete
  23. duh Elly...waktu lewat didepan monas, tak urung aku inget sama kamuuuuu....inget foto2mu waktu ke monas itu lhoooo...hehehe

    maaf maaf maaf...soalnya semua mendadak banget, dan jadwal disana penuh plus habis di macetnya jalanan...lagian mo sms juga blom punya no hp Elly kan hayo... *ayo mumpung inget kita tukar no di PM aja ya hehe*

    maaf ya, lain kali kalo waktu mengizinkan insyaAlloh ya El... :-)

    ReplyDelete
  24. banyak lho yang nggak percaya kalo beliau ibukku...pada nanya juga "ibu kandung???bukan ibu tiri??" gitu... hueheheheh

    memang masih relatif muda kok mbak, baru 50 tahun, kan beliau juga pelaku nikah muda...dan saya kan anak pertama, hehe... cuma selisih 20 tahun sama saya :-D

    ReplyDelete
  25. hihihihihi lek arisan bingung aku mas...soale meskipun tergolong ibu-ibu, tapi aku nggak hobi arisan.. :-D

    ReplyDelete
  26. wah mbak wahida, coba kalo dulu aku msh diBintaro, bs tak ajak nginep tmptku kali...hihihihi, btw kakakku jg tinggal gak jauh dr Bintaro lho. itu tmpt berobatnya namanya apa mbak?

    ReplyDelete
  27. lha terus anak2 karo sopo mbak? sm mbahnya ya?
    mrk pasti kangen ya..hehehe

    ReplyDelete
  28. oya? wah iya ya mbak Luki...bisa-bisa aku mengetuk saja rumah mbak Luki daripada "tersesat" di hotel kawasan merah hahahahahaha :-D

    kita berobat terapi energi chikung kepada satu-satunya master chikung yang bersertifikat asli shaolin di Indonesia, namanya master saeho, beliau cukup wellknown di daerah situ kok, ceritanya dia juga yang merawat chrisye, pepeng dan banyak famous people lain (walaupun bukan ini alasan kita kesitu lho, hehehehe kita memang kebetulan kenal secara pribadi) :-)
    tempatnya di bintaro sektor 2 mbak....

    ReplyDelete
  29. iya, sama mbah dan sepupunya mbak... :-)

    ReplyDelete
  30. hihihihihi sekalinya kasih komentar, mbrudhul ki... :-D

    sabar nggih mas...yang pasti mas Vadin harus kasih komentar lagi ntar ya... hehe.. :b

    ReplyDelete
  31. waaksss..!! lewat monas pula!! hehehehe
    oh ya,mbak.. kapan ke jkt lagi?? aku tunggu deeeh...
    no hp ku, aku pm ajah yaaaa. takut tambah tenar! hehehe

    ReplyDelete
  32. jadwal terapinya sih ada lagi 2 bulan mendatang, itu kalau si terapisnya bisa...iya tunggu aja deh ya, hehehehe
    Elly...tenar...monas...hemm...3 kata ini apa ada hubungannya ya El? :-b

    ReplyDelete
  33. Wah rekor dunia yah Mba hehehehehe....

    ReplyDelete