Sunday, October 19, 2008

Film Laskar Pelangi dan Sesenggukan Kami Sekeluarga

 

Minggu, 19 Oktober 2008, 20.11 WIB

Mood ON for tonight : Masih amazing karena tadi sore lihat Abe (dan BAPAKNYA juga!) sesenggukan nonton sebuah film di cinema!

:::::.....

Apa yang akan Anda lakukan kalau suatu saat ada premiere sebuah film dan kemudian film itu meledak menjadi box office? Ketika 2-3 hari sesudah premiere itu Anda dapati semua cinema membludak dengan penonton, disusul dengan segudang cerita dari orang-orang, tentang bagaimana mereka kehabisan tiket atau tentang susahnya mendapat tiket nonton??

 

Kalau aku, biasanya akan memilih menunggu.

Sesuka dan sepenasaran apapun aku dengan film tersebut, biasanya aku akan menunggu.

Seminggu dua minggu nggak masalah, I can take myself as a ‘pleasure delayer’, yang penting acara nonton bisa berjalan dengan tenang, bebas dari riuh rendah kehebohan euforia.

 

Begitu juga yang terjadi dengan film Laskar Pelangi (LP) kemarin.

Seminggu dua minggu, aku menunggu (apalagi waktu premiere itu masih tengah Ramadhan, jadi dengan sangat sukarela aku menunggu).

Lebaran pun lewat...eh, cinema-cinema masih saja dipenuhi penonton LP. MashaAllah! Aku masih betah menunggu. (Yahhh..paling-paling hanya merasakan sedikit gatal di aliran darah waktu lihat Presiden SBY nonton :-D)

 

Minggu lalu, aku nyaris saja nonton LP ketika Komite Sekolah ‘mentraktir’ 500 lebih guru Sekolah Al Hikmah nonton bareng film itu. Nyaris, karena kemudian aku batal ikut nobar gara-gara ibu-ibu pengurus komite yang lain pada berhalangan waktunya, dan daripada aku tak berteman akhirnya jatah pengurus komite kami serahkan saja kepada para guru untuk dipakai siapa tahu ustadz/ah yang ingin mengajak suami, anak, ponakan dll.

 

Minggu ini?? Cinema-cinema yang memutar LP masih saja penuh!!! God!!

OK THAT’S IT!!... That is truly IT!!

Now I can’t help myself no longer, I won’t wait no more!

Mau ngantri tiket sepanjang apapun, mau dapet tempat duduk paling depanpun, pokoknya aku pingin nonton! Ikaalll....Lintanggg aku dataanggg!! Hueheheh.

 

Alhasil, tadi sore di XXI Sutos kami berempat pun akhirnya nonton juga film Laskar Pelangi dan SEMUA sukses berekspresi kaya orang gila : ketawa ngikik, ketawa ngakak dan sesenggukan di 2 jam yang bersamaan!! Berikut ini review kami berempat, Mas Iwan, aku, Abe dan Bea (semua ditulis olehku, tentu...hehe)...

 

MAS IWAN :

Seumur hidup, baru 2 kali ini aku melihat dia nangis ketika nonton film! Itupun, yang pertama kali (waktu nonton Bruce Willis di Armageddon) nggak sampe sesenggukan. Lha ini sampe! Waktu adegan terakhir2 aku bolak-balik lihat dia nyopot kacamata buat ngusap air mata. Hihihi...lucu...lucu...lucuuu!!! 

Later, dia mengaku bahwa selain nostalgia masa kecil (terutama soal menjemur batere yang habis itu), banyak pelajaran yang dia rasakan. Selama ini dia merasa telah berusaha sekuat tenaga untuk mendidik Abe-Bea sejauh mungkin dari kemewahan dan kemapanan. Ternyata hatinya hancur lebur ketika melihat kisah hidup Lintang! Jadi merasa betapa sombongnya kita sebagai orangtua, merasa sudah bisa menyediakan hidup ‘sesederhana mungkin tapi penuh semangat berjuang’ untuk Abe dan Bea?? Hikss.. Melihat semangat hidup Lintang, we know that we have to try harder...waaaay more harder, for our children’s sake!

