Showing posts with label lontongmie. Show all posts
Showing posts with label lontongmie. Show all posts

Saturday, January 5, 2008

Lontong Mie Surabaya : Dari Pasar Atum ke Pasar Blauran


sebelum berteman Es Degan :-D

Meneruskan petualangan kuliner kita yaa...**deeuhh** :-D

Kali ini menunya khas Suroboyoan. Sebuah makanan klasik masyarakat Surabaya. Khas dengan aroma dan rasa legit petis udangnya.

Biarpun ketika pertama tinggal disini sempat eneg dengan petis, tetapi lama-lama ternyata aku tertawan juga. Kata suami itu karena petis itu sama kaya dia : gelap dan legit, jadi pas sama seleraku!! (I know, gubraxx banget kan??**sigh**).

Lontong Mie yang pertama kusantap adalah dirumah mertua, lebih dari 10 tahun lalu. Waktu itu belum “tertawan” lidah ini (karena masih masa2 adaptasi sama petis kali yaa hehe). Tetapi ketika lama kemudian aku dapat kesempatan pergi ke Pasar Blauran, semua berubah!! **musik dramatis mulai mengalun**. Ternyata selain memiliki koleksi majalah/buku bekas yang lumayan banyak, Pasar Blauran menyimpan yang namanya Lontong Mie terlegit yang pernah kurasakan! Hari itulah aku jatuh cinta dengan yang namanya Lontong Mie Pasar Blauran! Seringkali kita jauh-jauh pergi kesana (I mean, bener2 jauhh!!!) untuk sekedar rindu menikmati sepiring legit Lontong Mie.

“Kamu belum ngrasain Lontong Mie Pasar Atum kan? Yang ini paling top!”
Lamaaaaa aku nggak tertarik karena masih enggan melepaskan diri dari LoMie Pasar Blauran. Sampai sekitar 2 minggu lalu kita pas ke Pasar Atum, dan aku akhirnya mencoba...

Lontong Mie Pasar Atum ternyata memang enak banget! Kalo aku bilang malah “terlalu enak”! Untuk derajad keenakan **ada ya yang kaya gini? hihi** mungkin LoMie Ps. Atum lebih enak. Taburan udang goreng keringnya jauuhh lebih banyak dan gurih! Tetapi kalo bicara masalah derajad kenikmatan *:-D* aku masih menambatkan hatiku pada LoMie Ps. Blauran plus kuah petisnya yang lebih hitaaammm itu (sayang ga ada fotonya ya, soalnya lamaaa nggak kesana).

Suasananya juga lebih kena, karena Ps. Blauran kan pasar tradisional, khas banget Suroboyoannya. Kalo kita makan disitu, kita akan bisa mendengar segala perbincangan dan tingkah pedagang-pembeli disekitarnya and I loved it to bits! (tempat makan berada ditengah2 dikelilingi kios2 di kanan kiri), lengkap dengan cucuran keringat yang bikin acara makan tambah asoy geboy. Sedangkan Pasar Atum kan nuansanya sudah lebih mengarah ke mall, tempatnya ber AC dan tidak ada banyak penjual LoMie yang berjejer, hanya beberapa berbentuk resto kecil ataupun pujasera gitu.

Yah..memang dari segi harga (dan tempat), Pasar Atum jelas lebih “berkelas” daripada Pasar Blauran. LoMie Pasar Atum dibandrol Rp. 11.000 sementara di Pasar Blauran harga per porsi hanya berkisar Rp. 4.000-5.000. Kalo kita pernah merasakan bahwa kadang2 bakso pinggir jalan yang murah lebih nikmat daripada bakso ala restoran, seperti itulah LoMie Ps. Blauran vs LoMie Ps. Atum.

(InsyaAllah kapan2 aku posting foto2 LoMie Ps. Blauran deh, akan terlihat betapa hitaaammmm dan legitnyaaaa, juga suasana khas pasar tradisionalnya yang masih sangat kental, hal yang sangat membawa kenikmatan tersendiri ditengah2 hutan mall Kota Surabaya sekarang ini.)