Showing posts with label nonton. Show all posts
Showing posts with label nonton. Show all posts

Friday, June 20, 2008

[Dudul Kwadrat!] Nobar “Kungfu Panda” dan Calo Dadakan


kisah dibalik tiketnya dudul kwadrat!! :-D

Sudah direncanakan, Kamis selepas Abe ujian, kita rame2 (ajak mbak2 pengasuh juga) mau nonton “Kungfu Panda”. Pikir-pikir, seru juga kali ya kalo nontonnya lebih rame-rame lagi, yaitu...dengan teman2...yahh itung-itung melepas penat sehabis ujian.

Ok, ibukpun kirim2 sms ke beberapa teman, mengajak janjian nonton bareng... Pertamanya sih cuma 4 temen yang dikirimin...sambutannya semua sama : “Ayo lho!”

Lama-lama, yang 4 ini jadi membengkak...banyak yang menyusul ikut...Wah... Sampai malam sebelum hari-H, jumlah nonton bareng terdata 29 orang! Yang ikut bukan hanya ibu-anak, tetapi adik, kakak, ponakan, teman-teman ponakan, huheuheeuhheu banyak! Wah asyikkk ini pasti bakalan seru!

Kamis (19/6/2008) pagi, sambil menunggu Abe ujian terakhir, akupun meluncur ke XXI Sutos, buat beli tiketnya. Pertimbanganku memilih tempat disitu adalah selain dekat dengan sekolah, jam main film-nya yang pas. Anak-anak pulang jam 12.30 sedang filmnya main jam 13.50 jadi nggak akan terlalu terburu-buru.

Waktu mau berangkat, oops hape lowbatt (sial banget ya semalam lupa ngecas, gara smsan terus sama ibu2 nih, sampe ketiduran lho!). Hape satunya, ketinggalam dirumah. Alamak.. Ya sudahlah, sana-sini cari pinjaman charger nggak ada yang punya SE, dudul akhirnya dapat pinjam dari Pak Yahya, kasir sekolah (hihihi). Sekarang mau ngecas dimana?? (duh salah siapa ya niat beli mobile-charger ditunda terus?? Hikss), akhirnya si hape kutitipin ke kantor Mas Iwan, dalam keadaan off and charging. Untuk bekal, kusambar salah satu hape kantor (yang kemudian malah bikin dudul karena banyak panggilan masuk, nanyain harga paku lah, nanyain kiriman lah, ada sopir nelpon lah walaahhhh)

Sepulang beli tiket, sampai di kantor sudah jam 11.30. Aku langsung aktifkan hp. Seperti kuduga, banyak miskol, semuanya nomor ibu2 yang pada mau nobar! Sedetik setelah itu, mbak Olive telpon, dengan nada panik “Wahida, dicari Diana tuh! Dari tadi kamu ditelpon nggak bisa terus!! Dia sekarang lagi beli tiket juga tuh katanya!”

**gedubraaxx**
Walah???? Yang benerrr???

“Iya, tadi dia sampe antri-antri tuh, udah kamu telpon aja dia sana!!” kalimat perintahnya mendesak, panik dan galak!! Paniknya menular, aku juga langsung dengan panik telpon mbak Diana.

“Mbak Diana dimana?” kataku panik.
“Di XXI Cito nih Wahida, aku sama mbak Lisa beli tiket buat nanti.” Suara diseberang volumenya juga pol.
“Aku sudah beli mbak! Aku sudah beli! Kamu ini masih antri atau sudah bayar??”
“Yaaahhh Wahidaaaaaa.....ya sudah bayaarr!! Baruuu ajaaa!! Kamu dari tadi ditelpon nggak bisa-bisaaaaaa!!”

Belepotan segala alasanku tentang batere habis dan charger yang ketinggalan. Aduh ini nggak akan membantu. Segera aku cut.
“Trus sekarang gimana dong?”

Dudul...dudul...dudulll!!! Menyesali kurangnya koordinasi dan lupa ngecas nggak akan berguna. Yang pasti sekarang kita punya tiket dobel! Alamak!

Oke, setelah sama-sama menarik napas (hub telp diputus dulu tentu, nggak mungkin menghela napas kalo sambil eyel2an kan?) akhirnya telpon lagi. Menimbang jam main XXI Cito yang lebih awal, yaitu jam 13.15 akhirnya diputuskan memakai tiket XXI Sutos aja. Lagian, aku sudah berada di sekolah, sedangkan Mbak Diana dan Mbak Lisa masih di XXI Cito. Which means.....mereka masih mungkin menjual lagi tiket yang sudah dibeli...