 

ABE :

Ini juga pertama kalinya aku melihat Abe menangis over a movie! Senang sekali aku melihat Abe menikmati film LP dari awal sampai akhir. Aku tahu dia sangat terinspirasi dan fakta ini saja sudah sama mengharukannya bagiku! Berkali-kali dia juga terkekeh demi melihat adegan-adegan konyol di dalam film. Tapi asli sempat surprised lihat Abe nangis nelongso waktu adegan Ikal berlari mengejar Lintang yang pergi naik sepeda, mengucapkan selamat tinggal pada sekolah setelah ayahnya meninggal. Bener-bener nelongso dan banjir airmata! Subhanallah Abe!

Dimobil, sepulangnya, kami masih hangat membahas film itu, dan beberapa kali Abe pun nangis lagi!! “Huhuuuu Ibuukkk kayaknya bahkan nanti dirumahpun, aku nggak bisa selesai nangisnya Buukkk.. Gimana niihhh?? Huhuuuu”

“Gak papa Be...Gak papa...” jawabku sambil menyambut pelukan tangannya. Dalam hati aku berdoa semoga film LP dan semua pelajaran yang mungkin diambil darinya akan membekas dihati Abe seumur hidupnya! 

 

AKU :

Aku nangis sesenggukan gara-gara lihat film?? Oh please...itu seperti melihat matahari terbit setiap hari! Atau seperti aktivitas bernapas bagi makhluk hidup, very ordinary! (Ingat kan, nonton Doraemon dan Sinchan aja aku nangis!). Hampir sepanjang film aku sudah sengguk-sengguk, bahkan dari awal ketika melihat Harun berlari datang ke sekolah di hari pertama pendaftaran! Aku sering bilang bahwa biasanya film yang dibuat berdasarkan novel, biasanya hasilnya nggak akan sebagus novelnya. Ok, aku berubah pikiran! Two thumbs up buat Riri Riza dan film Laskar Pelangi! Kalopun harus protes, mungkin cuma satu. Ada satu adegan yang dari sebelum filmnya prermiere sudah sangat ingin kutonton. Yaitu adegan pas karnaval agustusan yang melibatkan kalung buah aren pembikin gatal itu. Aku tidak melihat adegan ketika mereka kemudian dengan membabi buta mencari empang terdekat dan nyebur ramai-ramai kesitu untuk meredam panas gatal di sekujur tubuh. Coba kalau ada adegan empang itu, pasti akan lebih mengocok perut penonton kan?! Itu saja. Yang lainnya?? It’s truly way beyond my highest expectation!

Oya, tentang cerita dudul menyangkut aku yang terus sesenggukan sepanjang film, berterimakasihlah pada Bea. Berkat Bea, postingan ini nggak akan terasa cengeng.

 

BEA :

Sebelum masuk cinema, seperti biasa Bea terlihat paling semangat! Urusan beli tiket, beli pop-corn, sobek tiket sampe nyanyi2 OST yang dinyanyikan Nidji itu, aduhhhh tooppp!!! Setelah itu, film pun dimulai.

“Nanti ada lagunya ya Buk?”

“Iya nanti ada lagunya...” duh senengnya lihat Bea duduk manis.. 

 

Baru beberapa menit film berjalan...

“Bea mau pipis..” Oh no... 

Oke oke ayo pipis dulu... Sehabis pipis, Bea duduk manis lagi. Belum semenit...

“Tukar tempat duduk, Buk..” 

Oh..sayang, Ibuk lagi seru nangisin Bu Muslimah nih nak...

“Ibuk...jangan nangis, nggak papa kok Buk...Bea cuman mau tuker tempat dudukkk” kata Bea dengan nada orang dewasa, sambil mengusap airmata di pipiku. “Iya sayang..iyaa..”

