Showing posts with label sukowati. Show all posts
Showing posts with label sukowati. Show all posts

Friday, February 15, 2008

[Bali] Day 4 : Pasar Sukowati, Cuaca Buruk, Clara Dan Audi Yang Bikin Gemass!!


Poto keluarga didepan pasar, aneh juga ya??? hihihi

Photo by Mbak Prapti by Sony P100

Selasa, 29 Januari 2008

Jam 9 cabut dari hotel, sarapan nasi goreng (ala diangetin) yang dibeli tadi malam dari Sunset Food Court (http://sunsetfoodcourt.com/). What a lovely place to eat and hang-out. Suasananya bikin semangat Mas Iwan untuk buka restoran tumbuh lagi (setelah kejadian dudul 2005 yang memadamkan semangat itu).

Tujuan hari ini jelas : Pasar Sukowati!. Sebenarnya gak seberapa hobi shopping, tapi oleh-oleh harus dibeli, so I guess this would be the right place. Sampe disana masih sepi (rupanya kita agak terlalu kepagian), tapi beruntung deh karena walaupun sepi, kios-kios udah pada buka. Selama disitu, tertangkap obrolan para pedagang tentang cuaca yang tidak seperti biasanya, panas dan lembab yang nggak karuan!

Sesi pertama, mbak2 dipersilahkan belanja dulu. Anak-anak, setelah beli satu mainan kodok2an, menghabiskan waktu menunggu di innercourt tengah pasar. Setelah lebih 1 jam (rupanya mbak keasyikan belanja, hueheh), gantian Bapak dan Ibuk. Yang paling penting, oleh-oleh buat Bu Guru-nya Bea dan Ustadz-nya Abe (lagi!), buat adik2/ipar2/ponakan2, dan karyawannya Bapak. Setelah itu Ibuk pingin sekali beli alas piknik dan baju2 sehari2 buat kita.

Untungnya, kita langsung nemu penjual yang cocok dan enak diajak tawar-menawar. (Kata brosur online sebuah travel kan memang kegiatan tawar menawar adalah salah satu hal yang paling seru di Indonesia! Salah satunya di Sukowati ini). Hehe. Setelah kita borong dagangannya (cie borong, hihi gayanya... tapi bener kok, untuk karyawan Bapak aja udah 60 potong sendiri, lumayan akhirnya bisa dapet harga bagus, gile harga sampe bisa turun 80% alias dapet “cuma” seperlima dari harga yang ditawarkan), tiba-tiba Mas Iwan dapat kejutan. Pak Nyoman si penjual tiba-tiba saja tanpa permisi memasangkan “udeng” Bali ke kepala Mas Iwan, dan menyematkan bunga kamboja ditelinganya.

Langsung ge-er tuh, kabarnya itu adalah perlakuan orang Bali kalau memberikan penghormatan kepada orang lain, bahwa dia secara simbolis mengangkat kita sebagai “saudara”nya (katanya lho, entah benar atau cuma Mas Iwan yang ke ge-er an aja :-D). Singkatnya anak-anak juga ngiri, dan Bu Komang istrinya dengan senang hati memberikan “udeng”nya untuk anak-anak juga. Sempat puas towel2 Bea (karena katanya dia nggak punya anak cewe), trus foto-foto deh, buat kenang2an. Sempat saling crita2 keluarga masing2, orangnya cepet akrab dan menyenangkan. “Kalau ke Bali lagi, mampir kesini ya??” pesennya berkali-kali.

Sip! Habis dari Sukowati, kita melongok ke Sanur. Hanya “melongok” karena saat itu jam 1 siang! Or else, kita bakalan benar-benar kaya gorengan gosong! Tetapi terbukti, ternyata keluarga ini tidak bisa “hanya” melongok kalau itu menyangkut pantai. Anak-anak udah gatel aja pingin nyemplung. Demi mengalihkan perhatian, akhirnya Bapak memutuskan untuk sewa perahu motor dan keliling seputar pantai. Seru! Habis itu, dengan badan lengket kita pun balik ke apartemen untuk mandi.

