Sebagai salah satu pusat perbelanjaan komputer terbesar di metropolis
Kemarin itu, kita terpaksa harus sholat dzuhur di HTM. Duhhh...benar2 melas sholat disini. Tempat yang dipakai sholat hanya berupa cerukan diantara balok-balok bangunan, itupun tempatnya hanya “menempel” diantara 2 tembok pembatas ruang. Mungkin ukurannya cuma 1x2 meter (padahal untuk satu shaf kita sholat
Selama ini, seringkali aku berdoa semoga kita saja yang dudul tidak tahu persisnya dimana mushola HTM, karena kalo memang tempat ini bener-bener yang digunakan setiap hari untuk tempat sholat, aku benar-benar tidak mau tahu siapa dan bagaimana model pengelola tempat ini! Karena mall-mall sekarang rata-rata sudah memiliki mushola yang sangat layak.
Ini foto waktu suami sholat. Lihat betapa ngepres-nya tembok dibelakang dan didepan. Ketika kita ruku’ ujung kepala akan menempel ke tembok depan, dan pantat jelas-jelas tertekan ke tembok belakang! Punggungku sendiri berkali-kali kejedug tembok dibelakang ketika bangun dari sujud.
Oalah melasnya....
:-(