Begitu terus sampai tengah film, adaaaa aja umeknya dan dia nggak berhenti ngomong juga. Untung penonton penuh dan banyak anak-anak jadi memang lumayan berisik didalam cinema.

 

Lalu, ketika seru-serunya adegan Ikal jatuh cinta sama Ah Ling...

“Ibuk, Bea mau e’ek”

“Aduhh, ditahan dulu bisa nggak sayang? Nanti e’ek kalo filmnya selesai aja...gimana? Ide bagus kan?”  (pertama, oke aku memang ibu yang dudul kali ini hihi...kedua, dari tatapan matanya dan kebiasaannya selama ini, aku tahu bahwa Bea hanya mengarang cerita e’ek itu, demi kesenangan main-main di toilet dan wastafel dengan kran model sensor gerak baru yang canggih di XXI Sutos itu.. Aku tahu!)

Eh, Bea lalu berkacak pinggang...pasang nada tinggi, mata setengah melotot...

“Ibuukk!! Gimana kalau e’ek nya keburu keluar hayoo???”

“Gimana kalau ternyata Bea nggak beneran e’ek nya, hayoo...” huehuehu namanya juga usaha

“Aku kebelet e’ek beneran kok! Lho kan ada yang mau keluar kann??” katanya sambil pegang-pegang bagian pantat, sambil megal-megol.

“Beneran??”

“Iyaaa!!!” Oke oke okeeeeee.....

Di toilet, aku malah geli sendiri karena melihat dia duduk di toilet sementara wajahnya ngeden berusaha membuktikan kalau memang dia kebelet! Dia pasti tahu kalau sampai tidak terbukti si e’ek keluar, pasti si Ibuk nggak mau lagi diajak main ke toilet kan?? Ugghhh susah payah tuh, lamaaaa e’ek nya kok nggak keluar-keluar...sampai suatu saat... **plung**....keluar!! Kuecil! Tapi efeknya dahsyat karena langsung membuat wajahnya Bea yang tadinya tegang ngeden memerah, langsung berubah bersinar cerahhhh...!!

“Naaaaaahhhhhhhhh benar kan aku kebelet e’ek?????” ......**aduh gubraxx deh**.......

 

Sepanjang sisa film, Bea malah asyik naik turun tangga lorong diantara tempat duduk. Sampai kemudian aku sadar, loh, kok lama-lama banyak sekali anak-anak yang ikut-ikutan?? Hihihi...tauk tuh anak siapa yang mulai **sembunyi dibawah kursi** :-D

Oya, jangan dikira Bea nggak sesenggukan juga ya... Waktu film selesai, ketika kita keluar dia malah mengajukan ide dudul..

“Bea mau nyanyi-nyanyi vista...ya Buk??” (maksudnya pergi ke karaoke keluarga Inul Vista, yang tempatnya pas didepan XXI Sutos itu. Bea memang suka sekali ketika beberapa kali diajak ke tempat itu.)

Ide yang tentu tidak diluluskan oleh kami semua, karena sudah menjelang maghrib dan kita harus pulang karena besok (Senin) anak-anak kan sudah sekolah lagi???

 

Now guess...who’s got the last cry, huh??



:::::.....



Friday, October 17, 2008

[FF#2nd] Just Kids...

Keseret Harlia nih, jadi gatel pingin ikutan juga gabung di FotoFun MP. Pas punya banyak persediaan foto yang pas sesuai dengan tema minggu ini, yaitu "Just Kids".

Nah tapi begitu buka-buka harddisk, saking banyaknya foto Abe-Bea yang "menantang", malah jadi bingung mau pilih yang mana untuk diikutsertakan **nah lho puyeng kan**. Ya udah deh, akhirnya kupilih aja foto ini, biar foto lama tapi terus terang, aku sukaaaa sekali :-D.



