Showing posts with label rezeki. Show all posts
Showing posts with label rezeki. Show all posts

Friday, December 14, 2007

From Aceh to Lake Haven With Love


suatu saat, pulang kerumah dan menemukan kiriman semacam ini, selalu surprising ya :-D

Ini bukti kalo internet (dan ngempi tentu saja!) melancarkan silaturahmi. Dan silaturahmi –memang- melancarkan rezeki. Alhamdulillahhh....

:-D

Mari kita bedah bersama-sama! Monggo dipetani sareng-sareng! :-D

:::::.....

Kiriman dari Mas Yudi (http://yudexelex.multiply.com) datang sekitar sebulan yang lalu. Walaupun Mas Yudi ini kakak kelasku SMA yang baru ketemu di milis alumni (maklum beliau 5 angkatan diatasku), tetapi dia sekarang malah lebih dekat dengan suamiku. Mereka berdua entah bagaimana kok malah jadi teman chat yang cocok. Mungkin karena yang satu suka usil dan yang satu suka diusilin (aneh kan? Hihi). Jadi kalo dilihat-lihat, hubungan Mas Iwan – Mas Yudi di YM itu kayak pasangan “sadistis-masosis” gitu! :-D

Kiriman dahsyat itu berupa :

o Kopi khas Aceh.
Ini kopi yang kabarnya mengandung bumbu ganja itu lho, dan –maaf- kalo sampe sekarang kita belum juga –berani- nyoba minum. Karena mas Iwan tidak minum kopi, sedangkan aku yang kadang-kadang suka minum kopi sudah ngeri duluan sama kata2 “ganja” nya itu, belum lagi kabar kalo kopi itu punya efek sebagai penguat (nggak tahu deh penguat apa :-D). Wah, pokoknya kita simpan deh, siapa tahu perlu untuk special occasion hehe...


o Dua buah T-shirt dengan tulisan dan gambar ala "Atjeh"
Definetely sekarang sudah dipake, dan tidak sesuai dengan pesan si pengirim (harus dibagi satu satu), ternyata dua duanya dipake mas Iwan tuh, hikss...abisnya aku kegombrongan mas Yud... (ngadu nih hehehehe...)


:::::.....

Lalu, baru saja 2 hari lalu datang juga kiriman dari Teteh Temmy! (http://mamahanna.multiply.com) Wah, walaupun sebelumnya Teteh sudah mengabarkan tentang kiriman ini, tapi tetap saja waktu datang surprised banget! Duh Teteh yang satu ini memang baiiiiikkkkkk banget! Even a thousand zillion words won’t be enough to describe how kind and toughtfull she is! By now, pasti sudah puluhan teman MP yang pernah merasakan kiriman dahsyat dari si teteh geulis ini..right from Lake Haven NSW to all over the world! She’s just amazing...!

Beberapa waktu lalu dia mengabarkan akan pulang ke Indonesia karena akan berangkat haji dari sini dan dia bilang, mumpung berada di Indonesia jadi ada kesempatan untuk kirim-kirim untuk teman2 di Indonesia. Saat ini, Teh Temmy tentu saja masih berada di Saudi. Duh...semoga perjalanan haji nya lancar sampai pulang ya Teh...dan semoga jadi haji yang mabrur, amin. :-)

Bungkusan dahsyatnya berisi :

o Selai Marmalade!
Subhanalloh! Dua botol lagi! Nggak nyangka sama sekali kalo ternyata si teteh masih ingat betapa aku suka selai ini, dan betapa susah dan mahalnya mendapatkan yang enak di Indonesia! Aduuhhh ini sih seperti dapat durian runtuh saja rasanya! Satu botol “Blood Orange Marmalade” dan satu lagi “Citrus Marmalade” merk Rose’s. Jenis dan merk yang belum pernah kucicipi dan definetely the one that catching my eyes rightaway after I opened the package! Big big thanx teteh! Considering I am the only one who are actually eating marmalade in this house, well believe me, I will let myself drawning into this one for soooo long to come! :-D

o Cadbury Dairy Milk Chocolate edisi Macadamia.
Well, what can I say about it, everybody loves chocolate right? Bea pun langsung nyicip itu coklat! Yang ini mah nggak bakalan tahan lama Teh! Hehehe...