Sorenya, kita berencana mengunjungi Kakung Badrus (http://bravobadrus.multiply.com). Beliau adalah adiknya Bapakku yang sudah lama tinggal di Bali dan adalah GM-nya Hotel Ayodya (dulu Hilton) Nusa Dua.

Sebelumnya kita pingin mampir dulu melihat pantai di gugusan Nusa Dua. Sayangnya hujan deras mengguyur dengan tiba-tiba. Duh, jadi ingat kata-kata Bu Komang tadi di Sukowati, bahwa sejatinya di Bali jarang sekali ada hujan. Tumben-tumbennya ya! Cuaca Bali benar-benar kalap hujan dimana-mana! Bli Gede (http://lensahati.multiply.com) malah cerita kalau ada teman yang menghubungkan hujan di Bali dengan kematian Pak Harto (ah masak sih? jujur saja aku udah rada males berurusan dengan kematian Pak Harto, huehheh)

Yahhhhh kecewa juga deh, karena cuma bisa menikmati pinggir pantai dari dalam mobil. Di Nusa Dua sebenarnya banyak sekali permainan dan wahana pantai yang bisa dinikmati. Dari kano, jetski sampai banana boat. Tambah lagi daftar dendam kesumat untuk kembali kesini :-(

Sebenarnya Kakung Badrus beserta keluarga lebih banyak tinggal didalam hotel sehari-harinya. Ketika telepon untuk janjian tadi, ternyata Uti Titin istrinya sedang berada dirumahnya di Taman Mumbul sedangkan Kakung sepertinya sedang sangat sibuk di hotel (sedang in-charge dan kebetulan sedang kedatangan tamu rombongan dalam jumlah besar). Oke deh, kita memutuskan untuk meluncur ke Taman Mumbul aja. Ternyata ada kejutan besar! Tante Wulan, putri sulung Kakung Badrus, yang setelah menikah tinggal di Jakarta, ternyata sedang pulang ke Bali!

Abe dan Bea langsung bersorak semangat begitu tahu akan ketemu lagi dengan Clara dan Audi (anak2nya Wulan). Clara (4tahun) dan Audi (3 tahun) benar-benar sangat menggemaskan! Kalo nggak percaya, lihat aja di foto, merekalah sepupu yang selalu berhasil membuat Bea (yang montok itu) jadi kelihatan mungil. Hahahaha!

We’re having soooo much fun! Rumah jadi meriah dengan jeritan anak-anak. Abe tentu saja jadi pembuat ulah tunggal, jadi monster yang mengejar-ngejar ketiga calon korban yang “ginuk-ginuk” dan kalo berteriak bisa bikin kaca jendela bergetar. Alamakkk!! It’s nothing but chaos there!! :-D

Duuhhhh maaf ya Uti Titin, kita berkunjung ternyata hanya membuat kacau rumah dan berantakan! Tapi jelas-jelas terlihat betapa senangnya anak-anak berkumpul dengan saudara yang karena tinggal berjauhan, jadi jarang bertemu. Kangen jadi terobati dan hampir 3 jam kemudian, pamitpun jadi hal yang sangat sulit dan lama untuk dilakukan. Anak-anak susah putus bermain dan yang dewasa susah putus ngobrol.

Goodbye Clara, Audi, kita besok rencana pulang ke Surabaya ya....semoga kita cepat bertemu kembali. Karena kesibukan Kakung Badrus dan Tante Era (adik Tante Wulan satu-satunya) di hotel yang sampai larut malam, kitapun nggak sempat menunggu mereka pulang. Maaf ya...thx so much for having us there!

Belum lagi sampai di apartemen, anak-anak udah ketiduran di mobil. What a lovely day, along with Clara and Audi. We love being with them so much.
Hari ini hari terakhir kita di Bali karena besok pagi, kita akan pulang kembali ke Surabaya. Udah rindu rumah juga ya... :-)

Next!
Day 5 : Layaknya sebuah film, hari terakhir liburan kita merupakan bagian adegan puncak full-thriller yang akan sangat menegangkan! It’s such a life-death situation if you ask my hiperbolic mind! :-D Wuah! Silakan tunggu postingannya (hang-on, tinggal satu itu aja...yang posting disini diam-diam udah capek juga hihihi).