"Abe Kasih Makan Adik"



Btw, coba kalo ada sempat, lihat di Link "Just Kids" yang aku tulis diatas itu...siap2 saja geli lihat barisan foto anak-anak disana itu huehuehehue :-D

Mau lihat lagi foto-foto "menantang" lain Abe dan Bea? bisa dilihat di album ini : http://cikicikicik.multiply.com/photos/album/78/Nangkring




Wednesday, October 15, 2008

Nggliyeng

 

Sudah dua hari ini tubuhku rasanya protes. Mungkin kecapekan atau apa, 2 minggu terakhir, tahu sendirilah kalau lebaran. Makan sembarangan, senam tak sempat, kegiatan tetep padat (bertandang silaturahim dan halal bihalal sana sini), istirahat pun jadi kurang (kalo kecapekan memang bawaannya insomnia). Kepala suka nggliyeng dan tiba-tiba tubuh jadi lemes. Belum cek gula darah sih, tapi aku kok curiga pasti tinggi. Tadi sore nyempatin (dan maksain) yoga sebentar, tapi baru 2 pose, nggliyengnya sudah tak tertahan lagi, akhirnya aku nyerah dan ambruk lagi di tempat tidur sambil mual nggak keruan.

 

Tadi pagi masih bisa agak “memaksakan” diri untuk datang di Pertemuan Majelis Silaturahim, pengajian sama ibu-ibu walimurid Sekolah Al Hikmah. Mau gak maksa gimana, wong tugasnya memang mengawal acara. Tapi siang, sepulangnya, tepaarrrr hanya bisa ngendem di kamar. Duuhh padahal masih ada tanggungan tulisan untuk majalah sekolah, dan akhir minggu sudah mulai intense untuk rapat-rapat di IKA Psikologi Unair (dalam rangka reuni desember nanti).

 

Ini juga buka komputer karena harus edit sesuatu, sambil siapa tahu kalau dibawa sehat maka tubuh akan beneran sehat (hihi nggak ilmiah banget, tapi kiat ini sering berhasil untuk aku lho :-D)

 

Oh ya, ada hikmahnya juga kalau lagi tepar gini:

  1. Dapat pelukan dan doa lebih banyak dari anak-anak, yang kemudian diteruskan loncat2 di kasur, pas disamping ibuk yang nggliyeng tadi dan tak kuasa berbuat apa2 selain meringis dan menyerap dalam-dalam sensasi rasa nggliyeng ke seluruh syaraf yang ada di otak :-D
  2. Ngempi in bed, pake hape, akhirnya bisa puas komen2 di banyak postingan blog temen yang biasanya nggak sempat karena kalo onlen suka terdistraksi ke website-website selain MP (sakit2 ngempi?? teteppp)
  3. Bisa nonton Amazing Race Asia seeason 3 itu, kok ya pas ya, biasanya aku selalu gak inget jam tayangnya :-D

 

Mudah-mudahan besok membaik, karena besok siang ada undangan halal bihalal (lagi) :-)

Saturday, October 11, 2008

CaLeb Nomor 3


kalo jatuh?? ya terkekeh-kekeh riang!!

**dasar**

Catatan Lebaran Nomor 3

:::::.....
Kamis, 2 Oktober 2008
Dari pagi rumah Kakung sudah penuh tamu, dari karyawan sampai saudara dan tetangga. Rencana balik ke Surabaya pagi-pagi jadi tertunda, yah mumpung ketemu banyak saudara. Akhirnya baru jam 11 siang kita berangkat balik Surabaya. Di perjalanan, mampir-mampir dulu dirumah Pakdeku dan keluarga mertuanya Tante Ulfa (adiknya Mas Iwan) di Pare. Nyaris maghrib baru nyampe di Surabaya, nggak pake pulang langsung merapat ngepos di Karah, rumah mertua. Habis maghrib, rumah mertuapun penuh dengan tamu! Akhirnya kita memilih menemui tamu dulu, dan hanya berlebaran dirumah Pakde suami dekat rumah.