Sejenak setelah diputuskan, kita bertiga diam agak lama.....kemudian ngakak bareng2 didepan speaker hape...

“Jadi kita disuruh jadi CALO, gitu????” sambar Mbak Lisa.
“Ya habis mau gimana lagiii???” jawabku.

Next thing is history...mungkin dalam sejarah, baru kali ini ada Ibu-Ibu jadi calo dadakan. Hebatnya, 15 menit kemudian ketika aku telpon lagi, tiket mereka udah habis terjual. Hebaaattt gimana caranyaaa???

:::::.....

Waktu ketemu, cerita yang dibawa Mbak Diana dan Mbak Lisa sungguh dudul...

Jadi kan mereka datang ke Cito, trus antri...lama karena rame. Sambil telpon2 aku siapa tahu aku juga beli. Tapi hp ku tak bisa dihubungi. Akhirnya merekapun memutuskan jadi beli tiket.
Di salah satu loket (dari 3 loket yang online satu sama lain), waktu terbanyak habis untuk menyusun tempat duduk. Ini juga dudul, karena begitu mereka memilih sederet tempat duduk, tiba-tiba 3 atau 4 seat dibooking sama orang lain (lewat loket sebelah). Ini terjadi berulangkali sehingga “perebutan” seat nya harus diwarnai eyel2an sama pembeli sebelah. Memalukan Part 1.

Begitu selesai bayar, kan aku telpon tuh, memberitahu kalo aku juga sudah beli tiket. Kemudian diputuskan Mbak Diana-Lisa harus menjual kembali tiket yang sudah dibeli. Idenya, tiket mau dititipin ke petugas loket. Setelah tanya2, ternyata mereka mau membantu. Antri lagi kan? Begitu sampai depan loket, bukannya beli tiket, mereka malah menitipkan tiket untuk dijual. Iya, tiket hasil rebutan seat yang heboh tadi itu! Sekarang malah mau dijual lagi. (wakakakakakak). Memalukan Part 2.

Sekarang tiket sudah ada ditangan petugas loket bioskop. Mbak Diana-Lisa pun keluar dari antrian, menunggu sambil liat2 sana-sini. Ngobrol sana-sini (aku yakin isi obrolan mereka pasti ngomelin aku dan hape-ku **keluh** aku yakin!). Beberapa saat kemudian, tanya ke petugas, ternyata semua tiket sudah terjual semua (duh untung filmnya laris, jadi sebentar aja udah habis). Demi menghindari tatapan pengunjung lain, merekapun antri lagi (untuk ke-3 kalinya!) hihihi. Sesampai didepan loket, mereka menerima uang hasil penjualan tiketnya. Baru mau beranjak, Mbak Diana balik lagi kedepan loket.
“Mbak, uangnya kurang 10 ribu nih Mbak!”
“Ohh...masak sih Bu?”
“Iya nih, liat tuh kan..**sambil menghitung dengan nada protes menyodorkan uangnya kedepan hidung petugasnya**..nah ya kan, kurang kan?!”
Pengunjung lain sudah memberi pandangan aneh. Semacam “sudah ditulungin jualin tiket, mbokyo diikhlaskan aja kenapa sihhh???Orang cuma 10 ribuu???”
Untung ada petugas lain yang menyelamatkan muka semuanya dari malu (semua, kecuali muka Ibu2 ini).
“Buk, itu uangnya jatoh tuh Bu...Sepuluh Ribu...” kata si petugas itu sambil menunjuk ke lantai.
“Ooohh...iyaaa...jatuuhh ternyataaa... **kali ini mukanya udah cenngengesan gitu**....maaf ya Mbak, jatoh ternyata...” kata mbak Diana sambil cengar cengir.
“Iyaa...makasih banyak ya Mbak...mari...” pamit mbak Lisa, lebih cengar-cengir lagi
Keduanya pun langsug ngibrit keluar.... Memalukan Part 3 rasanya sudah lebih dari cukup!

Oalah...

:::::.....

Kedudulan belum berakhir.
Kali ini kita semua sudah berkumpul di lobby bioskop. Rame banget memang! Anak-anak semua exciting! Tiket sudah ditangan (tidak dobel lagi, thanx to kedua ibu yang ternyata punya bakat terpendam jadi calo karcis itu hihihi), rencananya kita booking 3 baris. Dua baris depan untuk anak-anak, dan baris paling belakang untuk ibu-ibu. Jadi akan lebih mudah menagwasi anak-anak ini.

