Sunday, April 13, 2008

Lagi : Gebrakan Menkominfo Dirumah Kami

Waktu 2 minggu lalu Pak Menteri bikin aku kalang kabut, bad mood, hancur hati dan dudul nggak karuan gara-gara membliokir Multiply, beginilah reaksi Mas Iwan :

"Kamu itu... Urusan blog makanya jangan terlalu nyandu... Masak gara-gara blog diblokir sampe jadi uring2an nggak karuan begini??" (yah, dengan sikap bicara sok tenang gitu...)

"Liat aja aku, punya MP juga tapi kan nggak sampe kaya gitu??? Tenang-tenang aja tuh, biar Multiply diblokir juga....karena aku nggak sampe nyandu ngempinya..!!"

Yah...waktu itu aku sih sangat merasa kalo dia itu nggak sensitif, nggak peka sama hancurnya hati istri gara-gara salah satu hal yang sangat berarti mengisi hari-hari istrinya diblokir. Dengan kata lain : ngeselin! Walaupun otakku sih mengerti bahwa dia mencoba menetralisasi suasana dirumah yang cukup dudul (maksudku suasana hatiku...yang tentu saja berefek terhadap suasana dirumah juga hehehe)

Suamiku memang cool ya orangnya....

:::::.....

Cerita diatas bukanlah yang terakhir. Sudah 2 hari ini suasana diatas terulang lagi dirumah. Thanks to Pak Menteri yang menghentikan sementara penyiaran TV berlangganan Astro di Indonesia. (Beritanya bisa dibaca disini).

Cerita yang kurang lebih sama. Efek yang kurang lebih juga sama. Cuman yang kali ini BEDA CASTING! Casting untuk aktor di cerita diatas, sekarang didapuk dengan karakter yang sama sekali lain, bahkan berlawanan!

"Oalaaaaaahhhhhhhhhhhh....!!"
(**nada gemes yang sama sekali nggak mengandung unsur cool sama sekali, sambil tangannya dengan agresivitas yang cukup tinggi terus pencet2 tombol remote dekoder dan receiver Astro**)

"Mana pas MU lawan Arsenal lagi!........dooooohhhhhh......halaaahh halaahhh!!!"
(sambil terus pencet2 dengan gemas...pencetan yang sama sekali tak berefek, dilayar tetap muncul tulisan yang sama "Sorry, this service is not available now")

:::::.....

Hemm...aku lho tenang2 saja biarpun Astro diblokir...karena aku nggak sampai nyandu nonton Premier League-nyaaa...!!

**senyum bijak nada cool dan tenang**





Friday, April 11, 2008

[Abe-Bea] Maulid Nabi 1429 H


sebelum naik panggung, Bea duduk manis karena mau periksa gigi dan mata di sekolah

19 Maret 2008 Jam 08.00-10.00
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SD Al Hikmah Surabaya
Dresscode : Arabic Dress

Enaknya kalo anak cowok, dandanan Abe bisa se-simple ini. Gamis oleh2 Bapak umroh tahun lalu, celana panjang, kopiah putih (yang terus2an dilempar2in keatas untuk kemudian ditangkap lagi oleh Abe), sendal, selesai deh! Abe sempat diledekin Bapaknya “Ada anak Arab tapi kok sipit yaa??”

Acara dilaksanakan di Parkir Timur SD Al Hikmah, diisi dengan panggung “Aku Cinta Rasulullah”. Ada fragmen, ada pertunjukan nasyid (ada anak cewe kelas 3 yang mengiringi dengan biola, cantik sekali permainannya sampai semua gemas) ada juga pembacaan beberapa puisi oleh Ustadz/ah dan beberapa siswa. Sebelumnya, semua anak membuat puisi untuk Rasulullah. Di akhir acara anak2 juga bersama-sama membaca puisi lain yang sudah diberikan. Ustad Gatot, Kepala Sekolah dalam sambutannya mengingatkan anak2 untuk meneladani Rasulullah. Jadi anak yang berbakti dan hormat pada orangtua.

Fantastis sekali melihat dandanan anak-anak ini. Yang paling kentara adalah banyaknya anak cewe yang pake jubah ala Aisha (dari Ayat Ayat Cinta the movie tentu saja!) lengkap dengan cadar hitamnya. Walaupun jelas-jelas berkeringat, tapi kelihatan sekali mereka menikmati dandanan itu. Seru!