o Dua boneka mini yang cute berbentuk binatang khas Oz.
Yang satu boneka mini koala, yang satu lagi boneka gantung kowari (?). They’re so cute! Bea instantly felt in love with them (specially the white one) she kept holding it in her arms. Oh, she also called the dark one as “ini Mas Abe” while she adressed the white one as herself. “Yang ini Bea, dan yang itu mas Abe ya buuk!” :-D

o Pembatas buku, keychain dan hiasan magnet.
Si pembatas buku berbentuk 4 kangguru yang bertumpuk diatas pulau Australia langsung menghuni buku “Al-Hallaj Sang Sufi Syahid” yang sedang kubaca sekarang ini. Duh aku suka banget pembatas bukunya karena walaupun tipis, tetapi cukup berat dan mantap menetap di buku. Si keychain sudah bergabung dengan kunci kamar (karena yang lama kebetulan sudah lama rusak dan tak juga sempat kuganti hehe...) dan hiasan magnet kotak bergambar kota Sydney juga sudah ikut memenuhi pintu kulkas.

o Tak lupa sebuah postcard The Harbour City of Sydney.

:::::.....

Semua bener-bener istimewa, terimakasih banyak ya Mas, Teteh...aku nggak tahu musti membalas dengan apa, hanya bisa berdoa semoga Allah membalas semua kebaikan Mas Yudi dan Teteh Temmy dengan pahala dan rezeki yang berlipatganda dan penuh berkah....amin!!! :-)

*big big hug*
(oops... maksudku buat teteh Temmy lho, kalo buat mas Yudi biar diwakili mas Iwan aja :-D)

Sunday, December 9, 2007

Kharisma Ustadz Cholil, Waktu dan Rezeki Kita

Ada yang menarik terjadi di pengajian majelis ta’lim yang rutin dilakukan tiap minggu di kompleks kemarin. Ibu-ibu pada serius, beberapa ada yang menitikkan air mata (termasuk akulah jelas, hihihi bukan apa-apa lho, tapi hanya karena terbawa suasana saja kok *beladiri.com* :-D).

Sudah lama sebenarnya kami (aku dan suami) diam-diam mengagumi ustadz yang satu ini. Drs. Cholil Umam. Dia kebetulan salah satu tetangga di kompleks. Walalupun dari segi umur sudah agak jauh lebih senior dari kita, tetapi beliau ini teman diskusi favorit suami dan jujugan curhat dan konsultasinya setiap kali ada masalah di yayasan, secara beliau memang sangat terlibat dari awal mula kita gulung-gulung merangkak mendirikan yayasan (maaf bahasanya, hiperbola kumat! :-D). 

Lebih dari itu, dia adalah seorang ustadz yang –aku selalu bilang- gaya ceramahnya berkharisma. Nada bicaranya tenang (bahkan cenderung datar) dengan artikulasi jelas dan kecepatan yang pas (pokoknya sesuai deh sama teori public speaking yang 1 detik/kata itu hehe). Anyway, teknik memang bisa dipelajari ya, tapi kharisma ini yang tidak! Kharisma datang dengan dan dari cara yang tidak bisa dijelaskan asal mulanya. Tahu-tahu, kita semua sudah tersentuh langsung ke dalam hati, tertawan dan terbius oleh pesona si empunya kharisma tersebut. Karena hal mengagumkan inilah dulu aku kenceng menambahkan kata “Charis” di namanya Abe (semoga jadi doa buat dia, aminn). Loh kok jadi bahas Abe sih?? hihi

Ceramah Ustd. Cholil selalu begitu. Tiap beliau ceramah, tak ada ibu-ibu yang akan ngomong sendiri atau kusak kusuk antar sesama. Tak ada yang menguap karena bosan ataupun pura2 nulis di buku catatan padahal lagi coret2 ga jelas (ini aku sih, kalo lagi bosan :-D). Semua bakalan dengan syahdu mendengarkan kata-kata beliau dari awal sampai akhir. Walaupun tak bertebaran humor, tapi ceramah beliau selalu sangat menarik untuk disimak. Subhanalloh...Maha Suci Allah yang telah menganugerahi beliau dengan hal yang luar biasa ini...