Waktu mau masuk ruang cinema, semua berbaris (hahahah). Semua mata nanar melihatku yang membawa rentetan panjang tiket. Kita yang dewasa pasti memilih untuk berombongan masuk dan menyerahkan ke-29 tiket itu kepada satu orang saja. Tapi ini anak-anak. Tatapan nanar mereka ke arah tiket (bukan ke arah aku yang bawa **keluh** ternyata..) mengirimkan pesan yang jelas : KAMI INGIN MEMBAWA TIKET SENDIRI-SENDIRI.

Menyobek tiket, ternyata tidak semudah yang kukira. Apalagi dengan suasana kacau dikelilingi krucil2 yang pada teriak2 ini.
“Aku mau dekat Kio” kata Abe
“Aku sama Cenna, ya Tante” teriak Shafa
“Aku mau deket mas Abe” kata bea
“Aku mau deket Kio, Beaaaaaa... kamu sama cewek2 saja” sanggah Abe
“Aku mau ini, tante”
“Aku mau itu”

Ampyunnnn akhirnya kubagi tiket dengan sembarangan (mana film dah mau mulai, mana sempat liat no seat). Pikirku, nanti disusun ulang didalam tempat duduknya. Gampang tinggal tuker2an aja kan?

SALAH!!!!!

Begitu didalam, hampir semuanya kompak.... Membaca baik-baik nomor seat yang tertera di karcis, dan sejurus kemudian mencari kursinya.... Dan heboh!! Semua ngotot duduk dengan tertib, di tempat yang sesuai dengan yang tertera di tiket! Kemudian heboh karena si A kok jadinya dekat dengan si B? Padahal tadi sudah pesan mau duduk dekat si C?? Alamakkkkk

Satu hal yang menarik dari anak-anak adalah ketika kita mengharapkan mereka untuk tertib, mereka seringkali akan bertindak "nggak mau tertib". Sebaliknya, giliran kita (dengan dudul) mengharap mereka untuk tidak tertib, mereka malah maunya tertib!! (hihihihi)

Akhirnya oh akhirnya...susunan duduk pun jadi dudul. Barisan belakang diduduki anak-anak, dan ibu-ibu malah duduk didepan!! Ini gara-gara kebetulan anak2 mendapat tiket di row belakang, dan mereka keukeuh nggak mau pindah! Hwahahahaahahah jadi terbalik deh, ibu2 jadi pihak yang harus DIAWASI oleh anak-anak! Ibu-Ibu pun kacau, bentar-bentar harus menelengkan leher kebelakang tiap kali anaknya panggil-panggil....oalah untung nggak ada yang kejang otot lehernya...hihih

Dudul ya...tapi semua terbayar lunas! Semua senang, seru dan filmnya pun lucuuuu dan bagus sekali! Pokoknya nggak kapok deh, kapan2 kita nobar bareng lagi yaaa.... (dan aku pun resmi dilantik jadi “tukang beli tiket” kalau lain kali ngadain nobar lagi! Biar nggak dobel2 belinya!) huhehehee

:::::.....

(Catatan : saking hebohnya kamera sampe ketinggalan di mobil. Mau ambil, film udah keburu mulai. Jadinya ini foto seadanya diambil pake hape. Foto-foto lain yang lebih oke dan heboh masih ngendem di kamera Mb Agustin hiksss.. cepetan diupload dong mbaakkk...)

::::::::::..........
update :
ah, ternyata foto-foto lain sudah di upload sama Bunda Agustin, bisa dilihat disini... http://shadafa.multiply.com/photos/album/9/nonton_bareng

xie xie ni, bunda... :-)

Thursday, February 28, 2008

Nonton Bareng "Ayat-Ayat Cinta"


Lumayan hobi nonton, biasanya aku pergi berdua dengan suami. Tapi tadi siang adalah waktu nonton yang istimewa.

Pertama, karena filmnya adalah “Ayat-Ayat Cinta” (dan karenanya, Mas Iwan tentu tak akan bersedia ikut), sebuah filem yang belum-belum sudah menjadi besar, thanx to novelnya Kang Abik. Berdasarkan pengalamanku nonton filem2 yang diangkat dari novel, aku sudah tak banyak berharap. Bagiku, belum-belum aku sudah setengah yakin bahwa membaca novelnya pasti akan tetap lebih mengasyikkan daripada nonton filemnya.

Kedua, siang ini bener-bener Mommies Day Out buat kita bertujuh. Eh, kliru ternyata ber-8 karena ada satu yang mengajak si kecilnya ikut. Udah lama nggak ngumpul di sekolah (kebetulan kita bertemu dan berteman karena anak2 kita bersekolah di sekolah yang sama), sekalinya ini kita berkesempatan nonton bareng (well, paling nggak buat aku hehe).

