Showing posts with label binatang. Show all posts
Showing posts with label binatang. Show all posts

Wednesday, March 25, 2009

Abe, MiniZoo dan Duri Idaman

:::...

Rabu kemarin 25 Maret 2009, ada kegiatan MINI ZOO di sekolahnya Abe. Tema bulan ini sepertinya memang giliran kecerdasan natural (natural intelligence), karena minggu lalu itu proyeknya tentang kebun dan tumbuhan, eh sekarang giliran binatang.

Semua siswa kelas 2 diminta untuk membawa poster binatang (untuk dipasang di seputar dinding kelas) dan Rabu kemarin itu, membawa binatang (hidup). Mulai minggu lalu, sebelum sakit, Abe sudah ancang-ancang membawa binatang yang diinginkannya.

Dia terang-terangan bilang, pingin bawa LANDAK!!!

Gubrak nggak sih?? Landak?? Aku awalnya cuma bisa melongo... Terus terang yang seperti ini memang sering terjadi dengan Abe. Daya kreativitasnya yang tinggi seringkali membuat kami speechless kalo pas keluar ide yang sangat “out of the box” dari dia begini.

“Landak??” tanyaku memastikan

“Iya Buk, landak!! Pasti seru, biar beda sama yang dibawa teman-teman nanti. Paling yang dibawa teman-teman nanti kalo gak kura-kura, kelinci, ya hamster...aku pingin yang lain.”

“Maksud Abe hedgehog?? Bukankah hedgehog jarang sekali ada di Indonesia?”

“Bukan hedgehog, Buk, tapi landak!! Yang durinya jigrak ituu!!!”

Setelah menguasai diri sebentar, aku pun berpikir. Bukankah LANDAK termasuk binatang yang berbahaya? Dan tidak dijual di petshop-petshop?? Hemm... Abe sudah 7 tahun, sepertinya sudah waktunya untuk sedikit saja mengenalkan realita kepadanya. Mungkin beberapa teman masih ingat dengan tulisanku yang ini http://cikicikicik.multiply.com/journal/item/164/Ulang_Tahun_Yang_Sangat_Penting patut dicoba juga deh...

“Ide bagus itu Be, bawa landak!! Boleh-boleh!!” kalimat ini yang kemudian kuucapkan sebagai respon setelah melongoku usai. Dengan antusias yang kuusahakan pas dalam suaraku, lengkap dengan acungan jempol sambil nyetir dalam perjalanan pulang.

“Sekarang, dimana ya kira-kira kita bisa beli LANDAK??”

“Ya di petshop buk!!”

“Oke, kita lihat sampai hari Senin ya, kalo memang kita berhasil menemukan landak yang dijual, ya kita beli, dan Abe akan bisa bawa landak ke sekolah. Tapi kalo Senin itu kita tidak bisa menemukan orang yang menjual landak, ya Abe bawa binatang yang ada dirumah saja. Kelinci atau kucing. Setuju?”

“Oke Buk! Setuju!”

 

Sampai dirumah, kita browsing lah petshop-petshop yang online di internet. Nihil. Ya iyalah aku juga sudah mengira hasilnya, tetapi kucoba biarkan Abe menemukan sendiri realita itu...kalo “cuma” omongan Ibuknya, mana cukup untuk membuat dia percaya..??

Besoknya, pencarian dilanjutkan. Sementara itu, semakin banyak orang rumah yang dibuat melongo oleh berita bahwa Abe akan beli LANDAK untuk dibawa ke mini zoo sekolah.

Browsing lagi di petshop-petshop, bahkan kami mencoba membuka-buka forum-forum pecinta dan jual beli binatang. Hasilnya, memang tidak ada yang menjual landak. Telpon beberapa teman yang bekerja di petshop, jawabnya pun sama. Intinya kami sudah melakukan semuanya untuk menemukan seekor landak yang dijual dan bisa kami beli.