:::::.....

29 Maret 2008 Jam 08.00-09.00
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di PG Daarul Ilmi Surabaya
Dresscode : Bebas

Walaupun dresscode bebas, demi melihat Mas Abe pake baju Arab dalam acara maulid, Bea nggak mau kalah! “Aku juga mau pake baju Arab!” Hehe... Sekali lagi, thanks to oleh2 umroh Bapak, Ibuk jadi gak perlu jauh-jauh pergi ke Ampel untuk beli baju Arab. Kebetulan jubah hitam ini memang belum sempat kepakai Bea.

Hari itu, kebetulan Hari Sabtu. Pagi-pagi sejak jam 7.00 Ibuk harus bertugas panitia di acara Parenting Skill Class untuk walimurid di Sekolah Al Hikmah. Akhirnya urusan dandanan Bea dibantu oleh Mbah Sul dan Tante Ulfi. Jam 8.30 setelah di sms dari Mbah Sul (yang dengan baik hatinya sudah mau mengantar Bea, ditemani sepupu Raka) bahwa acara Bea mau mulai, Ibuk pun “menyelinap” sebentar ke sekolah Bea untuk melihat Bea. Wallaaahhh!!! Betapa terkejutnya Ibuk, demi melihat Bea pake dandanan **mata berbinar** Aisha!! Walimurid lain yang melihat kedatangan Ibuk langsung pada heboh lapor komentarin dandanan Bea. Subhanalloh.. hihihi. Kulihat sekeliling, beda dengan waktu di acara Abe, memang cuma Bea yang pake baju begini, makanya pada heboh.

Bea pun naik panggung, baca sholawat bersama teman-teman dan Ibuk pun sukses dibikin mewek. Apalagi setelah melihat Bea pegang mic memimpin sholawat. Anakku... Subhanalloh.... ^_^

:::::.....

Semoga kalian tumbuh jadi anak sholeh dan sangat mencintai Rasululloh.. aminn... :-)

Wednesday, April 9, 2008

Blokir2an Berakhir..

Doa Hari Ini :

Ya Allah Yang Maha Kuasa...aku mohonkan kepadaMu,

Semoga blokir2an Multiply segera berakhir...

Aminnn..
:-(


**sekalian nyoba posting tulisan via gprs matrix, dgn jempol keriting ngetik di hape**

=============================================================

UPDATE TERBARU :Jumat 11 April 2008
Tadi malam Harley kirim sms yang membuat meledak hatiku...

AKHIRNYA MULTIPLY BISA DIAKSES LAGI VIA SPEEDY...

Alhamdulillah.... bersyukur sekali. Dalam hal ini, aku harus mengakui kegigihan Harley. Selama 3 hari ini dia getol banget mencari cara2 alternatif ngempi (pake semua fitur termasuk upload dan opsting yang ga bisa lewat freeproxy itu)... Aku sendiri yang beberapa hari ini pas *sok* sibuk pergi terus seharian, hanya bisa mengikuti lewat handphone dan tak bisa berbuat lebih banyak...

**sekarang kok aku merasa terharu ya Har... hiksss**

ternyata begitu dalamnya hubungan emosional kita dengan Multiply ya...it's kinda frightening too right? ^_^


Semoga yang kaya kemarin gak terulang lagi deh... aminnnn!! **nada yang berubah semangat** :-D

Monday, April 7, 2008

Multiply Diblokir Dimana-Mana.. Ini Tempat Pengungsianku :-((

Menyusul kasus film Fitna dan pemblokiran beberapa situs termasuk Multiply, bener kata Arik bahwa rasanya aku pengen pergi ke teras depan rumah dan menangis sejadi-jadinya sambil gelosoran kaya anak-anak (bahkan anak2ku pun ga pernah nangis sampe gelosoran)...



Kemarin pengguna RadNet sudah tak bisa membuka Youtube, Rapidshare dan Multiply. Barusan Kak Mia sms, Indosat IM2 nya sudah menyusul. Aku coba pake IM2 suami, disini idem juga, gak bisa!!

Speedy ku sementara masih bisa, tapi sampai kapan??? keknya tinggal menunggu waktu deh..