Jumat, 3 Oktober 2008
Karena posisiku dan Mas Iwan termasuk ‘muda’ maka sudah bertahun-tahun lamanya aku nyaris nggak pernah open house dirumah sendiri. Setiap lebaran, waktu yang paling banyak kami habiskan adalah di jalan. Berkunjung ke saudara-saudara, juga beberapa orang yang walaupun bukan saudara tapi sudah kami anggap orangtua sendiri. Kalau lagi nggak dijalan, pastinya kami ngepos di rumah mertua, karena dengan begitu kamu juga bisa bertemu saudara-saudara yang banyak berlebaran kesitu. Karyawan2 juga sudah pada hapal, dan akhirnya memilih menemui kami dirumah mertua.
Jadi setiap pagi, sehabis sarapan kami sudah njogrok dirumah mertua. Malamnya, sekitar jam 9 dan anak-anak –biasanya- sudah pada tidur, baru kita pulang. Sesampai dirumah akupun langsung umek pekerjaan rumah, mencuci, setrika, beres-beres dlsb. Besok paginya, kami sudah balik lagi kerumah mertua lagi. Begitu seterusnya.

:::::.....

Sekarang mari kita lihat foto-foto dibawah. Lihat betapa kami semua adalah tamu-tamu yang sangat manis ketika berlebaran... :-D

Friday, October 10, 2008

CaLeb Nomor 2


begitu diajak mainan kamera hp, langsung melek, setor gaya pose dudul :-p

Catatan Lebaran Nomor 2.

Tulungagung, 1 Oktober 2008 (1 Syawal 1429 H)

Kita sholat ied di pelataran Kantor Pemda Tulungagung. Well, itu resminya sih, karena pada prakteknya, karena membludaknya jamaah sholat Ied akhirnya kita kebagian tempat sholat di jalan raya, sekitar 100 meter arah Utara dari pagar kantor Pemda, pas didepan SMPN 1 Tulungagung.
Akhirnya kesempatan deh, cerita-cerita pun meluncur dari bibirku ke anak-anak, bahwa ini lho sekolahku dulu. Bukan hanya aku, kedua adik cowokku pun sekolah disini. Bahkan, Kakungpun juga alumni SMPN 1 Tulungagung. “Kok Uti nggak sekolah disini sih??” komentar Bea. Hehe... Uti dulu memang alumni SKKP – SKKA (Sekolah Ketrampilan Keluarga, sekarang jadi SMK).

Sehabis sholat Ied, acara sungkeman seperti biasa banjir air mata haru biru. Dan seperti biasa, tiap kali melihat ada orang dewasa menangis (entah menangis karena apa), Sena selalu ikut-ikutan menangis. Sampe histeris dan berakhir muntah. Oalah Nduk... Sampe ponakankupun kok ya nurun aku mewekannya :-D

Agak siang, kita pun mulai bersafari Lebaran. Ke rumah nenekku yang tinggal satu-satunya (ibunya Ibuku). Kerumah buyut-buyutku yang masih ada 3 orang (padahal generasi nenek udah tinggal 1, tapi generasi buyutku masih ada 3 orang lho, walaupun bukan buyut langsung) yang berarti juga nenek cicit (canggah) dari anak-anak dan ponakanku. Rata-rata mereka sudah berusia 80-90 tahun dan hidup alami di pedesaan atau pegunungan. Seharian itu kami menghabiskan waktu kumpul saudara dan keluarga besar, ngobrol sana-sini terutama tentang gaya hidup modern yang membuat manusia sekarang susah berumur panjang, kami baru pulang kerumah Kakung sore hari, gempooorrr :-D

Malamnya, Kakung mulai open-house, dan hampir tengah malam ketika akhirnya kami semua bisa terlelap, bukan hanya gempor tapi mungkin juga tidur dengan mulut ngowoh dan ngiler tanpa kami sadari, saking capeknya badan kami semua hehehe.

Alhamdulillah, bersyukur sekali bahwa lebaran kami kali ini adalah lebaran yang diimpikan semua orang, dimana kami bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat wal afiat. Subhanallah...

Abe Suka Sekali PR dan Uje... [Whatt??]

:::::.....