Satu lonjakan ide “KITA BELI DI KEBUN BINATANG AJA!!”, sebelum kemudian Abe pun menyerah...dengan sukarela.... Sepertinya memang tidak ada yang menjual landak yang dia inginkan (sekali lagi, yang berbulu keras dan jigrak). Apalagi kemudian ditunjang dengan info-info tentang betapa susahnya kalau kita harus memelihara LANDAK. Terutama menyangkut bulunya yang benar-benar keras, runcing dan berbahaya itu.

Akhirnya, dengan sukarela Abe pun memutuskan untuk membawa binatang lain saja. DENGAN SUKARELA, ya...ini memang tujuanku! Yang paling penting, adalah Abe tahu bahwa kita sudah berusaha sebisa kita untuk mewujudkan idenya. Supaya Abe juga belajar, bahwa terkadang, ujung dari sebuah ide adalah sesuatu yang bernama realitas....sebagus dan sefantastis apapun ide itu. Apalagi kemudian dia sempat sakit panas selama 5 hari.

Hari Senin siang, ketika dia masih terbaring sakit sembari rajin memohon-mohon supaya Rabu dia diperbolehkan masuk supaya bisa ikut mini zoo, tiba-tiba kulihat dia sibuk membawa-bawa satu kotak bekal plastik kecil. Ditaruhnya seonggok gula didalamnya. Kemudian dia minta bantuanku untuk melubangi kotak-kotak itu kecil-kecil dengan garpu panas.

“Ini untuk apa Be?” tanyaku sembari melubangi bagian atas wadah, melihat onggokan gula disitu, sepertinya aku bisa mengira kemana arah jawaban Abe.

“Untuk ngumpulin semut Buk, aku mau bawa semut aja untuk minizoo nanti.”

“Semut???”

“Iya, di halaman samping ada semut rang-rang yang muerah dan buesar-besar di dekat pohon kelapa. Aku mau ngumpulin yang buanyakkkk trus kubawa ke mini zoo”

Duuhh... Entah kenapa, aku kok seperti kembali ke awal tulisan ini ya.... **gubrax......**

:::::.....

Catt. : akhirnya Abe memutuskan membawa KELINCI abu-abu piaraannya ke mini zoo di sekolah. Ini setelah Mas Iwan mengijinkan Abe membawa gerombolan semut rang-rangnya (yang waktu itu memang sudah terkumpul...hhiiiyy mengingatnya saja aku sudah merasa gatal semua) dengan syarat bahwa Abe mau dan mampu bertanggungjawab kalau puluhan bahkan mungkin ratusan semut rang-rang itu lepas dan menggigit semua yang ada di kelas Abe (termasuk ustadz/ah) sampe bentol-bentol.... “Karena, bahkan Bapak pun nggak akan mampu bertanggungjawab, Be!!”

:-D

 

:::::.....

Saturday, December 8, 2007

Sekolah Para Binatang

Ini tulisan lama. Reposting juga. Postingan asli bisa dilihat disini. Semoga nyampe pesan ceritanya. Terus terang sampai sekarang aku masih extra-prihatin dengan orangtua2 yang seakan berlomba mencekoki anaknya dengan banyak hal yang  lama-lama  nggak masuk diakal (akal ku maksudnya hehehe)

:::::.....

SEKOLAH PARA BINATANG

 

Suatu ketika di dunia binatang hendak didirikan sekolah terbaik yang diharapkan bisa mengajarkan berbagai macam ketrampilan kompleks. Maksudnya supaya para binatang bisa improve their quality, dengan cara menguasai banyak ketrampilan binatang sekaligus.