Nada protes mengumpat pemerintah dimana-mana, tapi aku cuman bisa sedih....bagaimanapun sadar ini keputusan pemerintah yang harus kita terima


So, kalau sewaktu-waktu memang Speedy pun sudah memblokir MP, teman-teman... itu berarti waktunya aku untuk mengungsi ke blog yang lain....hiksssss semoga kalau benar terjadi, itu bukan untuk seterusnya, karena aku terlanjur cinta sama si MP ini... hiksssss... banyak hal yang sudah kusimpan disini....



So, just in case, you can visit me in the following blogs :

My Blogspot :
http://cikicikicik.blogspot.com

My Freindster :
http://profiles.friendster.com/cikicikicik
http://cikicikicik.blogs.friendster.com/wahida/

Hope so deeply that we can still be in touch, my dear friends...
So deeply....





Saturday, April 5, 2008

Face Painting


Hasil kolaborasi dengan Ibuk, ini adalah catwoman versi kita sendiri :-D


Direction plus contoh2 lucu kartun/superheroes yang ada di kemasan face painter-nya, percuma nggak laku!!

"Aku mau bikin bentuk sendiri!" kata Abe
"Aku juga!" idem Bea

Ternyata Abe pun menemukan teknisnya sendiri. Pertama, dia bikin karakter yang coretannya sedikit....makin lama ditambahin...makin banyak dan tebal...dan (katanya) makin sangar!!

:-D

Friday, April 4, 2008

.....:::::Nostalgia:::::.....

Minggu-minggu pertama Bulan April begini , 12 tahun lalu...

Pastilah merupakan hari-hari yang sangat kuat menguras emosiku. Pembicaraan yang sudah dari pertama menggaung diantara aku dan Mas Iwan tentang pernikahan, rasanya sebentar lagi sudah menemukan muaranya. Subhanalloh...Allahu Akbar... 

Penuh syukur dengan kemantapan hati Mas Iwan untuk akhirnya meminta ijin kepada orangtuanya. Penuh debar doa ketika kemudian Mas Iwan datang ke kost dan memberitahu betapa shock Bapak-Ibunya mendengar permintaan nikah anak cowo satu-satunya yang masih 20 tahun... Kerja masih serabutan, gimana nanti menghidupi anak gadis orang???

:::::.....

Maka dengarlah lagu ini...salah satu soundtrack dalam hidupku..


Ah...siapa yang berani menduga takdir dan jodoh,
Yang tertulis bahkan sebelum kelahiran datang...
Dan doa yang terasa genit meminta jawab,
Tentang pernikahan yang tak mau menunggu halang...
Yang kutahu saat itu, aku selalu merasa,
Allah penuh, ada dihatiku...


Hari ini kuresapi lagi kisah kami...
Disini...
Allah menjadi terasa semakin penuh...dan penuuhhh tanpa perlu tumpah lagi...
Haruku pun semakin menjadi-jadi... 

:::::.....

**maap bila mood nostalgia sedang menggelegak tinggi**



Tuesday, April 1, 2008

[Abe] Jadi Korban Pijat Malpraktek


Satu sore, giliran si bapak yang jemput Abe sekolah...

Seperti biasa begitu klakson mobil terdengar didepan rumah, semua berhambur keluar untuk menyambut. Ini sudah tradisi dirumah ini, menyambut anggota keluarga yang baru pulang dengan antusias yang bagi orang lain mungkin keterlaluan.

We’re just a loud family, what can we say... :-D 

Turun dari mobil, kulihat ada yang aneh dengan Abe. Biasanya dia langsung berhambur masuk rumah untuk kadang2 memeluk Bea, atau seringkali memeluk Zing the cat. Tapi ini tidak, setelah pintu mobil membuka, lama dia baru turun dari mobil, itupun degan sikap tubuh yang aneh dan gerakan yang kaku...

Kenapa Abe? Sakitkah dia?

Jalan melewati pagar rumah, makin jelaslah kentara keanehan gerakan tubuhnya. Menggeliat-geliat, molet-molet sambil meringis gitu.. 

“Kenapa kamu, Be??” seru Ibuk dan Mbak Pin bersamaan.

Bea yang berlari minta peluk, disambut dengan tolakan “Jangan peluk, Beaaaaaaaa!!” seru Abe sambil menyingkur dari arah Bea datang.

