Hari ini, 30 Oktober 2008, alhamdulilah usia Abe genap 7 tahun. Seperti ulang tahun sebelum-sebelumnya, keputusan kami lah untuk tidak melakukan kemeriahan apa-apa kalau ada yang ultah di keluarga ini. Paling hanya sebentuk kado kecil dan segudang peluk cium plus doa untuk the birthday boy. Seperti biasa juga, tadi pagi aku sudah menulis pesan khusus untuk ustadzahnya, di buku penghubung. Kebiasaan yang sudah aku lakukan sejak Abe mulai sekolah Playgroup dulu, setiap kali dia berulang tahun.
“Asw. Ustadzah, alhamdulillah, hari ini 30 Oktober 2008 usia Abe genap 7 tahun.
Walaupun tak ada kemeriahan apalagi pesta, tapi ulang tahun kali ini menjadi salah satu ulang tahun yang paling PENTING untuk Abe dalam perjalanan hidupnya. Mengapa?
Ini gara-gara sebuah tips dalam mendidik anak yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Sebuah tips yang –syukurlah- sudah aku baca (dari majalah2 dan buku) dan dengarkan (dari pengajian2) sejak sebelum anak-anak lahir. Tips dari Rasulullah yang ternyata kemudian aku dapati sangat sesuai dengan teori-teori perkembangan dalam Ilmu Psikologi.
7 tahun pertama, perlakukanlah anakmu seperti seorang pangeran didalam istana
7 tahun kedua, perlakukanlah anakmu seperti seorang murid dengan gurunya
7 tahun ketiga, perlakukanlah anakmu sebagaimana seorang sahabat yang paling dekat
Memang luar biasa tips dari Rasulullah. Teori psikologi perkembangan dari manapun pasti akan setuju dengan tips ini!
7 TAHUN PERTAMA
Masa dimana anak-anak harus mendapatkan kebebasan dalam ber-EKSPRESI. Ketika dia harus bisa mengaktualisasikan dirinya dengan kebebasan yang tanpa batas. Dimana anak-anak tidak boleh terlalu banyak dilarang atau mendengar seruan “Jangan!”. Kasarnya, apa-apa aja boleh dan maklum deh. Mau loncat-loncat pencilakan, mau teriak dan tertawa terbahak-bahak, mau main kotor, main ini main itu, bertingkah ini bertingkah itu, semua silahkan! Dituruti! Wah kayaknya periode ini memang paling fun ya? Memang! Itu juga kok yang kurasakan sebagai orangtua :-D malah terkadang aku sedikit terlalu lebih “having fun” daripada anaknya atau daripada semestinya hehehehe.
7 TAHUN KEDUA
Bahkan Piaget, psikolog kondang sepanjang masa itu, setuju dengan Rasulullah, dengan menyebut bahwa usia anak 7-12 tahun adalah usia untuk mulai belajar tentang MORAL. Tentang apa yang benar dan salah. Tentang apa yang patut dilakukan dan yang tidak. Waktunya anak-anak belajar tentang hak dan kewajibannya, baik sebagai makhluk individu, maupun makhluk sosial. Waktunya anak-anak belajar tentang sopan santun dan tanggungjawab. Baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Baik kepada orangtua, maupun kepada teman bahkan adik dan sepupu yang lebih kecil. Intinya, anak-anak mulai belajar!
7 TAHUN KETIGA
Praktiknya, anak-anak mulai ABG (usia 14 tahun
Rasanya kalau sudah tiba waktunya, inilah saat dimana nanti aku harus berhenti menjadi orangtua bagi anak-anak. Paling nggak, berhenti jadi makhluk-makhluk yang serupa bos galak dan suka memerintah dan selalu memperlakukan remajanya seperti anak kecil. (Duh, semoga aku bisa, mendengar banyak cerita orangtua menghadapi anak-anak remaja, semoga aku menjadi tambah siap dan waspada). Ya, saatnya berhenti menjadi orangtua, dan mulai menjadi SAHABAT bagi anak-anak. Hal yang tidak mudah, tapi aku percaya ini mungkin (banyak juga contoh orangtua-orangtua yang menurutku berhasil melakukannya, semoga bisa menajadi contoh dan tauladanku). Konon, membangun komunikasi positif sedari anak-anak kecil adalah kuncinya, dan rasanya aku masih sempat memulainya.
:::::.....
Kembali ke Abe dan hari ini. Ulang tahun kali ini tentu menjadi ultah yang PENTING buat Abe. Bukan hanya kami bapak-ibuknya yang menyadari hal ini, karena bahkan sudah sejak usia 5 tahun, Abe sudah paham benar teori 3x7 diatas. Sudah sejak bertahun yang lalu kami dan dia mempunyai semacam ‘pakta’ bahwa ketika dia menginjak usia 7 tahun nanti, kecuali kasih sayang keluarga, banyak hal yang akan berubah dirumah ini.