Anyway...

Malam itu topiknya adalah rezeki. Beliau tanya, “Ibu-Ibu, rezeki datangnya dari mana?”

“Allah....” sahut Ibu-Ibu bareng dan kompak.

“Dari mana lagi?”

“Suami”....”Bos yang bayar kita”....”Tidak ada lagi, semua ya dari Allah”....”Dari tetangga, kiriman kolak maksudnya”.... Jawab ibu-ibu lagi, kali ini bareng tapi sama sekali tidak kompak, berhias cekikikan kecil pula. :-D

Kemudian ustadz pun melanjutkan.

Rezeki jelas datangnya dari Allah. Tetapi kita bisa mendapatkan rezeki lebih dari pihak yang lain lho. Oya? Iya. Pihak ini tak lain adalah diri kita sendiri! 

Contoh! Waktu. Berapapun usia kita, dari bayi sampai manula, semua mendapat jatah waktu yang sama dari Allah, yaitu 24 jam sehari. Tidak ada yang mendapat kurang atau lebih. Semua sama sampe ke jumlah detiknya. Tetapi ternyata, ada orang-orang yang mendapatkan rezeki waktu lebih banyak daripada orang lain. Kenapa begitu? Karena waktunya lebih BERMANFAAT daripada waktu yang dimiliki orang lain. Ketika orang lain memakai waktunya untuk keperluan dan kepentingan diri sendiri, orang ini menghabiskan banyak waktunya untuk membantu keperluan dan kepentingan orang lain (orang banyak). Ketika orang lain boros dan suka membuang-buang waktu, orang ini sangat hemat dan sangat memanfaatkan setiap detik yang dia punya. Ketika orang lain menjadi budak waktu, orang ini adalah pemimpin bagi waktu, manager waktu yang sangat efektif dan efisien. Maka rezeki waktunya lebih banyak, dan extra rezeki ini tentu saja datang dari dirinya sendiri! (MasyaAllah..langsung terpukul bel di otak ini, TENG!!..gitu...)

Contoh lain. Dua orang mendapat rezeki berupa uang nafkah 100 ribu sehari (misalnya). Tetapi ketika seseorang menghabiskan jumlah uang yang sama itu di tempat yang berbeda asas manfaatnya, maka sesungguhnya rezeki mereka pun akan berbeda pula. 

Begitu juga dengan semua hal lain yang kita punya. Dari anggota badan sampai ide dan pemikiran yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dari ketrampilan memasak sampai berkah kesehatan yang kita punya. Dari semua hal yang dipandang baik dan hebat oleh kacamata manusia, sampai kepada hal-hal yang tidak penting bahkan dianggap hina dimata manusia. Semua tanpa terkecuali, akan BISA menjadi extra rezeki buat kita kalau dimanfaatkan di jalan Allah!

Kata ustadz, sungguh, inilah sebenarnya inti dari syukur. Dengan memanfaatkan segala yang diberi kepada kita dengan optimal dijalan yang baik dan diridloiNya, maka berarti kita telah mensyukurinya. Dan “Sesungguhnya kalau seseorang mensyukuri apa yang Aku (Allah) beri, maka akan Aku tambah nikmatnya!” La insyakartum, La ajiidannakum! 

Duuhhh...jadi ingat sebuah ungkapan. Time not goes by...it flies!

Waktu bergerak sangat cepat, jauuuh lebih cepat dari yang kita semua kira! Padahal, wa La inkafartum, inna ‘ adzaabi la syadiiid. “Sesungguhnya kalau seseorang kufur atas apa yang Aku (Allah) beri, maka sesungguhnya azabKu amatlah pedih!”

Astaghfirullah...

Tahu nggak? Sebagian besar waktu luangku selama ini, kuhabiskan di depan komputer. Internetan. Ngeblog. Dan sebagainya... Duhhhh semoga hanya manfaat jua yang kudapat dari ini, Ya Allah... Kalopun ada mudharatnya, *dan demi Allah, pasti ada! :-( hikss*.... semoga tidak lebih banyak dari manfaatnya... 

:-(

Ternyata bener juga yang selalu dibilang suami...ternyata, bersyukur jelas-jelas sama sulitnya dengan bersabar...