“Kamu kenapa?” tanya Ibuk lagi, kali ini udah berkurang level hebohnya (kata teori kan, untuk menunjukkan empathy harus dengan intonasi yang pas, kalo terlalu heboh malah gak dapet deh...hehehe. duhh ternyata susahnya untuk tidak heboh dan panik...mana yang ditanya cuma molet2 gak cepetan jawab lagi.. :-S) 

Abe masuk rumah, masih molet2, menggeliat-geliat kaya cacing kepanasan. Patah arang, sekarang gantian bapak aja yang dikejar. “Kenapa dia mas?”

“Tanya aja tuh sendiri anaknya” halaahhh ini kok ya sama saja...tidak membantu sama sekali...mana ekspresi si bapak dudul, anak molet2 bukannya khawatir...

“Somebody just tell me right now, what’s happening please..!!!!” raung Ibuk, sebodo amat dengan teori komunikasi! “Kamu kenapa Be?” kali ini sambil membantunya membuka baju seragamnya... 

“Wah kok punggungmu merah bangettt???”

“Iya buk, tadi dipijit sama Rido, tapi salah...” kata Abe masih sambil meringis-ringis dan molet2 nggak henti. Rido adalah temen sekelasnya, temen satu geng superusil dengan Abe, lebih tepatnya.

“Salah gimana??” Ibuk mulai khawatir, salah pijit kan bisa fatal akibatnya?? Dan oh my God! Aku baru sadar, apa sih yang dilakukan anak-anak ini??? Pijit memijit di kelas??? Apa pula ini???

Percayalah, 6,5 tahun jadi Ibuknya, instingku sudah mulai tajam mengendus satu lagi kejadian dudul Abe...

Dan ternyata beginilah ceritanya, saudara-saudara...

:::::..... 

Hari itu nggak tahu gimana ceritanya, Rido membawa ke sekolah suatu produk mungil yang bernama “Balsem Kayu Putih”. Melihat itu, heboh juga seisi kelas. Bayangkanlah seperti apa, karena kelas Abe adalah kelas semacam ini (baca deh, demi untuk ilustrasi cerita agar lebih dramatis hihi).

Nah, Abe memang hampir setiap hari, menjelang tidur selalu minta dipijit. Pake Minyak Kayu Putih. Melihat kata “Kayu Putih” dibungkus balsem si Rido, diapun langsung semangat.

“Eh ini enak lho kalo dipake pijit...” 

Seketika, meledaklah sebuah ide cemerlang! “Ayo main pijit2an..!!!”

Yang jadi tukang pijit : RIDO (tentu saja...)

Pasien pertama : ABE (sambil keenakan)

Pasien kedua : ABE lagi... (makin kenakan aja)

Pasien ketiga : masih ABE lagi..!!... (rupanya yang lain bener2 harus bersabar mengantri **keluh**)

Pasien keempat : jelas nggak ada yang mau karena semua kabur demi melihat Abe sudah molet-molet nggak karuan kepanasan punggungnya...contoh korban malpraktek bin overdosis banget!! Siapa yang mauuu??? 

Alamakkk.....

:::::.....

Wakakakaakakak ternyata begitu kejadiannya. Untungnya itu terjadi sewaktu istrahat ketiga, sebelum sholat ashar...bentar lagi udah waktunya pulang. Coba kalo pagi-pagi terjadinya, molet2 bisa berlangsung seharian tuh!!

Dudul..!!

Besoknya, aku ngecek ke walikelasnya, dan kamipun tak bisa menahan diri untuk ketawa mengingat kejadiannya. Ust. Bambang, walikelasnya Abe juga baru tahu setelah waktu sholat ashar, dilihatnya Abe memperagakan gerakan sholat yang tidak wajar. Sedangkan disampingnya, teman-temannya pada curi2 pandang ke Abe, cekikikan selama sholat... 

Begitu ketemu dengan Tante Diah (mamanya Rido), belum sempat ngomong apa2, dia sudah cekikikan duluan sambil minta maaf karena taruh balsem sembarangan... Tapi sejurus kemudian, akhirnya perut kita mules juga berdua, puas cekikikan teringat Kisah Tukang Pijit dan Pasien Langganan itu... hueheheheheh.

Ada2 aja... :D

:::::.....