Misal :
###
Dulu : (**suara adzan berkumandang di masjid depan**)
Ibuk : Abeee sudah maghrib, waktunya sholat.
Abe : Iyaaaaa (sambil masih meneruskan main game di komputer dan setelah diingatkan 3-4 kali, baru 15 menit kemudian berangkat sholat maghrib)
Ibuk : **masih okelah, sambil tak lupa mengingatkan soal pakta ultah ke 7**
Sekarang :
Sholat di awal waktu merupakan pakta terbesar tahun ini. Abe sudah paham itu, tinggal menunggu pelaksanaan saja. Bapak bahkan mencanangkan, bahwa kalau pas maghrib bapak sudah pulang, maka Abe harus mau ikut bapak sholat Maghrib dan Isya’ berjamaah di masjid.
Kalau Abe tidak melakukan seperti yang di pakta, apa yang akan dilakukan? Sesuai kesepakatan, maka akan dicatat di buku penghubung alias dilaporkan ke ustadz/ah (fyi, hal ini adalah hal yang paling ditakuti Abe) supaya Abe dinasihati lagi disekolah.
###
Dulu : Kalo sholat, Abe seringkali masih pake celana pendek (baju rumahnya sehari-hari), karena males pake sarung atau pake jubah gamis, atau celana panjang. Jadi urusan menutup aurat masih dudul.
Sekarang : simpenan gamis oleh-oleh bapak umroh yang setumpuk itu kayaknya bakalan bersorak gembira deh, karena ternyata Abe lebih memilih pake gamis daripada pake sarung atau celana panjang setiap kali sholat.
Dengan kata lain, SHOLAT lebih tertib! Itu memang pakta pertama kami. Mohon doanya ya, semoga semua lancar seperti yang kami semua rencanakan :-)
###
Dulu : Ibuk selalu darah tinggi duluan kalau melihat kamar tidur Abe berantakan ketika siap-siap sekolah. Dan akhirnya ‘memilih’ untuk membantu Abe siap-siap, daripada kamar jadi kayak kandang Zing dan Abe terlambat ke sekolah karena acara siap-siap yang lamaaaaa dan kacauuuu. (Yang seringkali berkunjung ke blog ini, pasti tahu kalau Abe sangat susah mandiri dan motorik halus yang kurang membuat dia gedubrakan kalau melakukan sesuatu.)
Sekarang : banyak-banyak ambil napas untuk mengatasi darah tinggi, dan kalau perlu Ibuk mengikat tangannya sendiri untuk mencegah supaya tangan tidak membantu Abe dalam bersiap-siap. Jangan lupa tangan si mbak diikat juga, hehe. Kalau sampai jam waktu berangkat Abe belum siap juga, maka sudah menjadi perjanjian kami bahwa Abe akan ditinggal saja. Bea akan diantar ke sekolah dulu, kemudian kalo sudah siap Abe dititipkan pada Pak Sis (penjaga asrama panti yang juga kerja di kantor bapak) waktu Pak Sis berangkat ngantor. Dan tentu saja, konsekuensinya Abe akan terlambat datang ke sekolah.
**pfuih**
Kelihatannya tahun yang berat ya? Bukan hanya untuk Abe, tapi juga kami orangtuanya lho! Tapi sekali lagi, inilah yang PENTING untuk dilakukan. InsyaAllah ini yang terbaik untuk Abe. (Syukurlah setiap kali membahas tentang pakta itu, Abe sendiri yang selalu menyimpulkan, “Ini yang terbaik untuk Abe ya, Buk?” (sambil matanya menerawang jauh dan nggak jelas hihih)...Iya Nak, insyaAllah... Semoga Allah mempermudah untuk kita semua ya, sayang. Diatas semuanya, kasih sayang Bapak dan Ibuk kepada Abe TIDAK AKAN pernah berubah! Bahkan akan selalu bertambah dan bertambah...
:::::.....
Mau sedikit mengintip pakta “Usia 7 Tahun Abe” kami? Inilah dia :
- Sholat di awal waktu
- Pipis dan E’ek (ini usulan Abe, dengan alasan bahwa sangat berbahaya kalau kita menahan atau menunda waktu kita kebelet pipis ataupun e’ek...betul juga ya? hihihi)
- Mengaji setiap hari
- Menyiapkan sekolah sendiri
- Kegiatan Suka-Suka Sampai Puas
(Ditandatangani kita semua. Nomor urut menunjukkan prioritas. Jadi ketika no 1 harus dilakukan, maka semua no yang dibawahnya harus mengalah. Begitu seterusnya.)
:::::.....