:::::.....
Akhirnya kami sampai juga di Kuta Mandalika. Berada di Lombok Selatan, kabarnya pantai disini bagus dan sangat spesial. Yang buat kami penasaran terutama pasirnya, yang kabarnya seperti merica. Dari seluruh Nusantara, jenis pasir pantai yang seperti ini konon hanya bisa ditemui disini.
Pantai Kuta Mandalika Lombok sangat berbeda dengan Senggigi. Disini sepi sekali. Nama Mandalika diambil dari nama seorang Putri di kerajaan jaman dulu kala di daerah itu. Kisah Legenda sang putri yang kebingungan memilih karena dilamar 7 pangeran dan akhirnya memutuskan nyebur ke laut dan menjelma menjadi Nyale (cacing laut) ini menjadi legenda yang terkenal di masyarakat Sasak.
(Legenda selengkapnya silahkan baca disini : http://bahastra.multiply.com/journal/item/10/Putri_Mandalika_Legenda_dari_Lombok_ )
Ketika sebelum berangkat kami browsing hotel2 dan penginapan yang bagus disitu, hanya satu nama yang keluar, Novotel. Jadi sudah terbayang sepinya, tetapi begitu kami sampai disitu, ternyata kawasan ini bahkan jauh lebih sepi dari perkiraan kami. Tanya-tanya, radius 3 km dari Novotel memang tak ada apa-apa, hanya padang rumput tandus. Tak ada rumah penduduk, tak ada hotel sama sekali (paling dekat, ada beberapa hotel yang kecil, itupun masih lebih dari 3 km jaraknya dari Novotel) dan yang paling dramatis tidak ada warung sama sekali!
Ini yang telat kami antisipasi!
Jadi begini. Peraturan nomor satu, aku kalau menginap di hotel (apalagi yang bintang2 itu) tentu saja adalah siapin bawa bekal air minum dan sekedar makanan kecil. Tau sendiri kan seperti apa charge didalam hotel?? Dan dudulnya, nggak tahu kenapa, hari itu kami kehabisan persediaan minuman! Pikirku, ah nanti beli saja di warung dekat2 hotel, syukur-syukur kalo ada minimarket (seperti di Senggigi). Eh ternyata jangankan warung, rumah penduduk saja tidak ada. Weleh! Akhirnya selama di Novotel, kami terpaksa menelan mentah-mentah deh semua charge hotel untuk semua keperluan kami (ya, termasuk minum air mineral yang sebotol seharga 24 ribu itu hikss).
Tapi Novotel yang disitu memang bagus sekali. Suasananya sangat alami khas pinggir pantai dan sangat cocok untuk wisatawan keluarga dan anak-anak. Waktu sebelum berangkat kami hunting kamar via internet, hanya ada satu kamar yang tersisa untuk tanggal itu, di satu-satunya hotel di mandalika lagi. Maklum sedang high-season dan liburan musim panas bagi para wisatawan yang berasal dari negeri empat musim. Sebuah room villa, lengkap dengan private pool didalamnya dan tarif yang kurang masuk akal menurutku (tarif awalnya sudah ujubileh mahalnya, plus high season pula emak..) tetapi begitu melihat villa nya, aku jadi terjebak antara menyesal dan tidak. Tidak menyesal karena tempatnya bagus sekali, it makes all worthed. Menyesalnya?? huhhuuuuuuu anak-anak pasti akan histeris kegirangan kalau diajak kesini!! Hikss...semoga suatu saat ada kesempatan ajak Abe-Bea kesini ya... :-(
Dan kabar tentang pasir merica itu, ya Allah ternyata benar! Coba deh lihat di foto dibawah, pasirnya bener2 besaarr dan putiihhh! Aku sampai persis anak kecil kegirangan waktu pertama kali melihat dan memegangnya. Yang menimbulkan sensasi tersendiri adalah karena pasirnya besar-besar, maka rongga udara diantara butir pasirnya otomatis juga besar. Nah, begitu kita menginjakkan kaki disitu, kaki kita bakal AMBLES dengan dalamnya. Wah sekali lagi membayangkan, anak-anak pasti senang bermain pasir disini!
Penyesalan karena nggak ngajak anak-anak, berlanjut setelah Mas Iwan sedikit memaksa untuk foto-foto. Ini karena keinginannya hunting foto pantainya, harus terkubur karena mendung yang menggelayuti pantai tak henti-hentinya. Ahhhh aku capekkk difotooo!!! **hikss** Dan pasti yang melihat postingan, juga capeekk lihat wajahku mulu... Alamakkk..
Kesimpulannya, besok2 ke Lombok lagi, POKOKNYA AJAK ANAK-ANAK!! **ngotot**
InsyaAllah... :-)
Catatan album Lombok kali ini aku akhiri ya **udah mulai bosan** hihihihi
Selesai...