Tugas mengisi kolom “Ruang Keluarga” di majalah Sekolah Al Hikmah bulan ini, kupilih topik Reframing dalam tema Neuro Linguistik Programming. Terasa lengkap dan mengena karena ternyata baru saja sehari setelah majalahnya terbit, lha kok ternyata aku mendapat kesempatan merasakan sendiri pengalaman membingkai ulang sudut pandang dan persepsi kita akan sesuatu ini.
Sesuai dengan tujuan awal dan skala prioritasnya, kegiatanku aktif baik di MS Al Hikmah maupun di Komite Sekolah memang mengisi slot waktu kosong ketika anak-anak sekolah. Beda dengan Komite Sekolah yang formal, Majelis Silaturahim (MS) Al Hikmah adalah organisasi versi non-formal kami untuk mewadahi walimurid (terutama ibu-ibu seangkatan) di Sekolah Al Hikmah. Bukan hanya bergabung, dulunya aku dengan beberapa teman lah yang awalnya membentuk, karena dilandasi keprihatinan dengan kegiatan sebagian ibu2 yang tidak jauh dari acara arisan klasik plus serba-serbi kedudulan didalamnya.
Hemmm, ya...! Mengisi slot waktu anak-anak sekolah. Jadi, semua jadwal memang harus dilakukan ketika anak-anak sibuk belajar di sekolah. Dengan waktu sekolah fullday Abe yang panjang, dan Bea yang sangat tidak merepotkan, tentu banyak yang bisa dilakukan.
Sampai kemarin sore, aku ternyata harus sedikit melakukan reframing. Ternyata ada kegiatan yang harus sering dilakukan ketika anak-anak sedang tidak sekolah! Harus sering-sering malah!
Pemicunya adalah berita ini. Kamis malam, datang sms dari ustadzah liqo kami bahwa Kampung Seng Gayungan Kebonsari kebakaran. Innalillahi wa inna ilaihi roojiun. Kampung yang terletak tak jauh dari sekolah ini sebenarnya sudah lama menjadi jujugan kegiatan kami di MS dan kelompok liqoah, dari acara bakti sosial, pembinaan keIslaman sampai pengobatan gratis. Namun, sudah lama kita tidak berkegiatan disitu karena waktu itu kita memutuskan untuk mengalihkan ke tempat lain yang jauh lebih membutuhkan. MasyaAllah. Saudara2 yang lama tidak kami kunjungi, ternyata dipertemukan kembali oleh Allah dalam bingkai tragedi kebakaran yang menghabiskan semuanya. Alhamdulillah tidak jatuh korban meninggal tetapi harta rumah petak yang memang dari kayu yang mudah terbakar itu, beserta isinya, HABIS!
Karena keterbatasan waktu dan persiapan, akhirnya kunjungan harus kami lakukan sore sepulang anak-anak sekolah. Thus, anak-anak semua akan ikut ibu-ibu mengunjungi lokasi kebakaran. Dengan sedikit kekhawatiran anak-anak yang capek akan rewel, atau anak-anak yang tidak bisa diam akan bikin posko bantuan jadi tempat main yang berantakan.
Sedetik setelah tiba disana, lewat tatapan mata satu dengan yang lain pun kami sepakat, bahwa kegiatan semacam ini, mulai sekarang harus sering-sering dilakukan BUKAN pada waktu anak-anak sekolah, tetapi justru seperti sekarang! Anak-anak yang biasanya riuh bising dan susah diatur ketika bermain, ternyata langsung keluar wajah dewasanya!
“Ayo, siapa mau bantu tante Wahida mengangkat kardus-kardus ini??”
“Aku!!”
“Aku aja!!”
“Aku juga mau!!”
“Duh berat tante, tapi Alex kuat kok, Alex kan ranger!” kata Alex agak maksa :-D
“Buk, aku bisa pingsan kalo terlalu berat, buk...” kata Abe dengan wajah memerah karena mengerahkan tenaga untuk mengangkat kardus biskuit yang memang terhitung lumayan berat untuknya :-D
“Ayo kubantu Be, kita angkat sama-sama.” kata Kio tanpa dikomando, duh Kio memang “kepala suku” yang hebat!!
Dan Abid, walaupun tanpa kata-kata (seperti biasanya :D) tetapi dia langsung membuktikan dengan tindakan. Full action! :-D
Subhanallohhh.... :-D
Ketika tiba di lokasi, wajah anak-anak sempat berkerut demi melihat suasana di puing-puing kebakaran. Tapi tak lama. Bukankah bakat yang paling ajaib dari anak-anak adalah menjadi ceria dimanapun berada?? Demi melihat sekumpulan anak-anak korban kebakaran yang mengais puing mencari siapa tahu ada barangnya yang masih berbentuk, anak-anak langsung bergabung.
“Kita bantu mencari harta karun dulu yaaa...”
“Heyy liat, ada lembaran Al-Quran terbakar...kita harus selamatkan ini teman-teman!”
“Ada komik juga lho...”
Ketika pulang, di mobil, Abe yang sebelumnya kebetulan mendengar pembicaraan kami dengan petugas posko PKS yang ada disitu bahwa kita akan kembali lagi beberapa hari lagi, nyeletuk..
“Ibuk, kalo besok kesana, aku ikut lagi ya...sama teman-teman juga...”
Duhhh...iya, Be... InsyaAlloh... :-)
Foto-foto selengkapnya bisa dilihat disini.