Ada satu hal yang menarik tentang anak-anak. Kadang-kadang, tanpa kita sadari ternyata diam-diam mereka seringkali memperhatikan percakapan yang dilakukan kita orang dewasa.

Seperti waktu itu...

Pas kita berempat di mobil, aku dan Mas Iwan sedang seru membahas tentang postingan-postingan temen-temen di MP. Abe sedang asyik main PSP di jok belakang, ditemani Bea yang menonton disebelahnya dengan pose andalannya...yaitu ngowoh. Hehe...

Ketika aku mengira bahwa dia terlalu sibuk main game untuk memperhatikan obrolan kami, tiba-tiba..

“Ibuk, MP itu sebenarnya apa sih?? Kok Ibuk sering banget mengatakan itu?? Apa sih itu Buk?”

Walah, ternyata diam-diam menguping juga toh?? Untung kami gak pernah membahas tema dewasa didepan anak-anak :-D

“MP itu maksudnya Multiply, Abe...disingkat jadi EmPi, biar gampang ngucapinnya..”

“Ooo...” Abe mengangguk-angguk. Kalo Multiply dia memang sudah mengerti...

 

:::::.....

Ehh...

Beberapa hari kemudian, siang-siang sepulang sekolah...

“Ibuk aku itu sukaaaaaaaa sekali PR...dari kecil lho Buk!”

Suka PR? Kok manis ya anakku?? Jarang2 kan ada anak suka PR??

Dari kecil?? Perasaan di sekolahnya Abe, gak ada PR deh, apalagi pas kecil?? Pas gede aja PR cuma ada di akhir pekan?? **Ibuk protes dengan nada tak percaya**

“Maksudnya aku suka PR... Power Ranger!!”

 

Gubraaaaxxxxxxx oalahh..iya kalo itu memang iyaaaaaa...

**Abe pun tersenyum puas karena udah ngusilin Ibuknya**


Kali lain..

“Ibuukk... aku itu kalo sekolah harus diantar sama Uje lho Buk... Kalo nggak, aku bisa nggak bahagia di sekolah”

Kembali aku mengernyitkan dahi. Dia memang sudah kenal yang namanya Uje, si ustad kondang itu. Dalam hati aku sudah punya firasat, soalnya minggu ini lagi trend singkat menyingkat itu... Aku sudah merasa...

“Maksudnya??” (bukannya aku pura2 tak mengerti, karena beneran, aku bener-bener nggak ngerti apa yang dimaksud Abe dengan UJE kali ini)

“U-J Buukkk... Bukan U-J-E... tapi U-J, alias Uang Jajan!!”

Oalah makk....

**gubrax lagi deh, diiringi senyum puas itu lagi**


:::::.....

CaLeb Nomor 1


lampu tidur berbentuk kapal layar, dengan banyak filusuf didalamnya (diterangkan Uti di suratnya) dan ada jam nya juga :-)

ini akan jadi hadiah berkesan buat Abe, sekarang sudah nangkring dikamar Abe tuh :-)

:::::.....

Hehe. Judul postingannya terinspirasi banget oleh banyaknya spanduk partai dan caleg yang bertebaran sekarang ini. Sebenarnya sudah berniat posting catatan lebaran (caleb) dari beberapa hari lalu, tapi kok aku malah keasyikan ya, njogrok komen-komen di MP temen-temen yang rata-rata juga lagi seru posting seputar lebaran?? Hehe...jadi aku puas-puasin dulu deh komen2nya, sebelum nanti disibukkan reply komen2 di MP sendiri :-D

Ok, here it is, Catatan Lebaran 2008 kami sekeluarga.