 
Sekolah tersebut akhirnya berdiri dan menjadi sekolah yang paling lengkap fasiltasnya dan kurikulumnya pun paling beragam, mencakup hampir semua ketrampilan binatang yang ada di dunia ini. Dari ketrampilan berlari, berenang, terbang, memanjat, melompat, memburu mangsa, menghindari kejaran predator, sampai dengan mencari makanan semua diajarkan dengan pengajar profesor yang ter-ahli dibidangnya masing-masing. Profesor cheetah mengajar kelas berlari, profesor elang mengajar di kelas terbang, dan lain sebagainya. Kelas berlari Prof. Cheetah segera saja menjadi kelas favorit di kalangan binatang darat! Disebut-sebut sebagai basic instinct  nya para  binatang.

 
Seekor murid kanguru bermaksud meningkatkan ketrampilan dengan mengikuti kelas berlari. Selama ini dia merasa kemampuan berlari nya sangat kurang, walaupun di kelas melompat dia menjadi juara kelas. Alangkah baiknya kalo dia bisa meningkatkan kemampuan berlarinya. Yang pasti, dia akan membuat bangga orangtuanya. Bayangkan saja, orangtua kangguru mana yang tidak bangga punya anak kangguru yang selain hebat  melompat, juga bisa berlari dengan kencang.

 

Tapi sekeras apapun dia belajar untuk berlari, dia selalu gagal menyamai prestasi berlari teman-temannya yang lain. Dia selalu tertinggal. Di rumahpun, dia melakukan semacam les tambahan untuk memacu kemampuan berlarinya. Seluruh waktu nya dicurahkannya untuk berlatih berlari dan berlari. Dan semakin dia belajar, semakin dia merasa depresi karena dia belum juga bisa menyamai kemampuan teman2 nya di kelas berlari. Akhirnya suatu hari dia bukan hanya depresi dengan kemampuan berlarinya. Karena waktunya habis untuk belajar berlari, ternyata dia juga sudah lupa bagaimana caranya melompat.

 

Murid penyu selalu merasa dialah murid terbodoh. Kemampuan berlarinya payah, melompat dan terbang apalagi. Dia juga tidak punya aura predator yang selalu mengundang decak kagum binatang lain. Semakin dia melihat kemampuan binatang-binatang lain, semakin dia merasa gagal sebagai makhluk hidup. Dia tahu ibunya selalu bilang bahwa merekalah binatang yang paling telaten dan sabar. Banyak hal2 yang tidak bisa dilakukan binatang lain, bisa mereka lakukan berkat kesabaran dan ketlatenan mereka. Binatang mana yang bisa mengerami telurnya begitu banyak di pantai dalam waktu begitu lama kalau bukan mereka, para penyu. Binatang mana juga yang bisa menyimpan cadangan vitamin D terbanyak di cangkangnya kalau bukan mereka. Walaupun tidak bisa berlari cepat, merekalah binatang yang bisa hidup paling lama. Bahkan ketika nanti para penyu meninggal atau punah sekalipun, mereka akan tetap meninggalkan cangkang yang sangat berguna bagi bumi ini. Tapi tetap saja, melihat bagaimana hiruk pikuknya kelas berlari membuat si murid penyu merasa sangat tidak berguna.

 

Si murid ikan juga tak luput dari depresi karena saking giatnya belajar terbang menyebabkan salah satu siripnya patah dan dia tidak lagi bisa berenang. Si monyet memenuhi waktunya dengan jadwal les berenang tambahan sampai2 dia lupa bagaimana caranya memanjat.

 

Sekolah itu jadi kacau....!!!

Dunia binatang jadi kacau...!!!

 

Jadi kenapa tidak kita biarkan saja ikan berenang, dan biarlah si cheetah yang berlari...?

Biarkan ular merayap dan monyet yang memanjat...?

Semua makhluk pasti menyimpan kelebihan dan kekurangan yang akan membuat dunia ini menjadi tempat yang justru sempurna untuk dihuni bersama-sama...

 

:::::.....

Surabaya, Mei 2007

(ide cerita : abis baca ensiklopedi binatangnya abe)

(tulisanku dengan tema sejenis bisa dilihat disini)