Pengobatan Cina memang lebih bersifat terapikal. Dr. Fang pernah bercerita, ketika dia berusia 26 tahun dulu dia pernah mengalami kecelakaan. Kurang jelas bagaimana (karena nggak tau kenapa logat cwongkoknya hari itu kental banget), melibatkan acara terpeleset, punggung terbentur pojok meja plus kejatuhan lampu besar, yang pasti waktu itu tulang kakinya bergeser dan beberapa bagian ada yang remuk retak.
Dokter yang merawatnya memutuskan di kaki dr. Fang harus dipasang beberapa pen. Dua hari menjelang operasi pemasangan pen, barulah master chikungnya dr. Fang mendengar berita ini, dan langsung memerintahkan dr. Fang untuk membatalkan operasi dan mengambil alih penanganannya.
Selama sekitar 3 bulan kemudian, dr. Fang harus rela bergelut dengan rasa sakit yang teramat sangat selama menjalani terapi dengan masternya. Betapa tidak, selain rupa2 herbal dan totok chikung, sang master melakukan pengembalian tulang yang bergeser itu dengan cara manual. (Duh ngeri sekujur tubuhku waktu dr. Fang menceritakan bagian ini). Dan dalam sehari, bukan hanya satu dua kali si tulang kembali bergeser...tapi bisa 5-6 kali dan tiap kali itu pula si master (sekali lagi secara manual) mengembalikan si tulang pada tempatnya lagi. Hiiiyyyy nggak terbayang sakitnya kaya apa.
Si master chikung kemudian menjelaskan bahwa operasi pemasangan pen yang banyak dilakukan dokter-dokter itu baginya tak lain adalah "jalan pintas dan mudah" untuk mengatasi masalah tulang bergeser. Selama 2 tahun bahkan lebih kemudiannya, pen yang ditanam di tubuh pasien ini akan menjadi sumber penderitaan bagi si pasien. Di waktu malam dan udara dingin, si pen akan menjadi sumber nyeri yang amat sangat. Si master merasa lebih baik dr. Fang kesakitan sekarang, dalam waktu 3 bulan, daripada nanti dr. Fang harus bertahun-tahun menderita karena pen yang ditanamkan di kakinya.
:::::.....
Akupungtur sama sekali tidak instan, aku tahu itu. Itulah kenapa bulan2 pertama aku menjalaninya dengan tanpa harapan apa-apa. Mirip iklan Nike, pokoknya I just do it!
Menginjak 1,5 bulan, jujur aku tidak juga merasakan perubahan apa-apa (karena memang aku tidak mengharapkan apa-apa dlm waktu secepat ini), tapi rupanya orang lain yang melihatnya.
Komentar pertama datang dari Mas Iwan. Dia merasa mukaku lebih segar, lebih kelihatabn berseri. Kulitku juga jauh menjadi lebih halus (jangan ditanya gimana caranya dia bisa tau yaa :P). Beberapa bagian kulit lenga atasku yang dulu dihiasi banyak bintik2 merah kecil (seperti bekas suntikan) yang mengumpul di beberapa tempat, eh sekarang memang sudah menghilang.
Komentar selanjutnya dari teman2 yang sehari-hari bertemu, terutama sesama walimurid di sekolah. Yang aku lebih langsing-lah, yang lebih seger-lah...dan memang kurasakan beberapa celana menjadi agak longgar terutama di bagian perut padahal timbangan badanku tidak berubah.
Kalo kuingat2 lagi, dalam 2 minggu terakhir aku memang cenderung gampang kenyang dan tidak gampang lapar. Setelah kutanya, Dr. Fang, selain menerapi jantungku, ternyata juga menusuk titik2 metabolisme tubuhku. Selain itu, aku yang biasanya paling susah BAB (bisa seminggu cuma sekali loh), akhir2 ini jadi lebih lancar.
Akhirnya beberapa minggu yang lalu, aku didiagnosa lagi oleh dr. Fang. Dia setuju bahwa aku sudah membaik. Dia bilang, raut mukaku sudah tidak pucat seperti dulu, sudah lebih menunjukkan kearah lebih sehat. Jantungku juga sudah mulai menguat kembali.
Dan ketika itulah kemudian aku memutuskan untuk menulis tentang dr. Fang dan mempostingnya disini... Terapiku sih masih 2,5 bulan lagi...mudah2an semakin kedepan, hasilnya akan semakin membaik terus...aminnn... :)
:::::.....
Dua hari lalu, aku cerita ke dr. Fang bahwa aku menulis tentang dia, dan akibatnya banyak teman minta diantarkan terapi ke dia. Dr. Fang tertawa geli cukup lama sambil bilang "Terima kasih....terima kasih...nanti kalau mau diskon bilang saja ya..." (Hahahaha)
Oh ya, aku sudah cerita belum, kalau banyak orang yang salah, mengira umur dr. Fang masih 40-an, padahal dia sudah hampir 60 tahun loh!!!
Dan sudah pulakah aku cerita kalau banyak teman2ku yang salah mengira...mereka pikir yang namanya dr. Fang itu adalah LAKI-LAKI????
:-D
:::::.....
Foto ki-ka : dr. Fang, Bea, Abe dan aku. Hari itu adalah pertama kali aku ajak anak2 ikut aku tusuk jarum. Kacau dan heboh, sampai sekarang aku masih kapok ajak mereka, kasihan dokter dan pasien lainnya **keluh**
:::::.....