Friday, July 27, 2007

[This Is Good] Kisah Luqman Al-Hakim

Postingan aslinya disini.

Dalam sebuah riwayat diceritakan, pada suatu hari Luqman Al-Hakim masuk ke dalam pasar dengan menaiki seekor khimar, sedangkan anaknya mengikuti dari belakang. Melihat tingkah laku Luqman itu, sebagian orang di pasar pun berkata, “Lihatlah orangtua itu yang tidak bertimbang rasa menaiki khimar, sedangkan anaknya dibiarkannya berjalan kaki.”

 

Setelah mendengar desas-desus dari khalayak ramai, maka Luqman pun turun dari khimarnya, kemudian dinaikkannya anaknya diatas khimar itu. Melihat yang demikian, maka sebagian orang pasar itu berkata pula, “Lihatlah itu, orangtuanya berjalan kaki sedangkan anaknya enak-enak menunggang khimar itu, sungguh kurang beradab anak itu!”

 

Setelah mendengar kata-kata itu, Luqman pun terus naik keatas khimar itu bersama-sama dengan anaknya. Kemudian orang-orang di pasar pun berkata lagi, “Lihat dua orang itu, menunggangi seekor khimar, sungguh kasihan khimar itu.”

 

Oleh karena tidak suka mendengar percakapan orang, maka Luqman dan anaknya turun dari khimar itu, kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Dua orang berjalan kaki, sedangkan khimarnya tidak ditunggangi, betapa mubazirnya.”

 

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Luqman Al-Hakim menasihati anaknya tentang sikap manusia dan telatah mereka. Katanya, “Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah SWT saja. Barangsiapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangan dalam segala hal.”

 

(Dari Buletin Al-Ummah)

hemm...memang kalo mau nuruti apa kata orang....capeee deeehhhh :D

16 comments:

  1. bener mbak wahida......setiap orang kan berbeda...jadi kalo mau nuruti kata orang....gak sampai 2 ke tempat tujuan. Bener salah ....ya pasti salah ...menurut orang.

    ReplyDelete
  2. benar anti,
    Maka orang yang berakal tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan kepada Allah SWT saja. Barangsiapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangan dalam segala hal.”

    yang ini manusia sering lupa ant... dan beruntunglah punya teman yang mau mengingatkan....

    ReplyDelete
  3. it imposible to make everybody happy yah,,,,,:)
    ada aja yg salah....................hehe

    ReplyDelete
  4. alah BeTe banget..ini salah itu salah..pusing ah..! mendingan kita melakukan apa2 yg bisa kita pertanggung jawabkan..kalo ngikutin kata orang mah cape deee...apalagi kalo orang2nya tidak 'menjaga hati' alias suka ngiri..

    ReplyDelete
  5. >>mba yaffa, yulia,temmy dan lusy : embeeerrr he he capee deehh...banyak kalanya kita perlu tutup mata dan telinga dari orang lain dan kembali ke apa yang kita yakini benar

    hemm...mbak lusy kayanya lebih mafhum deh yang kaya gini he he he :-b

    thx for all your comments guys... :-)

    ReplyDelete
  6. assalmualikum.. mbak, mari kita sama2 berkarya.. ok..

    ReplyDelete
  7. waalaikumsalam fariz...
    thx for stoping by :-)

    ReplyDelete
  8. anjing menggonggong
    kafilah berlalu mbak nggih..

    ReplyDelete
  9. betul mas yudi...
    kalo aku sih, anjing menggonggong aku pasti langsung berlalu *lari kalo perlu*...ngeri boo...he he he

    ReplyDelete
  10. he he, bener banget jeng, capek ndengerin apa kata orang, nggak abis-abis. mending cari ilmu, setelah yakin akan kebenarannya, jalani dengan mantap. thanks for sharing.

    ReplyDelete
  11. ketik c spasi d capee deeh kalau mesti mencari ridha manusia ngak akan pernah ada abisnya, mending mencari ridha Allah

    ReplyDelete
  12. Beli aja satu himar lagi... masing2 naik himar... hmm... apa kata orang? :D

    ReplyDelete
  13. entar dibilangin, duuuh sombongnya, jalan beriringan biar ketauan punya 2 himar ya....
    cape deh....

    ReplyDelete
  14. hahahahahaha wah asyik! dapet istilah baru niiiyyyyyy heheheeh

    ReplyDelete
  15. pasti bilang gini "wah mereka kok boros ya mentang-mentang punya uang beli himar 2, padahal kan 1 himar bisa tuh dinaikin berdua????"

    -sigh- selalu akan ada alasan........ :-D makasih dah mampir ya mas (atau mbak nih???)

    ReplyDelete