Minggu, 28 September 2008
Mas Iwan pulang dari umroh Ramadhan. Bersyukur sekali karena dalam 2 tahun terakhir ini, umrah Ramadhannya bisa usai beberapa hari sebelum lebaran. Sebelumnya, beberapa kali malam takbiran selalu menjadi malam yang nelangsa buatku. Seumur hidupku, yang namanya malam takbiran kan selalunya meriah dan menjadi momen kumpul keluarga. Sedangkan waktu-waktu itu, rumah sudah sepi karena mbak2 sudah mudik, sementara Mas Iwan baru pulang umroh di hari lebaran, bahkan pernah H+2 dia baru pulang ke tanah air. Begitu anak-anak sudah pada tidur, rasanya nelangsa banget ketika menggelar sajadah dan melantunkan takbir dalam kesendirian.
Oya.. Berhubung ini hari kepulangan Mas Iwan dari umroh, dan sekaligus hari terakhir sebelum Mbak mudik, sorenya kita pun memutuskan untuk berbuka puasa buffet di Agis Restoran deket rumah. Rame-rame sama Mbah-Abah, dan sepupu Raka beserta ortunya Om Agus-Tante Ulfa.

Senin, 29 September 2008
Pagi-pagi cukup heboh waktu mbak Pin dan mbak Prapti pamit untuk mudik. Ada yang baru, si Bea alias ponirah, lha kok pake nangis terharu biru segala ketika melepas mbaknya pergi. Lucu juga lihat dia begini karena sebelum2nya nggak pernah. Hihihihi aku jelas geli sekaligus bangga dong, sifaktu yang mewekan rupanya sudah mulai kelihatan sukses kuturunkan pada generasiku selanjutnya hehe.
Kukira, hari itu kami berempat hanya akan menghabiskan waktu kruntelan saja dirumah seharian. Eh, ternyata Mas Iwan sudah langsung ngantor! Sempat aku protes, wong baru pulang kok nggak istirahat saja, tapi katanya hari itu sudah dijadwalkan ketemu Om Rendra dan Tante Dwi (akuntan kantor) untuk tutup buku bulanan.

Selasa, 30 September 2008
Hari terakhir puasa, Abe semangat sekali. Kenapa? Apalagi kalau bukan karena dimatanya sudah mulai menari-nari berbagai macam hadiah yang dijanjikan semua orang bila puasanya pol. Mulai dari Abah-Mbah Sul, Kakung-Uti sampe Bapak-Ibuk semua sudah menjanjikan hadiah untuknya. Belum lagi uang saku yang selama bulan puasa tidak diambil Abe, sudah Ibuk kumpulkan juga dan siap diserahkan begitu lebaran. Wah! Panen ya Abe!
Lebih dari itu, Bapak-Ibuk tentu bangga sekali Abe sudah bisa penuh puasanya, padahal belum juga genap 7 tahun usianya. Semoga Abe jadi anak sholeh dan kelak menjadi manusia yang bertakwa ya Nak...
Hari ini kita juga mudik ke Tulungagung. Dijalan semua pada lemes karena suhu diluar panasssss sekali! Untung jalanan mudik sepi dan sangat lancar, kurang dari 3 jam kita sudah sampai di Tulungagung. Oya, yang fantastis, rekor penurunan berat badan Mas Iwan sepulang umrah Ramadhan (yang dipercaya orang sebagai jenis umrah terberat) pecah tahun ini. Selama 13 hari umrah, berat badannya turun 8 kilo!! Kita lihat saja nanti, mudah2an setelah lebaran nggak langsung kembali dan naik 8 kilo juga, hehe. Sedangkan Abe, selama puasa kehilangan 3 kilo.

:::::.....

Masih Selasa, 30 September 2008
Malam takbiran, anak cucu semua sudah berkumpul di rumah Kakung di Tulungagung. Uti bikin heboh, tba-tiba mencuri perhatian lima cucunya.
“Cucu-cucu!! Ayo berkumpul, Uti punya parcel lebaran buat semuaaaa!!” teriak Uti sambil membawa sebuah kardus besar. Anak-anak langsung ngrumpul di sekitar Uti, apalagi dari atas kardus sudah kelihatan ikatan plastik pembungkus parcel yang warna warni dan menarik. Dengan penuh rasa ingin tahu semua melongok kedalam kardus. Benar! Ada 5 parcel untuk kelima cucu-cucu Uti!