Ketiga, kita nontonnya di mall baru, Surabaya Town Square (Sutos) sehingga tak bisa dicegah, ada dua faktor dudul disini. Faktor “kita ngumpul” dan faktor “tempat baru”. Maka keluarlah semua katrok dan ndeso (hahahaha) apalagi mall dengan konsep innercourt baru kali ini ada di Surabaya. Padahal beberapa sudah melihat Cilandak Town Square Jakarta yang menjadi pilot project mall konsep begini, tapi tetep...karena kali ini ada faktor “ngumpul” itu tadi, semua jadi dudul bertingkah lebih kekanak-kanakan daripada anak-anak. Yang pasti, kebanyakan pada nyerah melawan hasrat “poto-poto” ku yang sudah dalam taraf memalukan itu. Hihihihi...

Khusus di Cinema XXI suasana sangat ramai! Penuh dengan ibu-ibu, remaja2 putri yang jelas sekali penggemar berat novel Kang Abik. Dari salah satu teman yang ketemu disitu, kabarnya sore ini akan ada juga berpuluh penggiat ESQ yang mau nonton bareng, wah bisa-bisa menyewa seluruh ruangan sendiri tuh! Ah, aku kok jadi inget Mas April, salah satu dari sedikit kaum adam yang kukenal yang sangat tersentuh dengan novel AAC dan dengan gentlemen mengakui berapa box tisu yang dihabiskannya setelah baca itu novel. Kapan itu sempat terpikir untuk kopdar sekalian nonton bersama filem AAC, karena aku juga sudah kepingin kenal istrinya. Maaf ya Mas, karena penentuan tempat nonton yang mendadak, aku jadi nggak bisa punya kesempatan untuk menghubungi sampeyan. :-(

Filmnya sendiri, sangat sesuai dengan yang kuharapkan sebelumnya, yaitu TIDAK SEASYIK NOVELNYA. Namun begitu, tak urung ada beberapa scene yang cukup memancing airmata haru, memperlihatkan dengan jelas selera romantisme yang menghujam hati ala Hanung Bram. Tapi tak ada separuh novelnya, bahkan kuingat hanya dua kali air mataku sempat mengambang, itupun nggak sampai jatuh (salah satu kerugian nonton bareng2, jadi pada cekikikan dan kurang menghayati drama :-D). Itu adalah ketika melihat tokoh Aisa hancur hatinya demi menyaksikan Fahri menikahi Maria atas desakannya sendiri. Satu lagi adalah ketika Maria yang sekarat mengambil tayamum dan mengajak Fahri dan Aisa sholat bersama-sama, kemudian meninggal.

Akting Rianti Cartwright dan Fedi Nuril juga biasa saja, aku malah lebih kepincut dengan Carissa Puteri (pemeran Maria) yang menurutku sangat natural dan menggemaskan. Dia jelas-jelas mampu menghidupkan karakter Maria di novel, berbeda dengan Rianti (pemeran Aisa) yang kelihatan agak lebih tegas dan kurang ikhlas dibandingkan dengan karakter Aisa di novelnya. Ending yang sempat di twist juga cukup memberi kejutan tetapi tidak mengecewakan juga, karena cerita jadi lebih hidup dan mengurangi kadar ‘klise’ novelnya.

Film ini juga jelas-jelas hanya menyorot sisi romantisme dari keseluruhan isi novelnya. Ayat-ayat Al Qur’an yang membangun iman, puisi-puisi sarat makna yang menghujam dalam, suasana urat nadi kehidupan di Mesir, intinya semua hal yang menjadi kekuatan dan membuat novelnya ISTIMEWA, tak banyak ditemukan disini. Aku paling kehilangan ketika tak menemukan puisi yang diberikan Fahri kepada Aisa di malam pengantin mereka didalam novel. Prinsip-prinsip pergaulan dalam Islam pun hanya terasa sebagai background saja. Tak heran si penulis novelnya sendiri mencatat beberapa ketidakpuasan terhadap film ini.

But, terlepas dari filemnya sendiri, nonton bersama keenam teman-teman (dan si kecil Amel yang manissss sekali) ini, sangat menyenangkan. Apalagi sekarang aku sedang getol-getolnya “memaksa-maksa” mereka untuk ngeblog di Multiply (hahahaha heran kok kalian pada belum ada yang cari surat perintah pengadilan supaya bisa menghindari bertemu denganku ya?? :-D).

Mbak Agustin, Mbak Itok, Mbak Novi, Mbak Olif, Mbak Sisil (plus the sweetie Amel) dan Mbak Lucky... Thx a lot for today, girls...I really9x had a great time there... :-)