Semua seru mencari yang berlabel namanya!
Dan semua ngakak ketawa begitu melihat isinya. Bukan hanya para cucu tetapi kita bersaudara surprised dengan isi parcelnya!

Yang berlabel Omar Charis Atthabrizi (Abe), isi parcelnya ternyata Pediasure Complete Coklat
Yang berlabel Namira Bai’atifa Azzahra (Bea), isi parcelnya ternyata Nutrilon Royal 4 Vanilla
Yang berlabel Shaynaqu Asmi Putri (Sena), isi parcelnya ternyata Pediasure Complete Vanilla
Yang berlabel Aaliyah Asmi Putri (Aaliyah), isi parcelnya ternyata Nutrilon Royal 3 Coklat Swiss

Hahahahaha nggak tahu deh darimana Uti dapat ide kasih parcel berisi susu formula begini, semua dalam kemasan kaleng besar 800 dan 900 gram lagi! Ini sih bukan cuma untuk anak-anak, tapi buat para bapak-ibuknya juga!! Lumayannn untuk persediaan susu anak-anak selama lebaran hihihi.

Nah, sekarang cucu number five, si kecil Dede belum membuka parcelnya...dan ingat, Dede kan masih minum ASI?? Jadi nggak minum susu formula. Kira-kira apa ya isi parcelnya??
Semua orang sekarang memperhatikan ketika Uti membuka parcel berlabel Khadijah Asmi Putri (Dede). Semua menebak-nebak kira-kira apa ya isinya??
Ternyata kaleng juga! Bukan kaleng susu, tapi kaleng celengan berisi coklat warna warni!!

Bagi Dede yang masih 1,5 tahun, tentu dia kurang ngeh dengan parcelnya itu. Yang dia tahu, dia selalu ikut2an jejeritan dan tepuk tangan tiap kali kakak2nya pada heboh. Tapi bagi ketiga cucu lainnya (Sena, Aaliyah dan Bea), O..O.. THIS IS TROUBLE!!

Sena : “Ibuuukkkk!! Aku mau parcel kaya Dede gituuuuuuuu!!!” (Sena berakhir dengan menangis histeris karena pingin parcel berisi kaleng celengan dan coklat juga, tapi gak mau pinjam punya Dede, dia maunya miliknya sendiri)

Aaliyah : “Ugh!” (Tanpa berkata apa-apa, dia ambil aja kaleng celengan Ded e itu, dibukanya, dan dia pun mulai membagi2kan dan memakan coklat didalamnya...hahaha Aaliyah hebat, inilah yang namanya peribadi yang nggak banyak cincong, yang penting action ya Al!! :-D)

Reaksi Bea malah lebih ajaib lagi. Kaleng parcelnya yang jelas-jelas berlabel Nutrilon Royal, dengan susah payah (karena berat) dia angkat trus diserahkan ke aku. Dan dengan wajah yang berharap-harap cemas berbalut senyum exciting dia pun berkata.

Bea : “Ibuk....kita buka yuk kalengnya! Kita lihat, apa ya kira-kira isinyaaa...??”
Gubraaaxxxxxx.......isinya ya susu Bea.... :-D

Oalah Uti, jadi heboohhh deh cucu-cucunya hihihi. Uti Cuma bisa meringis garuk-garuk kepala deh lihatnya hehehe.
Oya, cucu terbesar yang nggak ikut heboh, dapat hadiah tambahan. Karena Ramadhan ini sudah berhasil puasa penuh sebulan, Abe pun mendapat hadiah tersendiri lho. Wah Abe bener-bener panen, pasalnya kemarin dia sudah dapat “voucher” dari Abah dan Mbah Sul untuk pilih mainan sesukanya di Toko Biru, toko mainan langganan keluarga di Surabaya.

Gimana serunya acara buka parcelnya?? Mari kita intip foto dibawah (eh, jangan cuma ngintip beneran ya?? komen komeennn hihihi) :-D

(bersambung)

:::::.....